Banten

DMDI Apresiasi Kerja Negara Tangani Bencana Sumatera, Warga Diminta Tetap Bersabar

Moehamad Dheny Permana | 25 Desember 2025, 03:51 WIB
DMDI Apresiasi Kerja Negara Tangani Bencana Sumatera, Warga Diminta Tetap Bersabar

Akurat Banten - Ketua Umum Dunia Melayu Dunia Islam Indonesia Said Aldi Al Idrus menilai langkah pemerintah dalam menangani bencana alam di sejumlah wilayah Sumatera sudah berada pada tingkat yang sangat maksimal dan patut diapresiasi.

Penilaian tersebut disampaikan setelah DMDI melakukan pemantauan langsung selama lebih dari tiga pekan di daerah terdampak banjir bandang dan longsor yang melanda Aceh, Sumatera Utara, serta Sumatera Barat.

Menurut Said, kehadiran negara terlihat nyata melalui keterlibatan berbagai unsur, mulai dari TNI, Polri, Basarnas, hingga relawan kemanusiaan yang bekerja tanpa henti di lapangan.

“Selama 22 hari kami turun langsung ke lokasi terdampak bencana, kami melihat pemerintah benar-benar hadir dan bekerja secara maksimal membantu masyarakat,” ujar Said.

Ia menyebutkan, berbagai sarana dan prasarana pendukung juga telah dikerahkan untuk mempercepat penanganan, termasuk penggunaan helikopter, pesawat Hercules, serta alat berat.

Sarana tersebut dimanfaatkan untuk pengiriman logistik, proses evakuasi korban, hingga pembukaan kembali akses vital seperti jalan dan jembatan yang sempat terputus akibat bencana.

Tidak hanya fokus pada penyelamatan dan bantuan darurat, pemerintah juga dinilai serius dalam upaya pemulihan kebutuhan dasar masyarakat terdampak.

Baca Juga: Bobby Nasution Dorong Ribuan PPPK Paruh Waktu Tunjukkan Kinerja Nyata untuk Warga Sumut

Said menuturkan bahwa pemulihan aliran listrik, penyediaan air bersih, serta distribusi bahan bakar minyak terus diupayakan agar aktivitas warga perlahan dapat kembali berjalan.

Selain itu, pembangunan fasilitas umum dan hunian sementara bagi warga yang kehilangan tempat tinggal juga mulai dilakukan di sejumlah titik.

Melihat berbagai langkah tersebut, Said mengajak seluruh elemen masyarakat untuk tetap bersabar dan memberi ruang bagi pemerintah menjalankan proses penanganan secara menyeluruh.

“Karena semua ada proses, dan tidak bisa ujug-ujug,” kata Said.

Ia menegaskan bahwa kondisi geografis dan tingkat kerusakan di setiap wilayah berbeda, sehingga membutuhkan waktu dan penanganan yang tidak bisa disamakan.

Said juga mengimbau agar masyarakat tidak saling menyalahkan atas terjadinya bencana, mengingat bencana alam merupakan peristiwa yang berada di luar kendali manusia.

“Kita doakan agar upaya pemerintah dalam mengembalikan keadaan seperti semula dapat terlaksana dengan baik dan sesuai harapan,” ujarnya.

Ia menambahkan bahwa dukungan moral dan doa dari seluruh masyarakat sangat penting agar proses pemulihan berjalan lancar dan para korban diberi ketabahan.

Seperti diketahui, bencana banjir bandang dan longsor melanda sejumlah wilayah di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat dalam beberapa waktu terakhir.

Bencana tersebut menyebabkan kerusakan infrastruktur, merendam permukiman warga, serta memutus akses transportasi di sejumlah daerah.

Baca Juga: Alvolusi5G Indosat Perkuat Konektivitas Jakarta Raya Saat Nataru

Berdasarkan data sementara Badan Nasional Penanggulangan Bencana per 24 Desember 2025, jumlah korban meninggal dunia tercatat mencapai 1.129 jiwa.

Selain itu, sebanyak 174 orang masih dinyatakan hilang dan proses pencarian terus dilakukan oleh tim gabungan.

Pemerintah pusat bersama pemerintah daerah memastikan bahwa upaya pencarian, evakuasi, dan pemulihan akan terus dilakukan hingga kondisi benar-benar pulih.***

 

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.