Hiasan Emas di Kubah Masjid Seberat 2,5 Kg, Senilai Rp3 Miliar di Curi Nelayan

AKURAT BANTEN - Hilangnya hiasan kubah Masjid Al Huda yang terbuat dari emas murni dengan berat total emas mencapai 2,5 kilogram, senilai Rp 3 miliar diketahui pada Senin (4/3/2024) lalu sekira pukul 02.00 WIT.
Pihak Polisian Resor (Polres) Kabupatan Buru Maluku sukses menjawab teka-teki hilangnya emas tersebut. Masjid tersebut terletak di Desa Kayeli, Kabupaten Buru, Maluku yang sempat membuat geger seluruh warga sekitar.
Menurut Kepala Satuan Reserse Kriminal (Kasat Reskrim) Kepolisian Resor (Polres) Buru Iptu Aditya Bambang Sundawa mengatakan, pihaknya telah menangkap nelayan asal Desa Kayeli berinisial AG (68) yang diduga sebagai pelaku.
Pria 68 tahun tersebut sebelumnya telah menyiapkan rencananya dengan menyiapkan sejumlah peralatan termasuk penutup wajah saat melakukan aksinya.
"Tersangka menggunakan dua buah tangga kayu. Yang pertama tangga berukuran 5,18 meter dan satu lagi tangga yang tingginya 3 meter, serta tali nilon sepanjang 5 meter," kata Aditya, Senin (11/3/2024).
- Baca Juga: Dinas Pendidikan Kota Tangerang Keluarkan SE KBM Selama Bulan Ramadan Dan Libur Idul Fitri 1445 H
- Baca Juga: Berikut Penyesuaian Jam Kerja ASN Di Lingkup Pemkab Tangerang Selama Ramadan
- Baca Juga: Pemerintah Kota Tangerang Mulai Revitalisasi Pasar Anyar
Diketahui pelaku ke masjid dengan menyusuri aliran sungai yang dekat dengan masjid tersebut dan membawa tangga sekira 3 meter, masuk ke masjid melalui pintu belakang.
"Karena di sekitar TKP itu tidak ada jembatan dan dia membawanya melalui sungai. Sampai di pohon mangga dekat masjid, tersangka naik dengan menarik tangga yang di bawah," ungkapnya.
Setelah AG berhasil mengambil emas tersebut, Setiba di rumah, AG berjalan menuju ke arah pantai untuk mengubur sebagian hiasan kubah masjid. Beberapa bagian dikubur di bawah pohon baru dan di bawah pohon tikar.
AG mengaku dibantu empat orang lain. Polisi sempat meminta keterangan empat orang tersebut pada Minggu (10/3/2024
Berdasarkan keterangan tersebut, Polisi juga turut menahan sejumlah orang untuk dimintai keterangannya.
"Betul ada beberapa orang yang diamankan tapi belum tersangka ya," ujarnya.
Dia menambahkan, pencurian dipicu karena masalah ekonomi, pelaku terlilit banyak utang, baik di kampung maupun di beberapa tempat lainnya, sehingga tersangka berani mengambil tindakan ini.
Menurut keterangan Kepala Desa Kayeli Fandi Ashari Wael, tiang alif dipasang pada tahun 2015 merupakan sumbangan warga Desa Kayeli dan penambang di Gunung Botak.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini




Terpopuler
- 1Gibran Disorot soal Ijazah, Nama Anies Baswedan Muncul! Refly Harun Ungkap Sosok Pengganti Wapres
- 2Dosen Ilmu Komunikasi Universitas Pamulang Perkuat Kapasitas Keluarga dan Pemasaran UMKM di Kelurahan Setu
- 3Ubah Stigma Mahjong, Andrew Herman Gelar Turnamen Berhadiah Rp15 Juta di One District at Puri
- 4Ranking Dua Akpol 1998! Ini Perjalanan Karier Ade Ary Syam Indradi hingga Jadi Karoops Polda Metro Jaya
- 5Ansor Tangsel Sukses Gelar Ansor Fest Experience 2026 di Mall, Padukan Syiar dan Kreativitas Pemuda
- 6Bukan Sekadar Kalah! Alexander Isak Soroti Kesalahan Fatal Liverpool saat Tumbang 2-3 di Istanbul
- 7Comeback Gila Real Madrid Bikin Bellingham Terpukau! Jude Minta Satu Hal Ini Dipertahankan Los Blancos
- 8Messi Pensiun, Argentina Tak Berani Berikan Nomor 10 kepada Siapa Pun! Ini Alasan Scaloni
- 9Ranking Dua Akpol 1998! Ini Perjalanan Karier Ade Ary Syam Indradi hingga Jadi Karoops Polda Metro Jaya
- 10Jokowi dan Roy Suryo Saling Sindir di Sidang Ijazah, Ending Jabat Tangan Ini Bikin Publik Terkejut!






