Viral di TikTok! Jembatan Lumpuh Total, Warga Gunakan Sorot Lampu Mobil demi Bersihkan Sisa Banjir Aceh Tamiang.

AKURAT BANTEN– Di balik pekatnya malam dan sisa-sisa trauma banjir yang melanda Kabupaten Aceh Tamiang, sebuah pemandangan menyentuh hati tercipta di Desa Pematang Durian.
Bukan deru alat berat yang memecah kesunyian, melainkan suara cangkul dan teriakan penyemangat dari puluhan warga yang menolak menyerah pada keadaan.
Sebuah video yang diunggah oleh akun TikTok @penguin.fittinghope pada Senin (22/12/2025), mendadak menjadi sorotan netizen.
Video tersebut merekam aksi solidaritas tanpa batas warga setempat yang bahu-membahu membuka akses desa yang sempat lumpuh total akibat terjangan banjir.
Baca Juga: Tumpang Pitu Membara Lagi: Warga Pesanggaran Kepung Petak 56, Tuding PT BSI Ingkar Janji!
"Lampu Mobil Jadi Saksi Bisu"
Kondisi di lapangan jauh dari kata ideal. Tanpa bantuan alat berat yang tak kunjung tiba, warga memutuskan mengambil tindakan sendiri.
Lapisan lumpur tebal yang menyelimuti jembatan utama disingkirkan dengan alat seadanya dan tenaga manual.
Menariknya, karena hari sudah gelap dan minimnya infrastruktur penerangan, warga memutar otak agar pekerjaan tetap berjalan.
Mereka memarkirkan mobil-mobil pribadi menghadap jembatan, memanfaatkan sorot lampu kendaraan sebagai sumber cahaya utama.
"Desa Pematang Durian, gotong royong untuk jalan akses ke desa. Penerangan seadanya," ujar suara dalam video tersebut dengan nada penuh optimisme meski di tengah keterbatasan.
Urat Nadi yang Harus Kembali Berdenyut
Bagi masyarakat Pematang Durian, jembatan ini bukan sekadar beton biasa. Ia adalah urat nadi.
Selama jembatan tertutup lumpur, distribusi bantuan logistik dan mobilitas warga terhenti total.
Desa terancam terisolasi jika mereka hanya berpangku tangan menunggu bantuan pemerintah.
Meski tubuh nampak lelah, suasana gotong royong itu justru jauh dari kesan suram.
Sesekali terdengar gelak tawa dan teriakan penyemangat yang memecah keheningan malam, membuktikan bahwa semangat kebersamaan jauh lebih kuat daripada bencana itu sendiri.
Pelajaran dari Pematang Durian
Aksi warga ini menjadi pengingat kuat di akhir tahun 2025 ini, bahwa kekuatan terbesar bangsa ini terletak pada gotong royong.
Di saat alam sedang tidak bersahabat, warga Pematang Durian membuktikan bahwa cahaya harapan bisa datang dari mana saja—bahkan dari sorot lampu mobil di tengah tumpukan lumpur.
Kini, warga berharap akses tersebut bisa segera bersih 100% sehingga aktivitas ekonomi dan distribusi bantuan bisa kembali normal.
Perjuangan mereka adalah bukti nyata bahwa keterbatasan alat bukanlah penghalang untuk bangkit dari keterpurukan (**)
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Saran Prof Jimly untuk Denny Indrayana, Bawa Nama Ganjar hingga Mahfud Soal Ijazah Gibran, Ada Apa?
- 2Keceplosan Soal 'Pasal Selundupan' untuk Gibran? Komisioner KPU Dicecar Hakim MK, Jawabannya Jadi Sorotan
- 3Prabowo Disebut Tak Lagi dengan Gibran di 2029, 3 Nama Ini Mulai Muncul sebagai Pengganti
- 4Gatot Nurmantyo Yakin Gugatan Gibran Bakal Ditolak MK, Lalu Singgung Skenario Politik Berikutnya
- 5Gugatan Pendidikan Gibran Masuk MK, Sikap 7 Partai Pengusung Kini Jadi Sorotan
- 6MK Didesak Buka Tahap Pembuktian Gugatan Denny Indrayana soal Ijazah Gibran, Apa yang Dipersoalkan?
- 7Cawapres Prabowo 2029 Mulai Terbaca, Nama Dedi Mulyadi hingga AHY Masuk Hitungan
- 8Mahfud MD Bongkar Peta Pilpres 2029, 'Posisi Prabowo Bikin Lawan Harus Berhitung'
- 9Dedi Mulyadi Disebut Bisa Jadi Cawapres Prabowo 2029, Syarat Politik Ini Jadi Sorotan
- 10Mahfud MD Bongkar Peta Pilpres 2029, 'Posisi Prabowo Bikin Lawan Harus Berhitung'










