Banten

Anggota Komisi lV DPRD Banten Soroti Kejadian Bau Gas Kimia PT CAP, Gombong : Dampaknya Dari Gas Itu Akan Meracuni Warga

Irsyad Mohammad | 26 Januari 2024, 08:41 WIB
Anggota Komisi lV DPRD Banten Soroti Kejadian Bau Gas Kimia PT CAP, Gombong : Dampaknya Dari Gas Itu Akan Meracuni Warga

AKURAT BANTEN - PT Chandra Asri Pacific yang telah melakukan pembuangan gas ke cerobong atau flaring dengan cara dibakar membuat banyak masyarakat terdampak mengalami mual dan pusing. Kamis (25/1/24)

Akibatnya hal tersebut ditanggapi oleh berbagai pihak baik aktivis lingkungan dan dari Parlemen.

Gombong R Sumedi Anggota Komisi lV DPRD Provinsi Banten tanggapi kejadian bau gas kimia yang terjadi di PT Chandra Asri Pacifik beberapa waktu lalu.

Menurutnya, sisa hasil produksi pada perusahaan kimia memang harus dibakar, akan tetapi ada proses yang harus dipastikan sebelum melakukan hal tersebut.

Sebab, kejadian yang dikhawatirkan adalah ketika terjadi proses gagalnya pembakaran akibat api yang tidak stabil yang membuat gas tersebut menjadi racun jika terhirup.

"Kalau tidak terbakar memang dampaknya dari gas itu akan meracuni warga," katanya.

Mendengar informasi yang terjadi kepada masyarakat beberapa waktu lalu akibat menghirup udara yang berbau kimia.

Gembong menduga hal tersebut karena adanya kegagalan saat mebakar atau flaring sisa produksi di PT Chandra Asri Pacifik.

"Mungkin gas nya bocor tidak melalui flairing. Mungkin ada pipa yang bocor hingga menyebar ke warga, atau itu bisa jadi gagal bakar," cetusnya.

Seharusnya kata Gembong, untuk meminimalisir kejadian pihak perusahaan memberitahukan terlebih dahulu kepada masyarakat sebelum melakukan flaring, hal itu dimaksudkan agar masyarakat bersiap ketika terjadi gagal pembakaran.

"Harusnya begitu (Memberitahukan warga) jadi prosedur nya ketika nanti ada apa-apa tidak kaget, minimal masyarakat bersiap-siap," cetusnya.

Oleh karena itu, ia menyayangkan aksi perusahaan kimia terbesar yang tidak meminimalisir reaiko sehingga banyak masyarakat yang mengalami dampak buruk dari hal tersebut.

"Bisa saja itu dikatakan lalai, namanya di pabrik, kejadian itu tidak diduga, meskipun proses kebocoran itu enggak ujug-ujug, tapi kan ada pemeriksaan terlebih dahulu sebelum berproses, harusnya begitu," tukasnya.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.