Banten

Terombang-ambing Dua Hari di Laut, Nelayan Indonesia Diselamatkan Kapal Tanker Malaysia

Moehamad Dheny Permana | 25 Desember 2025, 19:17 WIB
Terombang-ambing Dua Hari di Laut, Nelayan Indonesia Diselamatkan Kapal Tanker Malaysia

Akurat Banten - Tiga nelayan asal Indonesia berhasil selamat dari maut setelah ditemukan kapal tanker berbendera Malaysia di tengah laut lepas Selangor.

Ketiganya sebelumnya dilaporkan hilang setelah perahu kecil yang mereka tumpangi terbalik dihantam cuaca buruk saat melaut.

Insiden tersebut terjadi ketika para nelayan berangkat memancing dan cuaca mendadak berubah ekstrem di perairan terbuka.

Selama hampir dua hari, ketiga nelayan itu terombang-ambing di laut tanpa perlindungan memadai.

Beruntung, kapal tanker MT Orkim Harmony yang melintas di jalur pelayaran tersebut melihat tanda-tanda keberadaan korban.

Kapal tanker itu kemudian melakukan penyelamatan dan mengamankan ketiga nelayan ke atas kapal.

Informasi penyelamatan tersebut diterima Agensi Penguatkuasaan Maritim Malaysia atau MMEA dari Sub-Koordinasi Penyelamatan Maritim di Langkawi.

Direktur MMEA Pulau Pinang, Kapten Maritim Muhammad Suffi Mohd Ramli, membenarkan peristiwa tersebut.

“Perahu para nelayan terbalik akibat cuaca buruk ketika mereka dalam perjalanan untuk memancing,” kata Muhammad Suffi.

Ia menjelaskan kejadian itu terjadi pada 20 Desember 2025 dan berlangsung di wilayah perairan yang cukup jauh dari garis pantai.

Setelah menerima laporan awal, MMEA segera berkoordinasi dengan pihak kapal tanker untuk memastikan kondisi korban.

MMEA kemudian melakukan proses evakuasi lanjutan guna membawa ketiga nelayan ke daratan.

Baca Juga: EKSKLUSIF! Rekomendasi Destinasi Wisata untuk Perayaan Tahun Baru 2026 Bersama Keluarga

Setibanya di darat, para nelayan langsung mendapatkan pemeriksaan kesehatan dan perawatan awal.

Petugas juga melakukan pendataan serta meminta keterangan dari para korban terkait kronologi kejadian.

Dari hasil identifikasi, ketiga nelayan tersebut diketahui berusia antara 31 hingga 41 tahun.

Mereka merupakan warga Indonesia yang berasal dari Dumai, Provinsi Riau.

Saat ini, ketiganya berada di Markas Besar Maritim Negara Malaysia untuk keperluan administrasi dan koordinasi lanjutan.

Pihak MMEA memastikan kondisi para nelayan dalam keadaan stabil dan tidak mengalami cedera serius.

“Keselamatan mereka menjadi prioritas utama kami,” ujar Muhammad Suffi.

Setelah seluruh proses pemeriksaan selesai, ketiga nelayan akan diserahkan kepada perwakilan Indonesia.

MMEA telah menjalin komunikasi dengan Konsulat Jenderal Republik Indonesia untuk proses pemulangan.

Penyerahan tersebut akan dilakukan sesuai prosedur yang berlaku antara kedua negara.

Peristiwa ini kembali menyoroti risiko tinggi yang dihadapi nelayan tradisional saat melaut, terutama di musim cuaca ekstrem.

Baca Juga: HEBOH! Model Majalah Dewasa Masuk Kemhan, Netizen Ngamuk: 'Buat Apa Kami Bayar Pajak?'

Otoritas maritim Malaysia mengimbau nelayan agar selalu memantau prakiraan cuaca sebelum berlayar.

Koordinasi lintas negara dalam kasus ini dinilai menunjukkan pentingnya kerja sama keselamatan di perairan regional.

Keberhasilan penyelamatan tersebut juga menjadi pengingat bahwa jalur pelayaran internasional kerap menjadi titik krusial dalam operasi SAR.

Bagi ketiga nelayan asal Dumai itu, pertolongan kapal tanker menjadi harapan hidup di tengah laut luas yang ganas.***

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.