Banten

Aceh Tamiang Krisis Air Bersih: Warga Mandi Air Lumpur!

Saeful Anwar | 23 Desember 2025, 17:01 WIB
Aceh Tamiang Krisis Air Bersih: Warga Mandi Air Lumpur!

  

Viral di TikTok, warga Aceh Tamiang terpaksa gunakan air cokelat sisa banjir untuk mandi. 'Seperti kembali ke zaman dulu,' ujar warga. Simak potret krisis air bersih selengkapnya! 

AKURAT BANTEN– Banjir bandang mungkin telah surut, namun duka warga Aceh Tamiang justru memasuki babak baru yang lebih pelik.

Bukan lagi soal lumpur yang masuk ke rumah, melainkan hilangnya hak dasar mereka atas air bersih.

Kini, untuk sekadar mandi dan mencuci, warga terpaksa menggunakan air kecokelatan yang jauh dari standar kesehatan.

Potret memprihatinkan ini mendadak viral setelah diunggah oleh akun TikTok @ayu miranda shop pada Senin (22/12/2025).

Video tersebut menjadi saksi bisu betapa nestapanya warga yang kini harus "berkawan" dengan air keruh demi bertahan hidup.

Baca Juga: Viral di TikTok! Jembatan Lumpuh Total, Warga Gunakan Sorot Lampu Mobil demi Bersihkan Sisa Banjir Aceh Tamiang.

Sumur Darurat: Menyedot Sisa-Sisa Banjir

Pasokan air dari jaringan pipa terputus total. Akibatnya, warga tidak memiliki pilihan selain mengandalkan sumur-sumur darurat.

Ironisnya, air yang keluar dari sumur tersebut bukanlah air bening yang menyegarkan, melainkan air hasil resapan sungai yang masih pekat dengan material sisa banjir.

"Sumur ini menyedot air dari sungai," ujar seorang wanita dalam video tersebut dengan nada pasrah.

Meski secara kasat mata air tersebut tampak sangat keruh dan berlumpur, warga tetap mengantre.

Kebutuhan untuk membersihkan badan dan pakaian setelah berjibaku dengan sisa banjir menjadi prioritas yang tak bisa ditawar, meski taruhannya adalah kesehatan kulit dan sanitasi.

Baca Juga: Tumpang Pitu Membara Lagi: Warga Pesanggaran Kepung Petak 56, Tuding PT BSI Ingkar Janji!

"Seperti Kembali ke Zaman Dulu"

Krisis ini menciptakan pemandangan yang menyayat hati.

Warga terlihat berkumpul di beberapa titik sumur yang dianggap masih mampu mengeluarkan air.

Kualitas air yang buruk tidak lagi dipedulikan; yang penting ada air yang mengalir.

"Walaupun tidak jernih, tapi air ini sangat kita perlukan untuk mencuci baju, untuk mandi," lanjut wanita dalam unggahan tersebut.

Bagi masyarakat Aceh Tamiang, kondisi ini terasa seperti sebuah kemunduran besar.

Di tengah era modern, mereka merasa terlempar kembali ke masa di mana air bersih adalah kemewahan yang sulit digapai.

"Airnya memang tidak jernih, jadi seperti kembali ke zaman dulu," pungkasnya, menggambarkan betapa ironisnya kehidupan mereka saat ini.

Baca Juga: Cuaca Ekstrem Mengancam Nataru, Menko AHY Siagakan 8 'Tugboat' di Merak: Jangan Nekat Tanpa Persiapan!

Mengapa Ini Penting?

Potret di Aceh Tamiang ini adalah alarm keras bagi pemerintah dan instansi terkait.

Kebutuhan mendesak saat ini bukan hanya makanan instan, melainkan:

  • Instalasi Penjernih Air Portabel: Untuk mengolah air keruh menjadi layak konsumsi.
  • Mobil Tangki Air Bersih: Guna menyisir desa-desa yang akses airnya lumpuh total.
  • Bantuan Medis: Antisipasi penyakit kulit dan pencernaan akibat penggunaan air tidak layak.

Kisah dari TikTok ini bukan sekadar konten media sosial, melainkan jeritan hati warga yang butuh uluran tangan segera.

Jangan biarkan saudara kita di Aceh Tamiang terus "terjebak di masa lalu" hanya karena sulitnya mengakses setetes air bersih (**) 

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

S
Reporter
Saeful Anwar
Abdurahman