Banten

Hujan Deras Sabtu Sore Rendam Enam RT di Jakarta Selatan, BPBD Siaga dan Imbau Warga Waspada

Moehamad Dheny Permana | 4 Mei 2025, 13:47 WIB
Hujan Deras Sabtu Sore Rendam Enam RT di Jakarta Selatan, BPBD Siaga dan Imbau Warga Waspada

Akurat Banten - Hujan deras yang mengguyur wilayah Jakarta pada Sabtu sore, 3 Mei 2025, menyebabkan enam Rukun Tetangga (RT) di tiga kelurahan di Jakarta Selatan terendam banjir.

Tinggi genangan air bervariasi antara 40 sentimeter (cm) hingga 95 cm, menurut laporan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta.

“Hingga pukul 18.00 WIB total ada enam RT di tiga kelurahan yang terendam banjir,” ujar Kepala Pusat Data dan Informasi (Kapusdatin) BPBD DKI Jakarta, Mohamad Yohan.

Baca Juga: Listrik Naik, Harga Ikut Melambung: Inflasi Jakarta April 2025 Tembus 1,44 Persen, Lampaui Nasional

Dua RT di Kelurahan Cilandak Timur tercatat mengalami genangan paling tinggi, yaitu mencapai 95 cm. Hal ini dipicu oleh curah hujan tinggi dan meluapnya aliran Kali Krukut.

Sementara itu, tiga RT di Kelurahan Ciganjur juga terdampak banjir dengan ketinggian air mencapai 40 cm akibat luapan Kali PHB Kali Tengah.

Tak hanya itu, satu RT di Kelurahan Mampang Prapatan turut terendam air dengan ketinggian mencapai 50 cm, disebabkan oleh tingginya curah hujan dan luapan Kali Mampang.

Banjir juga melanda ruas Jalan Puri Mutiara, Kelurahan Cilandak Barat.

Baca Juga: Revisi Mutasi Anak Try Sutrisno, TNI Bantah Terkait Isu Politik

Ketinggian genangan air di lokasi tersebut dilaporkan mencapai 50 cm, mengganggu mobilitas warga serta arus lalu lintas di sekitarnya.

Untuk menangani situasi ini, BPBD DKI Jakarta telah mengerahkan personel ke lokasi-lokasi terdampak guna memantau kondisi genangan.

BPBD juga berkoordinasi dengan instansi terkait seperti Dinas Sumber Daya Air (SDA), Dinas Bina Marga, serta Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Gulkarmat) untuk mempercepat penyedotan air.

Baca Juga: Larang TNI jadi Alat Politik Kekuasaan, Hendardi Tegaskan Alasan Batalnya Mutasi 7 Pati

Selain upaya penyedotan, BPBD juga memastikan tali-tali air dan saluran drainase berfungsi optimal.

Bersama lurah dan camat setempat, mereka juga telah menyiapkan berbagai kebutuhan dasar bagi warga terdampak yang membutuhkan bantuan.

“Genangan diupayakan surut dalam waktu cepat. Kami juga mengimbau masyarakat agar tetap berhati-hati dan waspada terhadap potensi genangan lanjutan,” kata Yohan.

Sebelumnya, akibat hujan lebat yang terjadi sejak sore hari, beberapa titik pos pantau mengalami kenaikan status.

Baca Juga: Jawa Timur Pelopori Rekrutmen Tanpa Diskriminasi Usia, Terobosan Berani Demi Kesetaraan Kerja

Pos Pantau Pesanggrahan tercatat naik menjadi Siaga 3 (Waspada) pada pukul 17.00 WIB, sementara Pos Pantau Sunter Hulu mencapai status Siaga 2 (Siaga) pada waktu yang sama.

BPBD DKI Jakarta menegaskan pentingnya kesiapsiagaan warga terhadap cuaca ekstrem dan potensi banjir, terutama di wilayah rawan.

Masyarakat diminta untuk memperhatikan informasi resmi dari BPBD atau BMKG, serta tidak ragu melapor jika membutuhkan bantuan.

Baca Juga: Firsta Yufi Amarta Puteri Terpilih Jadi Puteri Indonesia 2025: Ini Profil dan Kiprahnya

Cuaca ekstrem yang kini mulai sering terjadi menjadi pengingat pentingnya perawatan saluran air dan kesadaran kolektif masyarakat dalam menjaga lingkungan dari potensi banjir.***

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.