Banten

Ribuan Mahasiswa dan Ojol Geruduk DPRD Sulteng, Tuntut Keadilan untuk Affan

Moehamad Dheny Permana | 1 September 2025, 20:52 WIB
Ribuan Mahasiswa dan Ojol Geruduk DPRD Sulteng, Tuntut Keadilan untuk Affan

Akurat Banten - Ribuan mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi bersama aliansi pengemudi ojek online (ojol) di Kota Palu turun ke jalan melakukan aksi demonstrasi di depan Gedung DPRD Sulawesi Tengah pada Senin, 1 September 2025.

Pantauan di lapangan menunjukkan massa tiba sekitar pukul 11.50 WITA dengan membawa poster serta spanduk tuntutan, sementara mahasiswa mengenakan jaket almamater dan para pengemudi ojol hadir dengan atribut lengkap profesinya.

Tidak hanya itu, karangan bunga turut mereka bawa sebagai simbol solidaritas atas meninggalnya Affan Kurniawan yang diduga menjadi korban tindakan represif aparat.

“Kami menyampaikan duka cita sedalam-dalamnya atas wafatnya Affan Kurniawan. Kami mendesak Kepolisian Republik Indonesia mengusut secara tuntas tindakan anarkis oknum Brimob yang telah menabrak korban,” seru salah satu perwakilan ojol.

Para demonstran menegaskan tuntutan utama mereka adalah kejelasan proses hukum dengan pengungkapan transparan tanpa ada upaya menutup-nutupi kasus.

Baca Juga: Gaduh Soal Kenaikan Tunjangan DPRD, Ketua Dewan Kabupaten Tangerang Minta Maaf

Mereka mendesak agar pelaku dihukum seberat-beratnya sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku dan meminta Kapolri memberi perhatian khusus serta bantuan nyata bagi keluarga korban.

Selain menyampaikan tuntutan soal tragedi Affan, para mahasiswa dan pengemudi ojol juga menyatakan bahwa aksi mereka murni bentuk solidaritas dan dilakukan secara damai.

Mereka menolak jika gerakan tersebut disebut provokasi, melainkan sebagai dorongan moral agar aparat kepolisian lebih humanis dalam menjaga keamanan aksi masyarakat di masa depan.

Tak hanya itu, massa juga menyinggung pentingnya peran DPRD dalam mendengar suara publik.

Mereka menuntut wakil rakyat lebih serius menyerap aspirasi masyarakat dan menyoroti kebijakan pajak di Kota Palu yang dinilai perlu dievaluasi kembali.

Dalam momen penuh simbolik, perwakilan aliansi ojol menyerahkan karangan bunga kepada pihak kepolisian yang langsung diterima Kapolresta Palu, Kombes Pol Deny Abraham.

Tindakan itu bukan sekadar ucapan belasungkawa, melainkan juga bentuk kritik dan simbol protes terhadap tragedi yang menimpa Affan.

Menanggapi hal tersebut, Kapolresta Palu memastikan bahwa penyelidikan kematian Affan dilakukan secara terbuka dan melibatkan lembaga eksternal.

Baca Juga: Hindari Overload Informasi, Psikolog UI: Pilih Waktu dan Sumber Berita dengan Bijak

“Proses pengusutan melibatkan Propam Polri, Komnas HAM, dan Kompolnas. Kami pastikan tidak ada yang ditutup-tutupi dan pelaku akan ditindak tegas,” tegas Deny Abraham.

Hujan deras yang mengguyur Palu tidak menyurutkan semangat ribuan demonstran.

Hingga pukul 13.30 WITA, massa akhirnya diterima oleh perwakilan DPRD Sulteng setelah berhasil masuk ke dalam gedung untuk menyampaikan aspirasi mereka secara langsung.

Aksi ini menandai kuatnya solidaritas antara mahasiswa dan pengemudi ojol di Palu yang bersatu menyuarakan keadilan, sekaligus menjadi peringatan agar tragedi serupa tidak kembali terulang.***

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.