Aksi Cepat Polisi Sulteng Gagalkan Operasi Sabu Bernilai Miliaran Rupiah

Akurat Banten - Satuan Reserse Narkoba Kepolisian Daerah Sulawesi Tengah berhasil menggagalkan upaya penyelundupan narkotika jenis sabu dalam jumlah besar yang diduga berasal dari jaringan internasional.
Aksi penyelundupan tersebut digagalkan di perairan Kabupaten Toli-Toli, dalam sebuah operasi yang penuh risiko dan dilakukan secara rahasia oleh aparat selama berbulan-bulan.
Menurut informasi yang dihimpun, pengungkapan kasus ini bermula dari laporan warga terkait aktivitas mencurigakan di wilayah pesisir.
Setelah melakukan pendalaman dan penyelidikan intensif selama lebih dari dua bulan, polisi akhirnya mencegat sebuah kapal cepat (speed boat) yang membawa tiga orang pria dan dua karung berisi puluhan paket sabu.
"Penangkapan dilakukan saat para pelaku hendak merapat ke daratan. Tim kami sudah siaga penuh karena kami tahu mereka membawa barang bukti bernilai besar," ujar Kombes Pol.
Pribadi Sembiring, Direktur Reserse Narkoba Polda Sulteng, dalam konferensi pers di Palu pada Senin, 28 Juli 2025.
Baca Juga: Jelang Duel Lawan Timnas Indonesia, Media Vietnam Sindir VAR Baru Digunakan di Final AFF U-23
Dalam operasi yang berlangsung di tengah malam itu, polisi mengamankan sekitar 30 kilogram sabu yang dikemas dalam bentuk paket besar.
Sabu tersebut diselundupkan menggunakan jalur laut dari wilayah Malaysia dan sempat transit di Kalimantan Timur sebelum tiba di Sulawesi Tengah.
Tiga pelaku yang ditangkap masing-masing berinisial JK (68), HS (47), dan S (28).
Mereka memiliki peran berbeda-beda, mulai dari penghubung, pengambil barang, hingga kurir pengantar ke Toli-Toli.
Menurut hasil penyidikan awal, JK adalah orang yang pertama kali melakukan perjalanan dari Toli-Toli ke Kalimantan untuk bertemu dengan HS, sebelum keduanya berangkat ke Semporna, Malaysia.
Di Malaysia, mereka bertemu dengan seseorang yang merupakan bagian dari jaringan narkoba internasional.
Setelah menerima barang haram tersebut, mereka kembali ke Indonesia lewat jalur laut, dan sempat berhenti di beberapa pulau kecil untuk mengisi bahan bakar dan menghindari deteksi.
“Jaringan ini dikenal licin dan sudah kami awasi sejak tahun 2021. Butuh waktu lama untuk memastikan bukti dan momen yang tepat agar penangkapan bisa dilakukan dengan aman,” ujar Kombes Pribadi.
Selain narkotika, polisi juga menyita speed boat yang digunakan, serta tiga unit ponsel milik para pelaku yang dipakai untuk berkoordinasi selama perjalanan.
Baca Juga: Distribusi Beras Rawan Kecurangan, Indef Minta Sistem Pengawasan Real Time
Saat ini, ketiganya masih menjalani pemeriksaan intensif untuk mengungkap jalur distribusi dan pelaku lainnya, termasuk yang berada di luar negeri.
“Penelusuran masih kami lakukan, karena jaringan ini tidak berdiri sendiri. Kami menduga masih ada aktor utama yang mengendalikan pergerakan dari luar negeri,” tegasnya.
Dari jumlah sabu yang disita, polisi memperkirakan mereka telah menggagalkan peredaran yang bisa merusak hingga 150 ribu jiwa.
Kombes Pribadi pun menekankan pentingnya kerja sama masyarakat dalam memberikan informasi sekecil apa pun yang mencurigakan.
“Kami mengajak masyarakat untuk aktif melaporkan kegiatan ilegal, demi masa depan generasi bangsa yang bebas dari narkoba,” tandasnya.***
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini


Terpopuler
- 1Bukan Anies atau Ganjar, Zulhas Malah Diusulkan Jadi Pengganti Gibran, Siapa Pengusulnya?
- 220.980 Prajurit TNI AL Disiagakan di Jakarta, Dokumen Pengerahan Ini Bikin Publik Bertanya-tanya!
- 3Mahfud MD Bongkar Dampak Putusan MA soal Suket Gibran, Nasib Jabatan Wapres Jadi Sorotan
- 4Gibran Terancam Lengser, Relawan Jokowi Beri Peringatan Keras ke Prabowo
- 5Benyamin Davnie Resmi Jadi Ketua Dewan Penasehat Gerindra Tangsel, Siap Gaspol Konsolidasi Internal
- 6Tagihan Air Melonjak Hingga Rp2,3 Juta, Pelanggan Asal Cipondoh Ancam Laporkan Perumda Tirta Benteng ke Ombudsman
- 7Gibran Terancam Kehilangan Kursi Wapres? Pakar Hukum Minta DPR Segera Bertindak
- 8Komitmen DPAD Kota Tangerang: Ubah Perpustakaan Jadi Pusat Pemberdayaan dan Kreativitas Warga
- 9Cuma Butuh Satu Gol! Lamine Yamal Bisa Pecahkan Rekor Kylian Mbappe saat Barcelona Hadapi Aston Villa
- 10Chelsea Serius Kejar Alex Scott, Siapkan Dana Rp2,18 Triliun untuk Boyong Gelandang Bournemouth








