Banten

Gus Ipul Latih 300 Guru Sekolah Rakyat, Perkuat Pelaporan Harian dan Integritas Kerja

David Amanda | 26 Februari 2026, 13:36 WIB
Gus Ipul Latih 300 Guru Sekolah Rakyat, Perkuat Pelaporan Harian dan Integritas Kerja
Menteri Sosial Gus Ipul Latih Sebanyak 300 Guru Sekolah Rakyat

AKURAT BANTEN - Sebanyak 300 guru Sekolah Rakyat dari berbagai daerah di Indonesia mengikuti pelatihan penyusunan Sasaran Kinerja Pegawai (SKP) dan sistem pelaporan harian secara daring. Kegiatan ini menjadi langkah awal pemerintah dalam memperkuat tata kelola dan budaya kerja di lingkungan Sekolah Rakyat.

Menteri Sosial, Saifullah Yusuf atau yang akrab disapa Gus Ipul, menegaskan bahwa pelatihan ini bertujuan membangun profesionalisme sekaligus integritas para tenaga pendidik.

"Ya, ini dalam rangka untuk memperkuat kinerja kepala sekolah ya, bagaimana mereka bikin pelaporan-pelaporan harian tentang perkembangan siswa Sekolah Rakyat. Kemudian diukur dampaknya ke depan, impact-nya, ya, di mana ini adalah satu hal yang sebenarnya membangun budaya kerja dan sekaligus membangun integritas," ujar Gus Ipul.

Baca Juga: Petugas Damkar Diteror Hingga Dirumah usai Bagikan Konten Fungsi Helm

Dari total lebih dari 2.000 guru Sekolah Rakyat yang tersebar di 166 titik di seluruh Indonesia, pelatihan tahap pertama ini diikuti oleh 300 guru sebagai perwakilan.

"Dari seluruh Indonesia, perwakilan guru-guru Sekolah Rakyat. Kan guru-guru Sekolah Rakyat itu lebih dari 2.000, ini untuk kesempatan pertama ada 300 guru-guru Sekolah Rakyat," katanya.

Gus Ipul menjelaskan, secara kompetensi tidak ada perbedaan mendasar antara guru Sekolah Rakyat dengan guru di sekolah negeri maupun swasta.

Namun, guru Sekolah Rakyat melalui proses seleksi ketat bersama Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah serta kementerian terkait lainnya.

Baca Juga: Guru Honorer di Probolinggo Jadi Tersangka karena Rangkap Pekerjaan, DPR Soroti Penegakan Hukum

"Ya sebenarnya sama ya, cuma guru-guru Sekolah Rakyat itu diseleksi secara ketat bersama Kementerian Pendidikan Dasar Menengah dan juga beberapa lagi kementerian terkait dari mereka yang telah memiliki PPG, Pendidikan Profesi Guru. Jadi yang bisa seleksi ini adalah guru-guru yang telah mengikuti PPG," jelasnya.

Secara kelembagaan, Sekolah Rakyat berada di bawah Kementerian Sosial dan didampingi Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah.

Kurikulum yang digunakan tetap mengacu pada kurikulum formal nasional, namun dengan konsep berasrama (boarding school).

"Sama. Jadi ada kurikulum sekolah formal biasa, cuma ini kan boarding ya. Jadi ada school-nya, ada boarding-nya. Jadi kalau yang sore itu pendidikan karakternya, seperti di pondok pesantren gitulah," ungkapnya.

Baca Juga: Innalillahi, Alex Noerdin Mantan Gubernur Sumatera Selatan Meninggal, Simak Perjalanan Hidupnya

Terkait pengembangan di wilayah Tangerang Selatan, Gus Ipul memastikan akan ada penambahan kuota siswa setelah pembangunan gedung permanen rampung. Saat ini, kegiatan belajar masih memanfaatkan gedung sementara.

"Ya nanti kalau gedungnya sudah jadi, ya pasti ada penambahan. Jadi kita nerima sekitar 300 siswa; 100 SD, 100 SMP, 100 SMA. Gedung Tangerang ikut ya, Tangerang Selatan sudah ada gedungnya, ada. Jadi ada gedung permanen, kalau sekarang ini kan gedung sementara," tuturnya.

Ia juga mengakui bahwa kebutuhan guru Sekolah Rakyat secara nasional belum sepenuhnya terpenuhi.

"Oh belum, belum semua tercukupi, tapi insyaallah seiring waktu nanti insyaallah pelan-pelan akan kita cukupi semua," katanya.

Baca Juga: Bukan Rp15 Ribu! Badan Gizi Nasional Bongkar Anggaran Asli Makan Gratis: Ternyata Cuma Segini!

Melalui pelatihan ini, para guru diharapkan mampu bekerja lebih profesional dengan sistem pelaporan berbasis daring yang terintegrasi.

"Ya mereka lebih, lebih apa bisa bekerja dengan baik ya. Baik itu artinya profesional, kemudian ada budaya kerja, sekaligus membangun integritas. Integritas itu kan pada dasarnya mereka memang melakukan sesuatu secara profesional, ada orang atau tidak ada orang, diawasi atau tidak diawasi," tegas Gus Ipul.

Pelatihan akan dilanjutkan dalam beberapa gelombang untuk menjangkau sekitar 1.700 guru lainnya, dengan lokasi yang akan disesuaikan dengan situasi dan keputusan panitia.

"Oh nanti akan mungkin ada waktunya ya, ada gelombang kedua, ketiga. Ya lihat situasinya (Lokasi kegiatan), mungkin bisa saja di Surabaya atau di mana, tergantung panitia nanti ya," tandasnya.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.