Banten

Tak Minta Uang ataupun Mainan, Bocah di Aceh Bikin Haru Relawan Gegara Cuma Minta Sajadah untuk Ibunya

Andi Syafrani | 21 Desember 2025, 14:23 WIB
Tak Minta Uang ataupun Mainan, Bocah di Aceh Bikin Haru Relawan Gegara Cuma Minta Sajadah untuk Ibunya

AKURAT BANTEN - Di tengah keterbatasan hidup di lokasi pengungsian pascabanjir bandang di Sumatera, sebuah permintaan sederhana dari seorang anak pengungsi Aceh menyentuh hati banyak orang. Bocah laki-laki itu tidak meminta uang, makanan tambahan, atau mainan, melainkan sebuah sajadah untuk ibunya agar bisa menunaikan salat.

Momen tersebut terekam dalam sebuah video yang kemudian beredar luas di media sosial. Video itu diunggah oleh akun TikTok @berkahyatimcom pada Sabtu, 20 Desember 2025, saat relawan tengah membagikan bantuan kepada para pengungsi banjir.

Baca Juga: Di Tengah Puing Banjir Aceh, Anak-Anak Titip Pesan Harapan ke Presiden Prabowo: 'Minta Sepatu Boot Karena Sering Injak Paku'

Dalam rekaman itu, anak berkaos kuning tampak berdiri dengan wajah polos sambil menyampaikan permintaannya kepada relawan. Ia menyebut sajadah tersebut bukan untuk dirinya, melainkan khusus untuk sang ibu yang kehilangan perlengkapan ibadah akibat banjir.

“Bukan uang atau mainan, yang adek ini minta cuma sajadah buat salat sama ibunya,” tulis relawan dalam keterangan video tersebut.

Anak itu kemudian bercerita bahwa sajadah yang biasa digunakan ibunya telah hanyut terbawa arus banjir bandang yang merusak rumah mereka. Sejak saat itu, ibunya tak lagi memiliki alas untuk beribadah.

Baca Juga: Tekan Risiko Kecelakaan: Kemenhub Buka Mudik Gratis Nataru untuk Puluhan Ribu Pemudik, Cek Cara Daftarnya!

“Minta sajadah, buat mama salat. Di rumah sajadahnya nggak ada, udah hanyut,” ucap bocah itu dengan suara lirih.

Tak hanya kehilangan perlengkapan ibadah, banjir juga memutus akses pendidikannya. Ia mengaku sekolah tempatnya belajar rusak parah akibat terjangan air bah, sehingga kegiatan belajar terhenti sementara.

“Udah nggak sekolah, karena sekolahnya hancur. Seragamnya masih ada,” lanjutnya.

Permintaan sederhana itu akhirnya dipenuhi relawan. Anak tersebut menerima sebuah sajadah berwarna biru, lalu mengucapkan terima kasih dengan nada pelan yang justru membuat suasana semakin haru.

Baca Juga: Warga Aceh Tamiang Murka! Dugaan Tebang Pilih Kayu Sisa Banjir Picu Protes Keras

“Makasih ya bu,” katanya sambil menundukkan kepala.

Sikap anak itu langsung menuai respons emosional dari warganet. Banyak yang mengaku terenyuh karena di tengah kondisi sulit, bocah tersebut masih memikirkan kebutuhan ibadah ibunya, bukan hal-hal yang bersifat materi.

“Memang pantas disebut Serambi Mekah, di kondisi apa pun mereka tetap ingat Allah,” tulis salah satu warganet. Komentar lain menyebut, “Yang diminta mereka nggak muluk-muluk, cuma sajadah dan Al-Qur’an.”

Kisah ini menambah deretan potret kemanusiaan dari para penyintas banjir Sumatera. Sebelumnya, sejumlah pengungsi juga sempat viral karena meminta mukena dan Al-Qur’an, bahkan ada yang menolak uang tunai karena merasa kebutuhannya sudah tercukupi.

Baca Juga: Pigai Pilih Integritas, MenHAM Tegas Menolak Parsel Natal, Tahun Baru, dan Ulang Tahun

Sementara itu, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat hingga 20 Desember 2025, banjir besar di wilayah Sumatera telah menelan lebih dari seribu korban jiwa dan memaksa ratusan ribu warga mengungsi.

Di tengah angka-angka itu, kisah kecil seperti permintaan sajadah ini menjadi pengingat bahwa bencana tidak hanya merenggut harta, tetapi juga menyisakan keteguhan iman dan kemanusiaan.***

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

A
Varin VC
Editor
Varin VC