Andika Lutfi Falah, Pelajar Asal Tangerang yang Bercita-Cita Jadi TNI Tewas Usai Ikut Aksi di Jakarta

AKURAT BANTEN - Pelajar asal Tangerang yang tewas dalam aksi unjuk rasa di Jakarta pada 28 Agustus, Andika Lutfi Falah bercita-cita menjadi anggota Tentara Nasional Indonesia (TNI).
Cerita itu diungkapkan Ayah Andika, Abdul Gofur kepada Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka saat berkunjung ke rumah duka, Selasa (02/09/2025).
"Anak saya itu tingginya 180 sentimeter pak, dia bercita-cita menjadi tentara," ujar ayah Andika kepada Wapres.
Baca Juga: Geger Indramayu: Misteri Penemuan Lima Jenazah Terkubur dalam Satu Lubang di Rumah Sendiri
Gofur mengungkapkan, Andika memiliki hobi mendaki. Beberapa gunung di Indonesia pernah dijajakinya.
"Dia emang hobi naik gunung, dia pernah ke Sindoro, Slamet, sama Gunung Karang," kata Gofur.
Di samping itu, Gofur juga menjelaskan, kisah pilu yang dialami Andika saat mengikuti aksi demonstrasi di Jakarta.
Baca Juga: Deflasi Agustus Jadi Sinyal Kuatnya Ekonomi RI, Airlangga Sebut Strategi Pemerintah Efektif
Gofur mengatakan, Andika turun aksi tanpa membawa tanda pengenal apa pun sehingga pihak rumah sakit sulit menghubungi pihak keluarga.
Pihak keluarga baru mengetahui keberadaan Andika sehari setelah hari kejadian melalui postingan sebuah media sosial. Dalam unggahan tersebut, mengabarkan Andika sedang berada di Rumah Sakit Mintoharjo.
"Jadi memang anak saya sempat enggak ada yang kenal karena enggak bawa identitas, kartu pelajar sama handphonenya hilang waktu dia mendaki gunung," ujar Abdul Ghofur kepada Gibran.
Baca Juga: Demo Mahasiswa Batal Digelar Hari Ini, Ada Apa dengan BEM SI?
Dalam kunjungan tersebut, Gibran menyampaikan belasungkawa kepada keluarga Andika.
"Pak, bu, saya turut berbela sungkawa, dan mendoakan agar almarhum meninggal dalam keadaan khusnul khatimah," katanya
Diketahui sebelumnya, pelajar asal Tigaraksa, Kabupaten Tangerang, Andika Lutfi Fala, menjadi korban meninggal dalam aksi kericuhan di Jakarta pada 28 Agustus 2025.
Ketua RT tempat korban tinggal, Sugiono menjelaskan, Andika mengalami benturan benda tumpul pada bagian kepalanya.
"Almarhum izin pulang sebentar ke pihak sekolah untuk mengantar ibunya berobat, setelah itu, pihak sekolah telepon, menghubungi pihak keluarga karena korban enggak balik lagi ke sekolah," kata Sugiono, Senin (01/09/2025).
Andika hilang kabar selama satu hari. Pada Jumat (29/08/2025) pihak keluarga mendapatkan kabar dari media sosial bahwa pelajar yang lahir pada Mei 2009 itu telah kritis di Rumah Sakit Mintoharjo.
"Memang kritis, koma, terkait benturan itu tidak tau persis apakah dia jatuh itu hasil medisnya memang ada benturan tapi pihak keluarga tidak tahu," kata Sugiono.
Korban dirawat sejak Kamis 28 Agustus dan menghembuskan nafas terakhirnya pada Senin 1 September 2025.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Saran Prof Jimly untuk Denny Indrayana, Bawa Nama Ganjar hingga Mahfud Soal Ijazah Gibran, Ada Apa?
- 2Keceplosan Soal 'Pasal Selundupan' untuk Gibran? Komisioner KPU Dicecar Hakim MK, Jawabannya Jadi Sorotan
- 3Prabowo Disebut Tak Lagi dengan Gibran di 2029, 3 Nama Ini Mulai Muncul sebagai Pengganti
- 4Gatot Nurmantyo Yakin Gugatan Gibran Bakal Ditolak MK, Lalu Singgung Skenario Politik Berikutnya
- 5Gugatan Gibran di MK Disebut KPU Bisa Masuk Ranah Pemakzulan, Ini Alasannya
- 6Sidang Gibran di MK Bikin Terkejut, KPU Akui Tak Cek Langsung Dokumen Pendidikan
- 7MK Didesak Buka Tahap Pembuktian Gugatan Denny Indrayana soal Ijazah Gibran, Apa yang Dipersoalkan?
- 8Golkar Ungkap Alasan Partai Pendukung Tak Turun Bela Gibran di MK, Ini Penjelasannya
- 9Jokowi Pamer KTA PSI, Chusnul Langsung Singgung Ijazah, Ada Apa?
- 10Gibran Jadi Sorotan Jelang 2029, Dedy Nur PSI Ungkap Kesiapan Hadapi Persaingan Politik









