Banten

Lulusan SMK Penyumbang Pengangguran Terbanyak di Banten, Ini Komentar Kepala KCD Lebak

Ratu Tiarasari | 26 Januari 2024, 16:23 WIB
Lulusan SMK Penyumbang Pengangguran Terbanyak di Banten, Ini Komentar Kepala KCD Lebak

AKURAT BANTEN - Dinas Pendidikan dan Kebudayaan mempunyai tugas membantu gubernur melaksanakan urusan pemerintah di bidang pendidikan, kebudayaan yang jadi kewenangan daerah dan tugas pembantuan yang ditugaskan kepala daerah.

Di Provinsi Banten terdapat sejumlah permasalahan terkait pendidikan. Salah satu di antaranya itu banyak lulusan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) yang jadi pengangguran.

Badan Pusat Statistik menyebut, lulusan SMK menjadi penyumbang angka pengangguran paling terbanyak di Provinsi Banten dengan angka 11,91 persen dari 448.430 orang.

Baca Juga: Temuan Mayat Pria di Kosan Hebohkan Ciputat, Polisi Cek TKP

Sejumlah pihak menilai persoalan ini adalah persoalan serius yang harus ditangani karena pengangguran sangat dekat dengan kemiskinan.

Kepala Kantor Cabang Dindikbud Lebak, Gugun Nugraha mengatakan, diperlukan keterlibatan pihak terkait untuk menekan angka pengangguran setelah anak lulus SMA dan SMK.

Gugun tidak menampik, bila sebagian besar siswa memilih SMK bertujuan agar lebih cepat mendapat pekerjaan setelah lulus. Dengan kompoisi belajar praktek lebih banyak dibangku sekolah, membuat lulusan siap kerja.

"Pengangguran ini menjadi tanggung jawab semua pihak terkait, sesuai kejuruan yang didukung dengan berbagai kompetensi yang telah dimiliki, Jumat (26/1/2024). 

Diungkapkan Gugun, persaingan di dunia kerja yang semakin ketat membuat peningkatan kualifikasi diri menjadi sangat penting.

Baca Juga: Anggota Komisi lV DPRD Banten Soroti Kejadian Bau Gas Kimia PT CAP, Gombong : Dampaknya Dari Gas Itu Akan Meracuni Warga

Untuk itu jelas Gugun, perlu ada komposisi sebagai bagian dari terobosan agar lulusan SMA, SMK di Lebak ini siap kerja.

"Ada ribuan lulusan SMA dan SMK tahun 2023. Saya sudah melakukan komunikasi sama Disnakertrans dan Disbudpar. Selain itu, untuk menekan pengguran kami juga melakukan terobosan dibidang pertanian. Komposisi ini kami tekankan karena Lebak memiliki potensi besar dibidang pertanian," ungkapnya.

"Bekerja tidak harus di perkantoran dan pabrik saja tapi bisa memanfaatkan lahan pertanian yang ada. Tinggal kemauan sesuai keahliannya, iya kan," imbuhnya.

Sebelumnya, Kepala Dinas Ketenagakerjaan dan Transmigrasi Kabupaten Lebak, Maman SP, tidak menampik bila pengangguran dan kemiskinan terus menjadi isu nasional.

Sebab kata dia, pengangguran memiliki hubungan yang sangat erat dalam masyarakat. Karena dengan meningkatnya pengangguran maka secara otomatis tingkat kemiskinan di negeri ini juga akan meningkat.

Maman juga mengiyakan, jika pemerintah sebagai pemegang otoritas kebijakan diharapkan mampu berperan dalam mengatasi masalah pengangguran dan kemiskinan.

"Nah kami di Disnaker Lebak ini memiliki anggaran yang minimalis tapi bekerja harus maksimal. Namun begitu, kami tetap berjalan melaksanakan tugas dan kewenangan melayani masyarakat," kata Maman SP, Rabu (17/1/2024) kepada Akurat Banten.

Untuk diketahui, sejumlah sumber mengatakan, kesejahteraan makin menurun karena menganggur, kondisi tersebut tentu akan meningkatkan peluang mereka terjebak dalam kemiskinan karena tidak memiliki pendapatan.

Kondisi yang menjadi isu nasional, dinilai sejumlah kalangan masyarakat itu sebab akibat dari kebijakan pemerintah yang timpang dan tidak mengedepankan program yang prioritas dan skala prioritas.

Sebagai pemegang otoritas kebijakan, pemerintah diharapkan mampu berperan mengatasi masalah pengangguran dan kemiskinan.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.