Banten

MotoGP Mandalika 2025 Banjir Uang, Ekonomi NTB Terdongkrak Rp4,8 Triliun dalam Tiga Hari

Moehamad Dheny Permana | 6 Oktober 2025, 08:18 WIB
MotoGP Mandalika 2025 Banjir Uang, Ekonomi NTB Terdongkrak Rp4,8 Triliun dalam Tiga Hari

Akurat Banten - Ajang balap motor paling bergengsi dunia, MotoGP Indonesia 2025, tak hanya menyuguhkan aksi menegangkan di lintasan, tapi juga mendatangkan berkah ekonomi besar bagi masyarakat Nusa Tenggara Barat.

Wakil Menteri Pariwisata Ni Luh Enik Ermawati mengungkapkan, selama tiga hari penyelenggaraan MotoGP di Sirkuit Mandalika, Lombok Tengah, perputaran uang diperkirakan mencapai Rp4,8 triliun.

“Dampaknya luar biasa. Hotel-hotel penuh, bahkan tim kami sendiri kesulitan mencari penginapan,” ujar Ni Luh saat meninjau stan UMKM binaan ITDC.

Ia menceritakan, hotel milik Politeknik Pariwisata Lombok yang biasanya menjadi alternatif penginapan pun penuh.

Tak hanya akomodasi yang padat, arus transportasi juga mengalami lonjakan signifikan.

Maskapai Garuda Indonesia menambah frekuensi penerbangan dari Jakarta ke Lombok, sementara rute Bali–Lombok pun tak kalah ramai.

Karena tingginya permintaan, sejumlah pegawai Injourney dari Bali bahkan harus menyeberang dengan kapal laut untuk bisa sampai ke lokasi ajang balap.

“Ini menandakan animo masyarakat dan wisatawan terhadap MotoGP Mandalika sangat tinggi. Multiplier effect-nya benar-benar terasa,” jelasnya.

Gelaran MotoGP Mandalika edisi 2025 disebut sebagai yang paling sukses sejak pertama kali digelar pada 2022.

Menurut Ni Luh, penyelenggaraan tahun ini jauh lebih matang dari sisi manajemen acara, kesiapan infrastruktur, hingga partisipasi masyarakat lokal.

Baca Juga: Mandalika Pecahkan Rekor, 142 Ribu Penonton Padati MotoGP: Erick Thohir Sebut Momentum Emas untuk Indonesia

“Memang ada beberapa catatan, tapi ini jauh lebih baik dari penyelenggaraan pertama dan kedua,” ucapnya.

Catatan tersebut, lanjutnya, akan menjadi bahan evaluasi untuk perbaikan pada seri-seri berikutnya.

Ia optimistis, dengan perbaikan berkelanjutan, manfaat ekonomi yang dirasakan masyarakat akan terus meningkat.

Selain menjadi magnet bagi wisatawan domestik dan mancanegara, MotoGP Mandalika juga memberi dorongan signifikan bagi pelaku usaha kecil dan menengah.

Lapak-lapak UMKM lokal ramai diserbu pengunjung yang ingin membeli produk khas Lombok mulai dari kuliner tradisional hingga kerajinan tangan.

Peningkatan transaksi ini menjadi bukti nyata bahwa event olahraga kelas dunia dapat menjadi penggerak ekonomi daerah.

Masyarakat lokal pun ikut menikmati “panen besar” dari acara internasional tersebut.

Ajang MotoGP Mandalika kini bukan sekadar tontonan adu kecepatan motor, melainkan mesin penggerak ekonomi yang melibatkan berbagai sector mulai dari perhotelan, transportasi, kuliner, hingga kerajinan rakyat.

Baca Juga: Langit Jakarta Bergemuruh, Aksi Akrobatik Jet Tempur TNI AU Bikin Ribuan Warga Terkagum di Monas

Pemerintah berharap kesuksesan tahun ini dapat menjadi standar baru dalam penyelenggaraan event internasional di Indonesia.

Dengan perputaran uang mencapai Rp4,8 triliun dalam waktu singkat, Mandalika semakin mengukuhkan diri sebagai destinasi sport tourism andalan negeri.

Jika tren ini terus berlanjut, bukan tidak mungkin dampak positifnya akan menjalar lebih luas dan membawa Lombok ke panggung wisata dunia.***

 

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.