Aceh Tamiang Krisis Air Bersih: Warga Mandi Air Lumpur!

Viral di TikTok, warga Aceh Tamiang terpaksa gunakan air cokelat sisa banjir untuk mandi. 'Seperti kembali ke zaman dulu,' ujar warga. Simak potret krisis air bersih selengkapnya!
AKURAT BANTEN– Banjir bandang mungkin telah surut, namun duka warga Aceh Tamiang justru memasuki babak baru yang lebih pelik.
Bukan lagi soal lumpur yang masuk ke rumah, melainkan hilangnya hak dasar mereka atas air bersih.
Kini, untuk sekadar mandi dan mencuci, warga terpaksa menggunakan air kecokelatan yang jauh dari standar kesehatan.
Potret memprihatinkan ini mendadak viral setelah diunggah oleh akun TikTok @ayu miranda shop pada Senin (22/12/2025).
Video tersebut menjadi saksi bisu betapa nestapanya warga yang kini harus "berkawan" dengan air keruh demi bertahan hidup.
Sumur Darurat: Menyedot Sisa-Sisa Banjir
Pasokan air dari jaringan pipa terputus total. Akibatnya, warga tidak memiliki pilihan selain mengandalkan sumur-sumur darurat.
Ironisnya, air yang keluar dari sumur tersebut bukanlah air bening yang menyegarkan, melainkan air hasil resapan sungai yang masih pekat dengan material sisa banjir.
"Sumur ini menyedot air dari sungai," ujar seorang wanita dalam video tersebut dengan nada pasrah.
Meski secara kasat mata air tersebut tampak sangat keruh dan berlumpur, warga tetap mengantre.
Kebutuhan untuk membersihkan badan dan pakaian setelah berjibaku dengan sisa banjir menjadi prioritas yang tak bisa ditawar, meski taruhannya adalah kesehatan kulit dan sanitasi.
Baca Juga: Tumpang Pitu Membara Lagi: Warga Pesanggaran Kepung Petak 56, Tuding PT BSI Ingkar Janji!
"Seperti Kembali ke Zaman Dulu"
Krisis ini menciptakan pemandangan yang menyayat hati.
Warga terlihat berkumpul di beberapa titik sumur yang dianggap masih mampu mengeluarkan air.
Kualitas air yang buruk tidak lagi dipedulikan; yang penting ada air yang mengalir.
"Walaupun tidak jernih, tapi air ini sangat kita perlukan untuk mencuci baju, untuk mandi," lanjut wanita dalam unggahan tersebut.
Bagi masyarakat Aceh Tamiang, kondisi ini terasa seperti sebuah kemunduran besar.
Di tengah era modern, mereka merasa terlempar kembali ke masa di mana air bersih adalah kemewahan yang sulit digapai.
"Airnya memang tidak jernih, jadi seperti kembali ke zaman dulu," pungkasnya, menggambarkan betapa ironisnya kehidupan mereka saat ini.
Mengapa Ini Penting?
Potret di Aceh Tamiang ini adalah alarm keras bagi pemerintah dan instansi terkait.
Kebutuhan mendesak saat ini bukan hanya makanan instan, melainkan:
- Instalasi Penjernih Air Portabel: Untuk mengolah air keruh menjadi layak konsumsi.
- Mobil Tangki Air Bersih: Guna menyisir desa-desa yang akses airnya lumpuh total.
- Bantuan Medis: Antisipasi penyakit kulit dan pencernaan akibat penggunaan air tidak layak.
Kisah dari TikTok ini bukan sekadar konten media sosial, melainkan jeritan hati warga yang butuh uluran tangan segera.
Jangan biarkan saudara kita di Aceh Tamiang terus "terjebak di masa lalu" hanya karena sulitnya mengakses setetes air bersih (**)
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkini


Terpopuler
- 1Bukan Anies atau Ganjar, Zulhas Malah Diusulkan Jadi Pengganti Gibran, Siapa Pengusulnya?
- 220.980 Prajurit TNI AL Disiagakan di Jakarta, Dokumen Pengerahan Ini Bikin Publik Bertanya-tanya!
- 3Mahfud MD Bongkar Dampak Putusan MA soal Suket Gibran, Nasib Jabatan Wapres Jadi Sorotan
- 4Gibran Terancam Lengser, Relawan Jokowi Beri Peringatan Keras ke Prabowo
- 5Benyamin Davnie Resmi Jadi Ketua Dewan Penasehat Gerindra Tangsel, Siap Gaspol Konsolidasi Internal
- 6Tagihan Air Melonjak Hingga Rp2,3 Juta, Pelanggan Asal Cipondoh Ancam Laporkan Perumda Tirta Benteng ke Ombudsman
- 7Gibran Terancam Kehilangan Kursi Wapres? Pakar Hukum Minta DPR Segera Bertindak
- 8Komitmen DPAD Kota Tangerang: Ubah Perpustakaan Jadi Pusat Pemberdayaan dan Kreativitas Warga
- 9Terungkap Dugaan Motif Penyadapan Prabowo, Eks Kompolnas Singgung Kepentingan Politik Listyo Sigit
- 10Terungkap Dugaan Penyadapan Prabowo Lewat Sistem LIMS, Ada Apa dengan Listyo Sigit?




