Banten

Demo Mahasiswa Batal Digelar Hari Ini, Ada Apa dengan BEM SI?

Saeful Anwar | 2 September 2025, 15:03 WIB
Demo Mahasiswa Batal Digelar Hari Ini, Ada Apa dengan BEM SI?

AKURAT BANTEN - Gelombang demonstrasi di sejumlah kota besar di Indonesia sedangMAHASISWA memanas, dipicu oleh berbagai isu mulai dari tunjangan DPR yang dianggap berlebihan hingga kematian seorang pengemudi ojek online.

Di tengah situasi yang penuh ketegangan, Badan Eksekutif Mahasiswa Seluruh Indonesia (BEM SI) Kerakyatan mengambil langkah mengejutkan: membatalkan rencana aksi yang seharusnya digelar hari ini, Selasa, 2 September 2025.

Lantas, apa alasan di balik keputusan ini?

Baca Juga: 8 Tuntutan Rakyat dan 17 Poin Penting Selama Demo yang Diinginkan Rakyat untuk Prabowo CS dan DPR di Senayan

Mundur Selangkah, Bukan Berhenti Bergerak

Menurut Koordinator Pusat BEM SI Kerakyatan, Muhammad Ikram, keputusan ini diambil karena situasi di Jakarta dan beberapa wilayah lain sedang tidak kondusif.

"Kami memilih untuk mundur selangkah dan memastikan kalau tetap bakal ada aksi di waktu yang tepat," kata Ikram.

Ikram menjelaskan, pembatalan ini bertujuan agar aspirasi dan keresahan mahasiswa bisa tersampaikan dengan baik tanpa terdistraksi oleh kerusuhan.

Baca Juga: Bukan Mahasiswa, Warga Ungkap Fakta Mengejutkan di Balik Kericuhan Bandung: Gerombolan Baju Hitam Pembuat Molotov!

BEM SI menilai, kondisi saat ini yang penuh dengan kericuhan dan penjarahan jauh dari harapan demonstrasi yang ingin mereka suarakan.

Namun, belum ada tanggal pasti kapan aksi ini akan kembali digelar. Ikram hanya menegaskan bahwa BEM SI akan kembali ke jalan ketika momentumnya sudah tepat.

Baca Juga: Meninggalnya Zetro Leonardo Purba Diplomat KBRI Lima Padahal Sedang Asyik Menikmati Pemandangan Peru Sambil Lakukan Ini

Rentetan Demo Penuh Kericuhan

Sebelum keputusan BEM SI ini, serangkaian demo telah mengguncang Indonesia. Pada 25 Agustus 2025, aksi protes terhadap tunjangan anggota DPR berubah menjadi kerusuhan.

Beberapa hari kemudian, tepatnya 28 Agustus, serikat buruh juga turun ke jalan dengan enam tuntutan utama, termasuk penolakan upah murah dan percepatan RUU Ketenagakerjaan.

Aksi buruh berlangsung damai, namun gelombang massa lain, termasuk mahasiswa dan pelajar, datang menuntut pembubaran DPR.

Baca Juga: Dedi Mulyadi Malah Menghilang? Unisba Unpas Diserang Gas Air Mata oleh Polisi hingga Mahasiswa Lakukan Hal Ini

Puncak dari eskalasi ini adalah tragedi yang terjadi di depan Gedung DPR/MPR. Kematian Affan Kurniawan, seorang pengemudi ojek online yang tewas terlindas kendaraan taktis Brimob, menyulut amarah publik.

Aksi protes pengemudi ojek online pun meluas ke berbagai daerah, memicu bentrokan yang makin memanas antara massa dan aparat.

Kendati demikian, aksi unjuk rasa pada 1 September 2025 yang melibatkan berbagai organisasi mahasiswa seperti GMNI, HMI, dan PMKRI, serta figur publik seperti Andovi Da Lopez dan Ge Pamungkas, berjalan dengan tertib.

Hal ini menunjukkan bahwa demonstrasi damai masih mungkin terjadi.

Baca Juga: Jam Tangan Mewah Sahroni Kembali dengan Cara Tak Wajar? Pelaku Penjarahan Jadi Sorotan

Menanti Aksi Berikutnya

Dengan pembatalan demo BEM SI hari ini, publik kini menunggu pergerakan mahasiswa selanjutnya.

Keputusan BEM SI untuk "mundur selangkah" menunjukkan strategi yang matang, di mana mereka memprioritaskan penyampaian aspirasi yang efektif daripada hanya sekadar menggelar aksi.

Akankah aksi BEM SI berikutnya menjadi titik balik untuk mengembalikan demonstrasi pada jalurnya yang damai dan konstruktif? Kita nantikan bersama (**)

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

S
Reporter
Saeful Anwar
Abdurahman