Banten

Tiga Korban Ditemukan di Tambang Freeport, Harapan Masih Terbuka untuk Pekerja yang Belum Ditemukan

Moehamad Dheny Permana | 6 Oktober 2025, 08:22 WIB
Tiga Korban Ditemukan di Tambang Freeport, Harapan Masih Terbuka untuk Pekerja yang Belum Ditemukan

Akurat Banten - Suasana duka menyelimuti kawasan tambang bawah tanah Grasberg Block Cave (GBC) milik PT Freeport Indonesia setelah tiga jenazah pekerja berhasil dievakuasi dari lokasi.

Penemuan ini menambah jumlah korban yang telah ditemukan menjadi lima orang dari tujuh pekerja yang terperangkap sejak insiden tragis pada 8 September lalu.

Presiden Direktur PT Freeport Indonesia, Tony Wenas, menyampaikan belasungkawa mendalam kepada para keluarga korban yang sejak pertengahan September menetap di Tembagapura untuk menanti kabar anggota keluarga mereka.

“Atas nama pribadi dan perusahaan, saya menyampaikan rasa duka cita yang mendalam. Semoga keluarga para korban diberi kekuatan dan ketabahan dalam menghadapi masa sulit ini,” ujar Tony.

Tim Tanggap Darurat Freeport mengonfirmasi bahwa satu dari tiga jenazah yang ditemukan telah teridentifikasi sebagai Victor Bastida Ballesteros, warga negara Chili yang bekerja untuk PT Redpath Indonesia.

Dua jenazah lainnya masih menjalani proses identifikasi oleh tim medis dan pihak kepolisian untuk memastikan identitas mereka.

Penemuan pertama terjadi sekitar pukul 12.00 WIT, disusul penemuan dua jenazah lainnya sekitar pukul 16.53 WIT.

“Setiap langkah kecil dalam proses pencarian ini memberi harapan, namun sekaligus menjadi pengingat akan risiko besar yang dihadapi para pekerja tambang bawah tanah,” kata Tony menambahkan.

Ia menegaskan bahwa operasi pencarian akan terus dilakukan hingga seluruh pekerja yang hilang berhasil ditemukan.

Menurut laporan internal, longsor bijih basah di area GBC Extraction 28-30 Panel terjadi pada malam hari sekitar pukul 22.00 WIT, menyebabkan tujuh pekerja tertimbun material tambang.

Sebagian besar pekerja berhasil diselamatkan tak lama setelah insiden, sementara tim penyelamat terus berjuang menembus area berisiko tinggi untuk mengevakuasi korban yang masih terperangkap.

Pada Sabtu (20/9), dua korban pertama berhasil ditemukan, memberi secercah harapan bagi seluruh tim penyelamat dan keluarga yang menanti kabar.

Baca Juga: Mandalika Pecahkan Rekor, 142 Ribu Penonton Padati MotoGP: Erick Thohir Sebut Momentum Emas untuk Indonesia

Kini, setelah penemuan tiga jenazah tambahan, Freeport memastikan pendampingan penuh bagi keluarga korban, baik secara psikologis maupun administratif.

“Kami memastikan seluruh hak-hak keluarga korban terpenuhi, termasuk dukungan dalam proses pemulangan dan pemakaman,” ujar Tony.

Di tengah kondisi tambang yang masih labil, operasi penyelamatan dilakukan dengan tingkat kehati-hatian tinggi untuk menghindari risiko tambahan.

Petugas gabungan yang terdiri dari tim Freeport, aparat kepolisian, serta tenaga medis terus bekerja siang dan malam demi menuntaskan misi kemanusiaan tersebut.

Sementara itu, suasana di Tembagapura masih diliputi ketegangan dan harapan.

Keluarga korban yang menunggu di posko darurat berharap proses pencarian segera membuahkan hasil dan seluruh pekerja dapat ditemukan, hidup maupun tidak.

“Yang kami butuhkan sekarang hanyalah kepastian. Kami percaya tim penyelamat akan melakukan yang terbaik,” ujar salah satu anggota keluarga korban kepada wartawan.

Meski duka mendalam terasa, semangat solidaritas di antara para pekerja dan warga sekitar tambang menjadi penguat di tengah tragedi ini.

Baca Juga: MotoGP Mandalika 2025 Banjir Uang, Ekonomi NTB Terdongkrak Rp4,8 Triliun dalam Tiga Hari

PT Freeport Indonesia berkomitmen mengevaluasi sistem keamanan tambang bawah tanahnya agar peristiwa serupa tidak terulang di masa mendatang.

Dengan kondisi medan yang masih berbahaya, pencarian akan terus dilanjutkan hingga seluruh korban ditemukan.

Harapan pun masih menggantung di langit Mimika, menunggu kabar baik dari kedalaman bumi Grasberg.***

 

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.