Bulog Optimistis Target 1,3 Juta Ton Beras SPHP Tercapai Tahun Ini

Akurat Banten - Perum Bulog mengungkapkan penyaluran beras program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) terus berjalan masif di berbagai wilayah.
Direktur Utama Perum Bulog Ahmad Rizal Ramdhani menegaskan, jumlah beras yang sudah digelontorkan hampir menyentuh angka 400 ribu ton.
"Penyalurannya sampai dengan hari ini sudah mendekati 400 ribu ton," kata Rizal.
Menurutnya, beras SPHP didistribusikan melalui berbagai jalur, mulai dari pedagang pasar, koperasi desa, ritel modern, hingga jaringan Rumah Pangan Kita (RPK).
Selain itu, distribusi juga dilakukan lewat program Gerakan Pangan Murah (GPM) yang digelar serentak di banyak daerah.
Rizal menuturkan, langkah tersebut berdampak signifikan pada pergerakan harga pangan, bahkan membantu menekan inflasi di sejumlah daerah.
"Dari yang sebelumnya tercatat di 214 kabupaten/kota, kini hanya sekitar 100 kabupaten/kota yang mengalami tekanan inflasi," ungkapnya.
Bulog sendiri menargetkan penyaluran SPHP mencapai 1,3 juta ton hingga akhir tahun.
Untuk mencapai angka itu, setiap hari ditargetkan 6 ribu ton beras bisa mengalir ke masyarakat.
"Target yang 1,3 juta ton tersebut Insya-Allah bisa terpenuhi oleh Bulog," ujar Rizal.
Khusus di wilayah DKI Jakarta, distribusi sudah terealisasi sekitar 26 ribu ton atau setara 16,9 persen dari target yang ditetapkan.
Jika dirinci, penyaluran melalui mitra pengecer menyumbang 55,32 persen, Gerakan Pangan Murah 5,51 persen, sementara sisanya lewat kegiatan distribusi lain.
"Menurut kami ini sudah berjalan sangat baik, khususnya melalui mitra pengecer yang kontribusinya cukup besar," tambah Rizal.
Beras SPHP sendiri merupakan beras yang disalurkan dari stok Cadangan Beras Pemerintah (CBP).
Beras ini dijual sesuai harga eceran tertinggi (HET) yang ditetapkan pemerintah, yaitu Rp12.500 per kilogram untuk zona 1 meliputi Jawa, Lampung, Sumatera Selatan, Bali, NTB, dan Sulawesi.
Kemudian Rp13.100 per kilogram untuk zona 2 yang mencakup wilayah Sumatera di luar Lampung dan Sumsel, Nusa Tenggara Timur, serta Kalimantan.
Sedangkan untuk zona 3 seperti Maluku dan Papua, HET ditetapkan Rp13.500 per kilogram.
Bulog memastikan ketersediaan stok tetap aman.
Hingga saat ini, cadangan beras pemerintah yang tersimpan di gudang Bulog mencapai 3,9 juta ton.
Dari jumlah tersebut, sekitar 2,95 juta ton atau 75 persen merupakan hasil pengadaan dari dalam negeri.
Sementara sisanya berasal dari impor yang dilakukan atas penugasan pemerintah sepanjang tahun 2024.
Rizal menekankan, penyaluran beras SPHP tidak hanya soal menjaga stabilitas harga, tetapi juga menjaga daya beli masyarakat di tengah kondisi ekonomi yang penuh tantangan.
Dengan langkah ini, Bulog berharap kestabilan pangan tetap terjaga hingga akhir tahun.***
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini










