Bentrok Panas: Pramudi Transjakarta Dipukul Oknum Ojol Gara-Gara Klakson

Akurat Banten - Sebuah insiden mengejutkan terjadi di Jalan Raya S. Parman, Palmerah, Jakarta Barat, yang melibatkan pramudi bus Transjakarta dengan seorang pengemudi ojek online (ojol).
Peristiwa yang terjadi bermula dari hal sepele yaitu suara klakson.
Namun, kejadian itu justru memicu bentrok fisik yang menyita perhatian publik dan viral di media sosial.
Keterangan resmi dari Humas Transjakarta, Ayu Wardhani, menyebutkan bahwa bentrok bermula ketika pramudi bus Transjakarta dengan nomor polisi SAF-055 yang melayani rute 10H membunyikan klakson di tengah lalu lintas.
Rupanya, tindakan tersebut dianggap menyinggung oleh oknum pengemudi ojol yang berada di dekat bus.
Tak lama kemudian, pengemudi ojol tersebut mendatangi pramudi dan langsung melakukan tindakan kekerasan.
"Berdasarkan pengamatan dari CCTV, driver ojol tersebut melakukan pemukulan karena merasa diklakson oleh pramudi," ujar Ayu.
Baca Juga: Terungkap! Bisnis Gelap Produk Kedaluwarsa di Tangsel, Modus Licik Ubah Tanggal
Ia menegaskan bahwa Transjakarta sangat mengecam segala bentuk kekerasan yang terjadi di jalanan, termasuk yang dialami oleh pramudi mereka.
Oleh karena itu, pramudi tersebut langsung melaporkan kejadian ini ke Polsek Palmerah.
Video insiden itu turut diunggah oleh akun Instagram dan langsung menjadi viral.
Dalam video tersebut, tampak pramudi Transjakarta dan pengemudi ojol saling adu fisik di tengah keramaian jalan.
Lalu lintas pun sempat tersendat karena banyak pengendara yang penasaran dengan keributan itu.
Bahkan, seorang anggota Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Metro Jakarta Barat tampak turun tangan untuk melerai pertikaian.
Dalam rekaman, terlihat pramudi Transjakarta sempat menerima beberapa pukulan dari pengemudi ojol sebelum akhirnya berhasil dilerai.
Setelah keributan reda, pengemudi ojol tersebut langsung pergi dari lokasi bersama penumpangnya, sementara pramudi tetap di tempat kejadian.
Polsek Palmerah telah menerima laporan polisi dari pihak pramudi Transjakarta.
Kepala Unit Reserse Kriminal (Kanit Reskrim) Polsek Palmerah, AKP Dede Sobari, membenarkan hal tersebut.
Baca Juga: Viral Aksi Hipnotis di Kedai Cilandak, Imigrasi Jaksel Buru Dua WNA Diduga Pelaku
"Baru buat LP (laporan polisi) hari ini," ucap Dede.
Insiden ini menjadi pengingat penting bagi seluruh pengguna jalan akan pentingnya menahan emosi dan menjaga etika berlalu lintas.
Sekalipun lalu lintas di kota besar seperti Jakarta bisa memicu stres, kekerasan fisik bukanlah solusi.
Semua pihak diimbau untuk menyelesaikan perbedaan dengan kepala dingin, demi terciptanya keamanan dan kenyamanan bersama di jalan raya.
Pihak Transjakarta sendiri menyatakan akan terus mendampingi proses hukum dan memberikan dukungan kepada pramudi mereka.
Sementara itu, masyarakat berharap agar pelaku segera diproses hukum agar kejadian serupa tidak terulang kembali.***
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1MA Batalkan Suket Ijazah Gibran, Mahfud MD Tegaskan Harus Diproses Pidana: 'Sudah Jelas!'
- 2TNI AL Kerahkan KRI Brawijaya-320, Meriam 127 mm dan 25 mm Diuji di Laut Jawa
- 3Balsa Sekulic Menggila! Persib Bungkam Melbourne Victory 2-0, Maung Bandung Makin Dekat ke 16 Besar
- 4Data Pelanggan Fore Coffee Bocor? CEO Imbau Pengguna Segera Lakukan Langkah Penting Ini!
- 5Bikin Malu! Warga Australia Mengamuk Usai Melbourne Victory Dihancurkan Persib Bandung di Kandang Sendiri
- 6Amankan Terduga Pelaku Curanmor, Polsek Kelapa Dua Sita Kunci T Hingga Sajam
- 7Lionel Messi Lolos dari Hukuman Skorsing MLS, Ini Aturan Khusus yang Menyelamatkannya
- 813 Siswa di Dramaga Bogor Masih Diobservasi, BGN Ungkap Dugaan Penyebab Gangguan Kesehatan
- 9Chelsea Bikin MU Makin Merana, Setan Merah Terancam Terjerumus ke Jurang Degradasi!
- 10MU Kembali Hancur! Martinez Kartu Merah, Chelsea Menang 2-0 dan Bikin Carrick Makin Tertekan









