Mentan Amran Berang di Subang, Pejabat Dicopot di Lokasi Setelah Ketahuan Sewakan Lahan Negara

Akurat Banten - Mendung belum sepenuhnya pergi dari langit Subang ketika Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman tiba tanpa pemberitahuan di kawasan Balai Besar Perakitan dan Modernisasi Pertanian (BRMP) Tanaman Padi Sukamandi.
Dalam sidak yang berlangsung cepat itu, suasana mendadak berubah tegang ketika Amran menemukan fakta bahwa sebagian lahan percobaan milik negara justru disewakan kepada pihak luar.
Pejabat di lokasi tampak terdiam saat menteri mendekat, sementara Amran menanyakan peruntukan lahan yang seharusnya menjadi pusat inovasi padi nasional.
Tanpa banyak basa-basi, Amran langsung mengambil sikap setelah mendapat laporan lengkap dari tim pendamping sidak.
“Kita ini punya teknologi, punya alat, punya sumber daya manusia, lahannya ada, tapi malah disewakan kepada orang. Ini tidak benar,” ujar Amran.
Di hadapan puluhan pegawai BRMP, Amran memutuskan mencopot pejabat yang terlibat mulai dari level direktur hingga pejabat eselon terkait.
“Hari ini juga kami copot direkturnya dan eselon tiganya. SK-nya langsung saya serahkan di lapangan,” katanya.
Keputusan itu dibuat spontan, tetapi tegas, sebagai bentuk ketidaktoleransian terhadap penyalahgunaan aset negara.
Baca Juga: Ledakan Industri Alas Kaki Dorong Optimisme Ekonomi Nasional
Sumber internal menyebutkan bahwa sebagian lahan yang seharusnya digunakan untuk riset dan produksi benih unggul malah menjadi lahan komersial tidak resmi.
Amran menyebut, tindakan seperti itu sama saja dengan menghambat kemandirian pangan Indonesia.
Ia menegaskan bahwa setiap meter lahan milik negara harus memberi manfaat bagi petani dan masyarakat luas, bukan untuk kepentingan segelintir pejabat.
“Di lahan kita 300 hektare, tapi disewakan pada orang. Ini tidak benar,” tegas Amran.
Amran memerintahkan agar seluruh areal lahan yang sebelumnya disewakan segera diambil alih kembali dan digunakan sesuai tujuan awalnya.
Menurutnya, BRMP harus menjadi pusat percontohan modernisasi pertanian dan bukan ladang keuntungan pribadi.
“Kami minta seluruh BRMP se-Indonesia menanam bibit dan benih terbaik. Gunakan teknologi terbaik. Jadilah contoh,” katanya.
Ia bahkan meminta agar hasil panen dan benih unggul dari BRMP dibagikan secara cuma-cuma kepada masyarakat.
“Ini yang kami mau, karena BRMP ini ada di seluruh Indonesia. Harus jadi yang terdepan,” lanjutnya.
Amran.
“Saya temukan satu hektare yang dikelola, sementara 299 hektare disewakan. Mulai hari ini, lahan itu harus dikerjakan kembali,” ucap Amran.
Ia kemudian menegaskan bahwa budaya rapat panjang dan formalitas tidak lagi relevan di Kementan.
“Model baru sekarang, tidak perlu rapat lama-lama di kantor. SK dicopot atau diganti langsung di lapangan,” katanya.
“Kalau saya temukan lagi kasus seperti ini, akan saya copot lagi,” tambahnya.
Baca Juga: Hujan Deras Terjang Mekah, Jalan Terendam Petir Menghantam Kota Suci Jamaah Panik
Meskipun tampil tegas, Amran tetap menyampaikan apresiasi kepada jajaran Kementan yang bekerja keras meningkatkan produksi pertanian dalam setahun terakhir.
Ia menyebut capaian swasembada pangan dalam waktu singkat merupakan kerja kolektif bersama seluruh pihak, bukan hanya peran Menteri Pertanian.
Amran juga mengingatkan bahwa keberhasilan sektor pertanian tidak boleh menumpulkan integritas dan amanah terhadap rakyat.
“Bahkan FAO memberikan pengakuan dan penghargaan kepada Indonesia,” ujarnya.
Menurut Amran, kepercayaan rakyat terlalu besar untuk dikhianati oleh pelanggaran sekecil apa pun dalam pengelolaan aset negara.
“Swasembada ini bukan karena saya, tapi karena kita semua,” tutupnya.***
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Geger! Survei SMRC Ungkap Skor Kepemimpinan Tokoh Nasional, Mahfud MD di Puncak, Gibran Terbawah
- 2Mahfud MD Soroti OTT KPK di BNPB, Dana Bencana Diduga Bermasalah saat Warga Butuh Bantuan
- 3Tiga Hari Lagi! Wajib Halal Berlaku 18 Oktober 2026, Ini Daftar Produk yang Harus Punya Sertifikat
- 4Singgung Asap dan Oksigen, Syahganda Dikritik Pejabat Malaysia! Indonesia Didesak Minta Maaf
- 5Bikin Bangga! Persib Menang atas The Cong-Viettel, Liga Indonesia Kini Tembus 16 Besar Asia
- 6Juventus Tak Terima Kalah dari Cristiano Ronaldo! Kasus Gaji Rp190 Miliar Kini Dibawa ke Pengadilan Tertinggi Italia
- 7Lille Dihajar Arsenal 0-3, tapi Calvin Verdonk Ukir Rekor Bersejarah untuk Indonesia di Liga Champions!
- 8Tangsel Rapi, DPUPR Banten Mulai Bersihkan Kabel Internet Semrawut di Jalan Aria Putra
- 9Mbappe Ukir Sejarah saat Real Madrid Comeback 4-3! Rekor Messi Resmi Terlewati, Golnya Tambah Catatan Gila
- 10Real Madrid Menang Dramatis di Markas Roma, Mourinho Malah Tak Mau Selebrasi: Alasannya Bikin Haru!









