Banten

Rupiah Melemah Dipicu Turunnya Cadangan Devisa, BI Lakukan Intervensi Pasar

Moehamad Dheny Permana | 9 Agustus 2025, 15:34 WIB
Rupiah Melemah Dipicu Turunnya Cadangan Devisa, BI Lakukan Intervensi Pasar

Akurat Banten - Pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat pada pekan ini dipengaruhi oleh penurunan posisi cadangan devisa Indonesia yang tercatat menurun pada akhir Juli 2025.

Menurut Research and Development Indonesia Commodity and Derivatives Exchange (ICDX), Taufan Dimas, cadangan devisa atau cadev Indonesia pada Juli 2025 mencapai 152 miliar dolar AS, turun dari posisi Juni yang sebesar 152,6 miliar dolar AS.

“Penurunan ini sebagian besar dipicu oleh kebutuhan pembayaran utang luar negeri pemerintah serta intervensi Bank Indonesia (BI) di pasar valuta asing,” ujar Taufan Dimas.

Meski demikian, Taufan menilai bahwa persepsi terhadap kestabilan makroekonomi Indonesia tetap kuat, yang berperan dalam menopang nilai tukar rupiah.

Komitmen Bank Indonesia untuk menjaga stabilitas kurs rupiah juga tampak dari berbagai langkah intervensi yang dilakukan, baik melalui pasar spot maupun instrumen Domestic Non-Deliverable Forward (DNDF).

Baca Juga: Tragis, Seorang Pria Meninggal Terlindas Bus di Jalan Pengeran Tubagus Angke, Tambora

Dari sisi global, pelemahan rupiah turut dipengaruhi oleh penguatan dolar AS secara teknikal.

Setelah sempat terkoreksi hampir 0,7 persen selama sepekan akibat ekspektasi pelonggaran kebijakan suku bunga The Fed yang muncul usai data ketenagakerjaan dan sektor jasa AS melemah, dolar AS kembali menguat secara terbatas.

“Rupiah hari ini bergerak di kisaran Rp16.280 hingga Rp16.330 per dolar AS, dengan pergerakan yang masih dipengaruhi oleh dinamika eksternal, terutama terkait ekspektasi kebijakan moneter The Fed dan aliran modal global,” jelas Taufan.

Pada penutupan perdagangan Jumat di Jakarta, rupiah tercatat melemah tipis sebesar 6 poin atau 0,04 persen menjadi Rp16.293 per dolar AS, dari posisi sebelumnya Rp16.287 per dolar AS.

Namun, berbeda dengan pasar spot, kurs Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR) Bank Indonesia justru menunjukkan penguatan, naik ke level Rp16.299 per dolar AS dari posisi sebelumnya Rp16.312 per dolar AS.

Perbedaan pergerakan ini menunjukkan adanya fluktuasi yang masih dipengaruhi oleh berbagai sentimen baik dari dalam maupun luar negeri.

Baca Juga: Pencuri Motor Bersenjata di Cengkareng Ditangkap Setelah Aksi Brutalnya Viral

Bank Indonesia terus memantau perkembangan pasar dan melakukan intervensi strategis demi menjaga stabilitas nilai tukar, yang dianggap krusial dalam mendukung perekonomian nasional.

Taufan menambahkan, “Meskipun ada tekanan dari eksternal, secara fundamental kondisi ekonomi Indonesia masih cukup solid sehingga dapat menopang rupiah.”

Ia juga menekankan pentingnya menjaga kewaspadaan terhadap perkembangan kebijakan moneter global yang berpotensi memberi dampak pada nilai tukar.

Dengan kondisi ini, pelaku pasar diimbau untuk terus memperhatikan sentimen global dan langkah kebijakan yang diambil oleh Bank Indonesia guna menjaga kestabilan mata uang domestik di tengah ketidakpastian ekonomi dunia.***

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.