Trauma Chindo Menyebut Nama Anies Baswedan, Ingatkan Kerusuhan Rasial

AKURAT BANTEN - Pilkada DKI Jakarta yang melambungkan nama Anies Baswedan hingga menjadi Gubernur DKI menyisakan trauma.
Saat itu, Anies Baswedan berdiri di atas politik agama yang kejam, hingga menyebabkan rawannya konflik rasial.
Para Chindo yang banyak tinggal di Jakarta pun ketakutan. Apalagi, mereka punya pengalaman yang membekas pada tahun 1998.
Baca Juga: Kejari Jakarta Pusat Tetapkan 2 Tersangka Baru Korupsi Gula
Trauma mendalam ini dirasakan langsung oleh Awi Chin. Melalui akun X miliknya @AdorkableRacer, dia mengaku sangat trauma.
"Mau Anies sebagus apapun, waktu Pilkada Jakarta itu traumatic experience banget. It just triggered kejadian 98," katanya, dikutip Akurat Banten, Rabu (22/11/2023).
Menurutnya, pribumi tidak akan merasakan trauma hebat ini. Karena yang banyak menjadi sasaran dari kerusuhan rasial adalah Chindo.
"Kalian yang bukan Chindo gak akan tahu betapa cemasnya tiap hari takut ada pecah kerusuhan rasial lagi," ungkapnya.
Baca Juga: SKOR AKHIR: 1-2 Inggris Menangis, KEOK Lawan Uzbekistan
Senada diungkapkan Elisa @elisa_jkt. Dia mengaku, dirinya seorang Tionghoa dan menjadi saksi atas peristiwa penembakan Trisakti 1998.
"Saya Tionghoa, ada di Untar saat penembakan mahasiswa Trisakti depan kampus, 12 Mei 1998. Ada di Grogol 13 Mei saat kerusuhan pertama merebak, dan 14 Mei cuma 500 meter dari 2 pasar yang dijarah dan dibakar," sambungnya.
Dirinya pun mengaku masih trauma dengan kerusuhan rasial itu. Apalagi saat melihat penggusuran paksa.
Baca Juga: Mahasiswa Elisabeth International Bali Ditemukan Tewas, Kamar Kos Dipenuhi Lalat Hijau dan Bau Busuk
"Trauma saya terkini adalah melihat penggusuran paksa di 4 kampung tahun 2015-6," ungkapnya.
Lain lagi dengan Koko Busa | Kerja di Pabrik Busa @koko_busa. Dia mengaku, Pilkada DKI Jakarta saat itu merupakan polkada paling suram yang dirasakannya di DKI Jakarta.
"Karena saat pilkada waktu itu, ada trauma yang terangkat. Tgl 4/11, ada kerumunan rusuh mulai dari daerah Pakin Jakarta Utara. Menjarah dan bentrok sama polisi," bebernya.
Baca Juga: SIFAT-SIFAT Orang Yahudi menurut Al-Quran, Kaum Muslimin Wajib Paham!
Dirinya pun berterima kasih kepada Kapolri yang bergerak cepat melakukan antisipasi kerusuhan meluas hingga menjadi kerusuhan rasial seperti yang terjadi pada 1998.
"Untungnya Pak Tito cukup ahli soal ini, jadi pasukannya tidak ada yang open fire. Salah dikit aja, bisa rame kayak Mei 98," tukasnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkini


Terpopuler
- 1Bukan Anies atau Ganjar, Zulhas Malah Diusulkan Jadi Pengganti Gibran, Siapa Pengusulnya?
- 220.980 Prajurit TNI AL Disiagakan di Jakarta, Dokumen Pengerahan Ini Bikin Publik Bertanya-tanya!
- 3Mahfud MD Bongkar Dampak Putusan MA soal Suket Gibran, Nasib Jabatan Wapres Jadi Sorotan
- 4Gibran Terancam Lengser, Relawan Jokowi Beri Peringatan Keras ke Prabowo
- 5Benyamin Davnie Resmi Jadi Ketua Dewan Penasehat Gerindra Tangsel, Siap Gaspol Konsolidasi Internal
- 6Tagihan Air Melonjak Hingga Rp2,3 Juta, Pelanggan Asal Cipondoh Ancam Laporkan Perumda Tirta Benteng ke Ombudsman
- 7Gibran Terancam Kehilangan Kursi Wapres? Pakar Hukum Minta DPR Segera Bertindak
- 8Komitmen DPAD Kota Tangerang: Ubah Perpustakaan Jadi Pusat Pemberdayaan dan Kreativitas Warga
- 9Terungkap Dugaan Motif Penyadapan Prabowo, Eks Kompolnas Singgung Kepentingan Politik Listyo Sigit
- 10Terungkap Dugaan Penyadapan Prabowo Lewat Sistem LIMS, Ada Apa dengan Listyo Sigit?



