Banten

Waspada Jelang Iduladha, Dua Sapi Terindikasi PMK di Tangerang, Pengawasan Diperketat

Andi Syafrani | 20 Mei 2025, 12:33 WIB
Waspada Jelang Iduladha, Dua Sapi Terindikasi PMK di Tangerang, Pengawasan Diperketat

AKURAT BANTEN - Menjelang perayaan Iduladha, Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DPKP) Kabupaten Tangerang menemukan dua ekor sapi yang menunjukkan gejala penyakit mulut dan kuku (PMK).

Temuan ini langsung direspons cepat oleh tim DPKP dengan tindakan isolasi serta pemberian vaksin agar tidak menular ke hewan lain.

Baca Juga: Ini Alasan Polda Banten Jemput Paksa, Dobrak dan Jebol Pintu Kediaman Charlie Chandra

"Memang ditemukan baru gejala pada dua ekor sapi yang dari Jawa itu. Tapi, kita langsung melakukan penanganan dengan isolasi dan memberi vaksinasi agar tidak menyebar," ujar Kepala DPKP Kabupaten Tangerang, Asep Jatnika, Selasa, 20 Mei 2025.

Baca Juga: TEGAS! Pemkot Serang Hapus Beban Orang Tua, Seragam Sekolah Gratis Bagi Siswa SD-SMP Mulai Tahun 2026

Kedua sapi tersebut berasal dari luar daerah dan langsung diamankan begitu ada tanda-tanda infeksi. Penemuan ini menjadi alarm penting, mengingat lalu lintas hewan kurban meningkat tajam seiring mendekatnya hari raya. DPKP pun memperketat pemeriksaan kesehatan di semua titik penjualan hewan di Kabupaten Tangerang.

Saat ini, pengawasan dilakukan di 655 titik penjualan hewan kurban yang tersebar di 29 kecamatan. Sekitar 100 petugas gabungan, terdiri dari dokter hewan dan pengawas lapangan, dikerahkan untuk memastikan setiap hewan kurban yang masuk dalam kondisi sehat dan layak konsumsi.

Baca Juga: Jakarta Update!: Ratusan Ribu Driver Ojol Padamkan Aplikasi, Demo Gelar Aksi Protes Raksasa Hari Ini!

"Kita akan melakukan pengawasan kepada hewan yang memang dikirim dari luar daerah, hal ini dilakukan agar nantinya dapat mencegah masuknya hewan yang berpenyakit," kata Asep.

Selain pemeriksaan fisik, para petugas juga melakukan pengecekan dokumen asal hewan dan surat keterangan sehat dari daerah pengirim.

Baca Juga: Ribuan Driver Ojol Demo di Jakarta Hari Ini, Polda Metro Jaya Imbau Warga Hindari Ruas Jalan Patung Kuda dan DPR

Dari sisi permintaan, tahun ini Kabupaten Tangerang mencatat kebutuhan hewan kurban yang cukup tinggi. Total kebutuhan diprediksi menembus angka 32 ribu ekor, meningkat sekitar 10 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

Lonjakan ini dipicu oleh kondisi ekonomi masyarakat yang mulai membaik serta kebijakan distribusi hewan yang sudah lebih longgar.

Baca Juga: Jokowi Dijadwalkan Hadiri Pemeriksaan Bareskrim Terkait Dugaan Ijazah Palsu Hari Ini

"Pada tahun ini diprediksi terjadi kenaikan sekitar 10 persen atau lebih. Angka itu mengalami kenaikan didasarkan adanya peningkatan pada lapak penjualan hewan," jelas Asep dalam keterangannya sehari sebelumnya, Senin, 19 Mei 2025.

Baca Juga: Ketua KPPU Belum Hadir di KPK, Penjadwalan Ulang Pemeriksaan Terkait Kasus Gas PGN–IAE

Selain itu, banyak pelaku usaha hewan kurban yang mulai kembali aktif membuka lapak sejak awal Mei. Mereka mendatangkan hewan dari sejumlah daerah penghasil utama seperti Jawa Tengah, Jawa Timur, dan NTB.

Hal ini juga membuat pengawasan lintas wilayah menjadi perhatian utama, agar tidak kecolongan membawa hewan yang sedang terjangkit penyakit.

Baca Juga: Tangsel Bakal Punya Pabrik Listrik dari Sampah, Produksi Energi Bersih dari 1.100 Ton Sampah Per-hari

DPKP mengimbau masyarakat untuk lebih selektif saat membeli hewan kurban. Selain memastikan kondisi fisik hewan, pembeli juga disarankan untuk memilih lapak yang diawasi langsung oleh petugas dan memiliki label pemeriksaan kesehatan. Langkah ini penting agar ibadah kurban tetap berjalan aman dan sesuai syariat.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

A
Varin VC
Editor
Varin VC