Kongres PDIP Masih Misteri, Megawati Tetap Pegang Kendali Penuh Susun Pengurus Baru

AKURAT BANTEN - Jelang pelaksanaan Kongres VI Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP), perhatian publik mulai mengarah pada siapa sosok yang akan mengisi jabatan strategis di struktur DPP PDIP.
Namun satu hal yang sudah pasti: keputusan akhir berada di tangan Ketua Umum Megawati Soekarnoputri, yang kembali dipercaya sebagai formatur tunggal dalam penyusunan kepengurusan partai.
Baca Juga: KPK Lanjut Usut Jejak Tambang dan Aset Mewah Terkait Kasus Gratifikasi Rita Widyasari
Hal ini disampaikan Wakil Sekretaris Jenderal PDIP, Utut Adianto, yang menegaskan bahwa dalam tradisi partainya, penunjukan ketua umum maupun jajaran pengurus tidak melalui mekanisme pemilihan seperti voting.
Semua bergantung pada keputusan Megawati, termasuk soal siapa yang akan menduduki kursi Sekretaris Jenderal.
"Kalau di PDI Perjuangan enggak ada pemilihan begitu, Bu Mega akan ditetapkan secara aklamasi sebagai ketua umum, dan selanjutnya beliau yang menyusun strukturnya. Bu Mega itu formatur tunggal," ujar Utut di Kompleks Parlemen, Senayan, Rabu, 14 Mei 2025.
Ia menambahkan bahwa istilah "formatur" merujuk pada sosok yang memiliki otoritas penuh dalam menentukan format dan struktur organisasi. Artinya, Megawati tidak hanya akan memilih sekjen, tetapi juga menentukan siapa saja yang akan duduk di posisi strategis DPP PDIP.
Saat ditanya mengenai siapa kandidat kuat yang berpeluang mengisi jabatan sekjen, Utut mengaku belum mengetahui secara pasti. Namun ia menegaskan bahwa semua keputusan tersebut sepenuhnya hak prerogatif ketua umum.
"Kalau calon sekjen saya belum tahu. Tapi itu sepenuhnya hak Bu Mega, jadi kami semua menunggu saja siapa yang nanti beliau pilih," lanjutnya.
Baca Juga: Kejagung Tegaskan Pengamanan TNI di Kejaksaan Tak Ganggu Kinerja Penegakan Hukum
Sementara itu, waktu pelaksanaan Kongres VI PDIP sendiri masih belum bisa dipastikan. Meski sempat beredar kabar bahwa acara tersebut akan digelar pada Juni atau Juli 2025, Utut menilai kemungkinan besar belum akan terlaksana dalam waktu dekat.
"Kalau soal waktu, saya belum bisa bilang pasti. Dugaan saya sih belum Juni. Tapi itu asumsi saya ya, melihat dari kesiapan di lapangan," jelas politisi yang juga menjabat sebagai Ketua Komisi I DPR itu.
Baca Juga: Kadin Luncurkan Program 1.000 Dapur Gizi untuk Wujudkan Kesehatan Anak Indonesia
Dengan posisi Megawati sebagai pusat pengambilan keputusan, dinamika internal PDIP menjelang kongres besar nanti tampaknya akan lebih banyak bergulir di balik layar.
Publik dan kader partai pun hanya bisa menunggu arah komando dari sang ketua umum yang hingga kini masih memegang kendali penuh atas arah dan masa depan partai banteng.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini


Terpopuler
- 1Bukan Anies atau Ganjar, Zulhas Malah Diusulkan Jadi Pengganti Gibran, Siapa Pengusulnya?
- 2MA Batalkan Suket Ijazah Gibran, Mahfud MD Tegaskan Harus Diproses Pidana: 'Sudah Jelas!'
- 3Mahfud MD Bongkar Dampak Putusan MA soal Suket Gibran, Nasib Jabatan Wapres Jadi Sorotan
- 4Benyamin Davnie Resmi Jadi Ketua Dewan Penasehat Gerindra Tangsel, Siap Gaspol Konsolidasi Internal
- 5Lionel Messi Lolos dari Hukuman Skorsing MLS, Ini Aturan Khusus yang Menyelamatkannya
- 6Gibran Terancam Lengser, Relawan Jokowi Beri Peringatan Keras ke Prabowo
- 7Akbar Faizal Sentil Jokowi soal Gibran, Pesannya Menohok, 'Berjiwa Besarlah'
- 8Gibran Terancam Kehilangan Kursi Wapres? Pakar Hukum Minta DPR Segera Bertindak
- 9Akbar Faizal Sentil Jokowi soal Gibran, Pesannya Menohok, 'Berjiwa Besarlah'
- 10Gibran Terancam Lengser, Relawan Jokowi Beri Peringatan Keras ke Prabowo








