Banten

Ribuan Sapi Perah Impor dari Australia Perkuat Produksi Susu Nasional, Dukung Peternak Lokal

Moehamad Dheny Permana | 29 Juni 2025, 20:19 WIB
Ribuan Sapi Perah Impor dari Australia Perkuat Produksi Susu Nasional, Dukung Peternak Lokal

Akurat Banten - Sebanyak 1.573 ekor sapi perah impor asal Australia tiba di Indonesia dalam dua hari terakhir sebagai langkah strategis Kementerian Pertanian (Kementan) untuk memperkuat produksi susu nasional dan mendukung keberlanjutan produktivitas peternak lokal.

“Sebanyak 1.573 ekor sapi perah bunting didatangkan dari Australia untuk memperkuat populasi sapi perah dan mendukung produktivitas peternak lokal,” ujar Dirjen Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementan, Agung Suganda.

Rinciannya, 1.088 ekor sapi perah tiba di Pelabuhan Tanjung Tembaga, Probolinggo, sementara 485 ekor sapi lainnya telah lebih dahulu masuk melalui Pelabuhan Tanjung Wangi, Banyuwangi, sehari sebelumnya.

Pengiriman sapi ini difasilitasi oleh PT Santosa Agrindo Lestari (Santori), anak perusahaan JAPFA, berkolaborasi dengan berbagai mitra, seperti PT Greenfields Dairy Indonesia, PT Karya Suci Pratama, PT Irfai Berkah Sejahtera, PT Arla Food, serta Koperasi Suka Makmur.

Baca Juga: Padat Merayap! Arus Balik Libur Tahun Baru Islam di Tol Jakarta-Cikampek Diatur Contraflow

Sementara pengiriman di Banyuwangi dilakukan oleh PT Kironggo Joyo.

Agung menjelaskan, langkah ini merupakan bagian dari Program Percepatan Produksi Susu dan Daging Nasional (P2SDN), yang menargetkan peningkatan populasi sapi perah nasional hingga mencapai 1 juta ekor pada 2029.

Upaya ini juga sejalan dengan program strategis pemerintah dalam mendukung ketahanan pangan dan program Makan Bergizi Gratis.

Saat ini, produksi Susu Segar Dalam Negeri (SSDN) baru mampu mencukupi sekitar 21 persen dari kebutuhan nasional yang mencapai 4,6 juta ton per tahun.

Oleh karena itu, kehadiran sapi impor ini diharapkan dapat mendorong kapasitas produksi lokal dan kemandirian sektor peternakan.

Baca Juga: Google Luncurkan Gemini CLI, Senjata Baru Pengembang untuk Manfaatkan Kekuatan AI Langsung dari Terminal

Direktur Kesehatan Hewan Kementan, Imron Suandy, menegaskan seluruh sapi impor telah melalui protokol kesehatan hewan yang ketat, baik sebelum maupun saat tiba di Indonesia.

Pemerintah menjamin hewan dalam kondisi sehat dan bebas penyakit menular strategis.

“Proses karantina dan pemeriksaan kesehatan akan kami lakukan secara menyeluruh bersama Badan Karantina Indonesia. Ini komitmen kami untuk menjaga kesehatan hewan dan menjamin keamanan pangan,” tegas Imron.

Pengawasan juga akan terus dilakukan hingga sapi-sapi ini sampai ke peternak mitra dan perusahaan penerima di Jawa Timur.***

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.