Jokowi Menanggapi Isu Pertemuan dengan Megawati: Hubungan Kami Masih Baik

Akurat Banten - Presiden Joko Widodo (Jokowi) akhirnya buka suara terkait kemungkinan bertemu dengan Presiden ke-5, Megawati Soekarnoputri, yang juga Ketua Umum Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP).
Jokowi mengungkapkan bahwa meskipun hingga saat ini belum ada janji resmi untuk bertemu, hubungan dirinya dengan Megawati tetap baik-baik saja.
Hal ini disampaikan oleh Jokowi setelah bertemu dengan Ketua DPP PDIP Puan Maharani dalam acara buka puasa bersama Partai NasDem di NasDem Tower.
Baca Juga: 7 Inspirasi Kado Lebaran untuk Orang Terkasih
Dalam kesempatan tersebut, Jokowi mengaku bahwa meski tidak ada pertemuan yang dijadwalkan, hubungan dengan Megawati tidak terganggu.
“Ya belum, tapi akan, akan apa ya, ke depan saya kira akan baik-baik saja,” ujar Jokowi.
Saat acara buka puasa bersama itu, Jokowi juga duduk bersama Puan, putri Megawati, yang menyatakan bahwa hubungan dirinya dengan Jokowi tetap hangat.
Baca Juga: 7 Kebiasaan Positif yang Bisa Dipertahankan Setelah Puasa Hampir Usai
Puan mengungkapkan bahwa meskipun terdapat perbedaan pandangan politik, tidak ada ketegangan dalam hubungan mereka.
"Hubungannya memang hangat betul, memang hangat, dengan Mbak Puan hangat," tambah Jokowi.
Baca Juga: 7 Kebiasaan Positif yang Bisa Dipertahankan Setelah Puasa Hampir Usai
Puan pun mengamini pernyataan Jokowi tersebut dan memastikan bahwa hubungan dirinya dengan mantan kader PDIP itu tetap erat.
“Hangat dong. Orang enggak ada apa-apa. Hangat,” kata Puan menanggapi pertanyaan mengenai hubungannya dengan Jokowi.
Meski demikian, hubungan antara Jokowi dengan PDIP dan Megawati sempat mengalami ketegangan dalam beberapa waktu terakhir, terutama menjelang Pilpres 2024.
Manuver politik yang dilakukan oleh anak dan menantu Jokowi, yakni Gibran Rakabuming Raka dan Bobby Nasution, menyebabkan hubungan itu semakin renggang.
Gibran, yang sebelumnya mencalonkan diri sebagai calon wakil presiden bersama Prabowo Subianto, akhirnya terpilih dan menduduki posisi tersebut.
Padahal, PDIP sendiri pada saat itu mengusung Ganjar Pranowo sebagai calon presiden.
Bobby Nasution, yang juga merupakan menantu Jokowi, turut memberikan dukungan pada pasangan Prabowo-Gibran.
Bobby bahkan memutuskan untuk bergabung dengan Partai Gerindra setelah keputusan tersebut.
Baca Juga: Harga Kelapa Melonjak, Mendag Beri Respons Mengejutkan: Evaluasi Besar-Besaran Digelar
Tindakan politik keluarga Jokowi ini menjadi salah satu faktor yang memicu PDIP memutuskan untuk memecat Jokowi dan keluarganya sebagai kader partai.
Namun, meskipun ada perbedaan politik yang terjadi, Jokowi tetap menegaskan bahwa hubungan pribadinya dengan Megawati tidak tercoreng.
Dirinya menekankan pentingnya menjaga komunikasi yang baik, meski dalam konteks perbedaan pandangan politik.
"Semua akan berjalan dengan baik, dan saya yakin hubungan kami tetap terjalin dengan baik," tutup Jokowi.***
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Warga Lippo Karawaci Geruduk Menara Matahari, Selain AJB Tak Jelas Pengelola Dinilai Buruk
- 2Bawa Sabu 26 Kg, Dua Terdakwa Kasus Narkoba di Tangerang Dituntut Hukuman Mati
- 3Bukan Sekadar Menopang Tulang, Implan Medis Ini Dikembangkan agar Bisa Memulihkan Lapisan Pelindungnya
- 4Polisi Gagalkan Peredaran 120 Cartridge Vape Mengandung Etomidate di Apartemen Pacific Garden
- 5Cicilan Lunas Bertahun-tahun tapi Belum SHM? Tarif Iuran Bengkak Tanpa Transparansi, Ratusan Warga Lippo Karawaci Geruduk Menara Matahari
- 6Harry Kane Ungkap Kebahagiaan Raih Ballon d'Or 2026, Ini Rekor Golnya Bersama Bayern Munich
- 7Gerindra Bela Gibran, Prabowo Tak Bisa Pecat Wapres Sepihak! Ini Aturan yang Wajib Dipahami
- 8Jusuf Kalla Heran Ditantang Buka Buku Nikah, Padahal Hanya Minta Jokowi Tunjukkan Ijazah Asli!
- 9Dokter Tifa Singgung Ancaman Penjara 7 Tahun di Sidang Ijazah Jokowi, Peringatan untuk Siapa?
- 10TNI AL Kerahkan KRI Brawijaya-320, Meriam 127 mm dan 25 mm Diuji di Laut Jawa










