Penumpukan Sampah Makin Meluas di Tangsel, Diduga Imbas Penutupan Sementara TPA Cipeucang

AKURAT BANTEN - Sejumlah ruas jalan di Kota Tangerang Selatan (Tangsel) pada Rabu (10/12/2025) dipenuhi tumpukan sampah yang dibiarkan menumpuk sejak siang hari. Kondisi ini menimbulkan keluhan warga karena bau tidak sedap yang mulai mengganggu aktivitas masyarakat.
Mulai sekitar pukul 12.00 WIB, sampah dalam plastik dan karung terlihat menggunung di depan Pasar Serpong.
Dari pantauan di lokasi, sampah organik mendominasi tumpukan yang tersusun memanjang di sisi jalan hingga aroma busuk menyebar ke area pasar.
Pemandangan serupa juga terlihat di dekat tugu selamat datang Kota Tangsel. Di titik tersebut, sampah tampak dibuang sembarangan oleh warga maupun pengendara, sementara tidak terlihat ada upaya pengangkutan oleh petugas kebersihan.
Kondisi yang paling mencolok terjadi di kawasan Ciputat, terutama di depan Pasar Cimanggis.
Sepanjang sekitar 50 meter area jalan dipenuhi sampah setinggi hampir 50 sentimeter, menjadikan kawasan itu salah satu titik paling parah.
Baca Juga: DPRD Ultimatum Si Benteng: Tanpa Perbaikan, Subsidi Rp3 Miliar per Bulan Dihentikan 2027
Informasi yang beredar menyebutkan, penumpukan sampah ini berkaitan dengan penghentian sementara operasional pembuangan ke TPA Cipeucang.
Infrastruktur di kawasan TPA disebut sedang dibenahi sehingga aktivitas pembuangan terpaksa dihentikan sementara.
"Tumpukan sampah sudah dari kemaren, cuma gak tahu sudah tiga hari ini gak diangkut," ujar Eko, pedagang di Pasar Serpong.
Keluhan juga disampaikan pengguna jalan, salah satunya Wahyudi di kawasan Serpong Utara. Ia mengaku terganggu saat melintas akibat bau menyengat dari tumpukan sampah.
Baca Juga: Tragedi di Balik Presisi: Drone Canggih Petakan Sawit Sumatera, Tapi Gagal Petakan Pintu Darurat!
"Lumayan terganggu sih, karena kan bau ya," katanya.
Selain itu, beredar pesan berantai di grup WhatsApp warga Bakti Jaya, Kecamatan Setu, yang menyebutkan bahwa TPA Cipeucang ditutup selama sepekan untuk proses perapihan.
Dalam pesan tersebut, warga diminta menyiapkan polybag besar sebagai penampungan sampah sementara di rumah masing-masing.
"Tolong di infokan ke warga agar menyediakan polybag ukuran besar untuk penampungan sementara sampai TPA-nya dibuka kembali," demikian bunyi pesan tersebut.
Baca Juga: Bupati Lebak Buka Gemuruh Lebak Ruhay, Tegaskan Layanan Publik Berkelas dan Komitmen Kerukunan
Sampai berita ini dimuat, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Tangsel belum memberikan penjelasan resmi. Jurnalis telah berupaya meminta konfirmasi kepada Sekretaris DLH Tangsel, Hadi Widodo, melalui pesan WhatsApp, namun belum mendapat respons lebih dari satu jam setelah pesan dikirim. (*******)
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini









