Gebrakan Pendidikan Papua Tengah, 24 Ribu Lebih Siswa Nikmati Sekolah Gratis

Akurat Banten - Pemerintah Provinsi Papua Tengah membuka lembaran baru di dunia pendidikan dengan meluncurkan program sekolah gratis yang menjangkau ribuan pelajar tingkat SMA dan SMK di delapan kabupaten.
Program ini langsung menyasar 24.481 siswa yang tersebar di 124 sekolah, baik negeri maupun swasta.
Gubernur Papua Tengah, Meki Fritz Nawipa, menegaskan bahwa kebijakan ini bukan sekadar janji politik, melainkan langkah nyata untuk mempercepat peningkatan Indeks Pembangunan Manusia (IPM).
“Program sekolah gratis ini merupakan langkah pemerintah daerah meningkatkan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Papua Tengah,” ujarnya.
Kebijakan pendidikan gratis ini dianggap sebagai investasi jangka panjang untuk menyiapkan generasi yang siap bersaing.
Pemerintah bahkan sudah menyiapkan roadmap hingga 2026, di mana program serupa akan diperluas ke tingkat SD dan SMP.
“Kami investasi besar di sektor pendidikan. Targetnya dalam tiga tahun, semua jenjang pendidikan sudah berjalan gratis,” tegas Meki.
Delapan kabupaten yang menjadi sasaran program tahun ini adalah Mimika, Nabire, Paniai, Puncak, Puncak Jaya, Deiyai, Dogiyai, dan Intan Jaya.
Baca Juga: Harga Emas Antam Hari Ini Turun! Momen Tepat untuk Beli atau Jual?
Siswa-siswa dari 31 SMA negeri, 40 SMA swasta, 17 SMK negeri, dan 36 SMK swasta kini menikmati kebijakan ini tanpa perlu lagi terbebani biaya pendidikan.
Tak berhenti di sana, pemerintah provinsi juga menyiapkan konsep sekolah sepanjang hari atau School of Full Day yang akan digratiskan.
Fasilitas ini diharapkan mampu menekan angka putus sekolah yang selama ini menjadi persoalan klasik di Papua Tengah.
Di Mimika, Nabire, dan Paniai masing-masing akan dibangun dua sekolah model, sementara lima kabupaten lainnya mendapat satu sekolah.
“Operasional SSH sampai pukul 15:00 WIT, seluruh makan ditanggung, karena kami mau melihat generasi muda tumbuh cerdas,” jelasnya.
Selain pendidikan dasar dan menengah, Pemprov Papua Tengah juga memperhatikan jenjang perguruan tinggi.
Beasiswa disiapkan bagi mahasiswa Papua maupun non Papua yang menempuh studi di Timika dan Nabire.
Hal ini menunjukkan bahwa pemerataan pendidikan bukan hanya jargon, tetapi benar-benar dijalankan dari hulu ke hilir.
Baca Juga: Apresiasi untuk Polri, Pemuda Muhammadiyah Ingatkan Bahaya Provokasi Politik
“Untuk yang kuliah di Timika dan Nabire semua anak kita biayai baik Papua maupun non Papua. Kami juga lagi bangun asrama sekolah bagi anak-anak di daerah konflik,” terang Meki.
Langkah ini mendapat sambutan positif dari berbagai kalangan yang menilai kebijakan tersebut akan mengikis kesenjangan pendidikan di daerah.
Program sekolah gratis di Papua Tengah juga diharapkan mampu memutus rantai kemiskinan antargenerasi.
Dengan akses pendidikan yang lebih merata, peluang bagi anak-anak Papua untuk menggapai cita-cita semakin terbuka lebar.
Gubernur Meki meyakini, investasi di sektor pendidikan akan berbuah pada peningkatan kualitas sumber daya manusia yang lebih tangguh, mandiri, dan siap menghadapi persaingan global.
Di tengah tantangan pembangunan daerah yang masih kompleks, Papua Tengah memilih pendidikan sebagai fondasi utama untuk membangun masa depan yang lebih baik.
Dengan langkah besar ini, ribuan siswa kini bisa bersekolah tanpa harus memikirkan biaya, sebuah harapan baru yang akhirnya menjadi kenyataan.***
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Geger! Survei SMRC Ungkap Skor Kepemimpinan Tokoh Nasional, Mahfud MD di Puncak, Gibran Terbawah
- 2Mahfud MD Soroti OTT KPK di BNPB, Dana Bencana Diduga Bermasalah saat Warga Butuh Bantuan
- 3Tiga Hari Lagi! Wajib Halal Berlaku 18 Oktober 2026, Ini Daftar Produk yang Harus Punya Sertifikat
- 4Bikin Bangga! Persib Menang atas The Cong-Viettel, Liga Indonesia Kini Tembus 16 Besar Asia
- 5Singgung Asap dan Oksigen, Syahganda Dikritik Pejabat Malaysia! Indonesia Didesak Minta Maaf
- 6Juventus Tak Terima Kalah dari Cristiano Ronaldo! Kasus Gaji Rp190 Miliar Kini Dibawa ke Pengadilan Tertinggi Italia
- 7Lille Dihajar Arsenal 0-3, tapi Calvin Verdonk Ukir Rekor Bersejarah untuk Indonesia di Liga Champions!
- 8Sengketa Honor LKM Ciomas: Penagihan Kredit Tembus Rp856 Juta, Upah Tim Likuidasi Malah Menggantung
- 9Mbappe Ukir Sejarah saat Real Madrid Comeback 4-3! Rekor Messi Resmi Terlewati, Golnya Tambah Catatan Gila
- 10Real Madrid Menang Dramatis di Markas Roma, Mourinho Malah Tak Mau Selebrasi: Alasannya Bikin Haru!









