Banten

Dua RT di Kampung Pojok Terendam Banjir, 115 KK Terdampak

Irsyad Mohammad | 1 November 2025, 11:23 WIB
Dua RT di Kampung Pojok Terendam Banjir, 115 KK Terdampak

AKURAT BANTEN - Hujan deras yang mengguyur wilayah Kota Tangerang sejak Kamis (31/10/25) malam menyebabkan banjir merendam pemukiman warga di Kampung Pojok, Kelurahan Petir, Kecamatan Cipondoh. Sedikitnya dua RT di kawasan tersebut terendam air dengan ketinggian mencapai 60 sentimeter.

Yus Arif (77), warga RT 2 RW 6 Kampung Pojok, menuturkan air mulai naik sejak malam hingga dini hari dan baru mulai surut sedikit pada pagi hari.

"Sekarang ini banjir dari mulai semalam hujan dan terus bertambah sampai pagi subuh, dan sekarang udah mulai surut sedikit-sedikit. Ketinggiannya sekitar 60 cm," ujarnya, Sabtu (1/11/25).

Baca Juga: Bayar di Korea Selatan dengan QRIS Indonesia, Ini Target 2026 yang Bikin Bisnis di Banten Wajib Siap

Menurut Yus, banjir kali ini melanda sekitar 115 kepala keluarga di wilayah tersebut dan membuat sebagian warga terpaksa mengungsi.

"Sekarang ini cuma dua RT aja yang kena, RT 1 RW 7 sama RT 2 RW 6," katanya.

Ia menjelaskan, penyebab banjir diduga akibat adanya pendangkalan tanggul lebih tinggi dari pemukiman yang tidak mampu menahan debit air kiriman dari Kali Angke dan Kali Pojok.

Baca Juga: Drama Penangkapan Onad di Rumah Pribadi Mengagetkan Publik, Polisi Sebut Sang Artis sebagai Korban Penyalahgunaan Narkoba

"Penyebabnya ya termasuk tanggulnya aja, dari tanggul pada keluar air," ucapnya.

Yus menuturkan, ia terpaksa mengungsi ke rumah saudara karena rumahnya masih tergenang.

"Sekarang saya ngungsi di rumah sodara. Aktivitas terganggu karena banjir, kami berharap pemerintah bisa segera memperbaiki (pengerukan)," katanya.

Yus menambahkan, banjir di wilayahnya bukan hal baru. Sejak tahun 1996, hampir setiap lima tahun sekali kawasan tersebut dilanda banjir besar.

Baca Juga: Viral! Truk 'Misterius' Keluarkan Uap Dingin di Tengah Jalan Sumatera Utara, Warga Heboh: Jadi Studio Foto Dadakan yang Lebih Estetik

"Udah sembilan kali sejak tahun 1996, yang paling besar itu tahun 2020 sampai 2 meter. Kalau tahunan gak terlalu besar, tapi tetap aja banjir," jelasnya.

Ia menilai, upaya pemerintah selama ini masih sebatas pembersihan tanggul tanpa solusi permanen.

"Upaya dari pemerintah cuma sebatas pembersihan tanggul aja. Disini (kampung pojok) kan seperti mangkok, jadi banjir kiriman dari Kali Angke dan Kali Pojok," pungkasnya.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.