Benarkah Puasa Rajab Tak Ada Dalilnya? Ustadz Adi Hidayat Ungkap Fakta Penting Ini

AKURAT BANTEN - Bulan Rajab menjadi salah satu bulan yang memiliki kedudukan istimewa dalam kalender Islam.
Rajab termasuk dalam empat bulan haram (asyhurul hurum) yang dimuliakan Allah SWT, bersama Dzulqa’dah, Dzulhijjah, dan Muharram.
Pada bulan-bulan ini, umat Islam dianjurkan untuk memperbanyak amal kebaikan serta menjauhi perbuatan dosa.
Baca Juga: Jangan Lewatkan Doa Mustajab Saat Masuk Bulan Rajab, Amalkan Sore Ini Minggu 21 Desember 2025
Secara historis dan spiritual, bulan Rajab juga dikenal sebagai pintu pembuka menuju Ramadan.
Banyak ulama menyebut Rajab sebagai bulan persiapan, Sya’ban sebagai bulan pemantapan, dan Ramadan sebagai bulan puncak ibadah.
Karena itu, semangat beribadah umat Islam biasanya mulai meningkat sejak memasuki bulan Rajab.
Namun, di tengah semangat tersebut, muncul pertanyaan yang kerap diperdebatkan: apakah puasa di bulan Rajab memiliki dalil langsung dari Nabi Muhammad SAW?
Pertanyaan ini dijawab oleh Ustadz Adi Hidayat dalam sebuah ceramah yang dikutip dari cuplikan video YouTube akun MuhajirinChannel60, dilansir pada Minggu, 21 Desember 2025.
Baca Juga: Siap-siap Bulan Rajab 1447 H Segera Tiba, Ini Daftar Puasa dan Doa Mustajab yang Wajib Diketahui.
Ustadz Adi menjelaskan bahwa memang tidak terdapat hadis sahih yang secara khusus menyebut istilah “puasa Rajab” sebagaimana puasa Ramadan atau puasa Arafah.
Namun, hal tersebut tidak serta-merta menjadikan puasa di bulan Rajab sebagai amalan tanpa dasar.
“Betul, tidak disebutkan secara spesifik puasa Rajab. Tapi Nabi sangat mencintai puasa di bulan-bulan haram di luar Ramadan,” jelas Ustadz Adi Hidayat.
Rajab sendiri termasuk dalam kategori bulan haram. Artinya, puasa yang dilakukan di bulan ini masuk dalam keumuman anjuran puasa sunnah di bulan-bulan yang dimuliakan oleh Allah SWT.
Lebih jauh, Ustadz Adi Hidayat mengungkap alasan mengapa puasa menjadi amalan yang sangat ditekankan.
Menurutnya, puasa memiliki keistimewaan dibanding ibadah lainnya karena efeknya yang langsung terasa dalam pembentukan akhlak.
“Puasa itu satu-satunya amalan yang ketika dikerjakan, otomatis meningkatkan yang makruf dan mencegah yang mungkar,” ujarnya.
Ia menegaskan, orang yang terbiasa berpuasa akan lebih mudah mengendalikan hawa nafsu.
Dari kebiasaan tersebut, secara perlahan akan terbentuk karakter seorang Muslim yang tidak gemar melakukan maksiat.
“Kalau seseorang rajin puasa, Insyaallah akan terbentuk menjadi pribadi yang tidak senang bermaksiat,” tegasnya.
Dari penjelasan tersebut, dapat disimpulkan bahwa puasa di bulan Rajab bukanlah ibadah yang berdiri sendiri dengan dalil khusus, melainkan bagian dari puasa sunnah di bulan-bulan haram yang dicintai Rasulullah SAW.
Dengan memahami hal ini, umat Islam diharapkan tidak lagi ragu untuk memperbanyak ibadah di bulan Rajab, khususnya puasa sunnah, sebagai langkah awal mempersiapkan diri secara spiritual menuju datangnya bulan suci Ramadan.***
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini


Terpopuler
- 1Bukan Anies atau Ganjar, Zulhas Malah Diusulkan Jadi Pengganti Gibran, Siapa Pengusulnya?
- 2MA Batalkan Suket Ijazah Gibran, Mahfud MD Tegaskan Harus Diproses Pidana: 'Sudah Jelas!'
- 3Mahfud MD Bongkar Dampak Putusan MA soal Suket Gibran, Nasib Jabatan Wapres Jadi Sorotan
- 4Lionel Messi Lolos dari Hukuman Skorsing MLS, Ini Aturan Khusus yang Menyelamatkannya
- 5Amankan Terduga Pelaku Curanmor, Polsek Kelapa Dua Sita Kunci T Hingga Sajam
- 6Benyamin Davnie Resmi Jadi Ketua Dewan Penasehat Gerindra Tangsel, Siap Gaspol Konsolidasi Internal
- 7Chelsea Bikin MU Makin Merana, Setan Merah Terancam Terjerumus ke Jurang Degradasi!
- 8Cole Palmer Bikin Sejarah! Cetak Gol ke-50, Kini Sejajar dengan Legenda Chelsea Frank Lampard
- 9Akbar Faizal Sentil Jokowi soal Gibran, Pesannya Menohok, 'Berjiwa Besarlah'
- 10Gibran Terancam Lengser, Relawan Jokowi Beri Peringatan Keras ke Prabowo








