Banten

Listrik Naik, Harga Ikut Melambung: Inflasi Jakarta April 2025 Tembus 1,44 Persen, Lampaui Nasional

Moehamad Dheny Permana | 4 Mei 2025, 13:41 WIB
Listrik Naik, Harga Ikut Melambung: Inflasi Jakarta April 2025 Tembus 1,44 Persen, Lampaui Nasional

Akurat Banten - Jakarta mencatatkan laju inflasi bulanan yang cukup signifikan pada April 2025.

Berdasarkan data yang dirilis Badan Pusat Statistik (BPS) DKI Jakarta, inflasi bulanan (month-to-month) terhadap Maret 2025 mencapai 1,44 persen, melampaui inflasi nasional yang tercatat 1,17 persen.

Kepala BPS DKI Jakarta, Nurul Hasanudin, menyatakan bahwa berakhirnya diskon tarif listrik menjadi salah satu penyebab utama lonjakan inflasi.

"Inflasi pada bulan April tahun 2025 ini tercatat sebesar 1,44 persen, lebih tinggi dibandingkan angka nasional di 1,17 persen. Tarif listrik menjadi komoditas penyumbang inflasi yang cukup dominan," ungkapnya.

Baca Juga: Revisi Mutasi Anak Try Sutrisno, TNI Bantah Terkait Isu Politik

Berdasarkan catatan BPS, tarif listrik memberikan andil inflasi sebesar 1,30 persen, menjadikannya sebagai kontributor tertinggi.

Pemerintah sebelumnya memberikan diskon tarif listrik selama Januari dan Februari 2025, yang masih berpengaruh pada inflasi di bulan Maret dan April.

Namun, dengan berakhirnya diskon tersebut, masyarakat kembali menghadapi tarif normal yang turut memicu kenaikan harga-harga lainnya.

Selain listrik, emas perhiasan turut menyumbang inflasi sebesar 0,12 persen.

Hal ini dipengaruhi oleh fluktuasi harga emas global dan emas Antam yang berdampak langsung terhadap harga emas di toko-toko lokal yang disurvei BPS.

Baca Juga: Larang TNI jadi Alat Politik Kekuasaan, Hendardi Tegaskan Alasan Batalnya Mutasi 7 Pati

Beberapa komoditas pangan seperti bawang merah (0,06 persen), bawang putih (0,04 persen), dan tomat (0,03 persen) juga ikut menyumbang inflasi.

Harga-harga bahan pangan tersebut dipengaruhi oleh pasokan dan distribusi menjelang bulan-bulan sibuk.

Namun demikian, tidak semua harga mengalami kenaikan.

Baca Juga: Air Mata Perpisahan Warnai Akhir Kisah Kompas Sport Pagi: Lebih dari Sekadar Berita Olahraga

Beberapa komoditas justru menyumbang deflasi, seperti cabai rawit dan bensin masing-masing sebesar 0,04 persen, daging ayam ras (0,03 persen), serta tarif pulsa ponsel dan transportasi seperti angkutan antarkota dan angkutan udara yang menyumbang deflasi masing-masing 0,02 persen.

Kondisi ini menunjukkan adanya tekanan inflasi yang cukup tinggi di ibu kota, yang perlu diantisipasi oleh pemangku kebijakan, terutama terkait kebijakan energi dan stabilisasi harga pangan.***

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.