Banten

Gebrakan Indo Defence 2024: Ajang Strategis Menyatukan Kekuatan Global dan Visi Pertahanan Indonesia

Moehamad Dheny Permana | 23 Juni 2025, 04:54 WIB
Gebrakan Indo Defence 2024: Ajang Strategis Menyatukan Kekuatan Global dan Visi Pertahanan Indonesia

Akurat Banten - Gelaran akbar Indo Defence 2024 yang berlangsung pada 11–14 Juni 2025 di Jakarta berhasil mencuri perhatian dunia internasional.

Pameran ini mempertemukan lebih dari 1.300 perusahaan dari 55 negara, yang tersebar di 35 paviliun negara, menjadikannya salah satu ajang pertahanan terbesar se-Asia Tenggara.

Acara ini bukan sekadar pameran alat utama sistem senjata (alutsista), tetapi menjadi forum strategis yang memperkuat hubungan antarnegara dalam membangun stabilitas global.

Mengusung tema “Kemitraan Pertahanan untuk Perdamaian dan Stabilitas Global”, gelaran ini meliputi tiga agenda utama yaitu pembukaan dengan pertemuan militer tingkat tinggi, sesi pencocokan bisnis antar pelaku industri, serta hari terakhir yang dibuka untuk masyarakat umum.

Baca Juga: Perempuan Bangkit, Keluarga Kuat: Seruan Bu Risma untuk Lawan Kemiskinan dari Dapur Sendiri

Salah satu yang mencuri perhatian adalah kehadiran Turki sebagai peserta paling dominan.

Negara tersebut menempati paviliun terbesar dan membawa serta deretan perusahaan ternama, seperti ASELSAN, Havelsan, dan Roketsan.

Lokasinya berada di Hall B JIEX Kemayoran yang menjadi pusat perhatian pengunjung.

“Kami sangat menghargai ekshibisi ini. Ini adalah kehadiran kami yang kelima, dan dari waktu ke waktu, skalanya terus bertambah besar,” ungkap Ahmet Akyol, CEO ASELSAN.

Ia menegaskan bahwa partisipasi mereka bukan sekadar simbolik, tetapi sebagai komitmen nyata membangun sinergi jangka panjang dengan mitra Indonesia.

Tak hanya hadir, ASELSAN juga menandatangani beberapa kesepakatan penting dengan perusahaan dalam negeri, termasuk BUMN pertahanan.

“Kami percaya bahwa kerja sama ini akan membawa dampak positif, termasuk dalam hal alih teknologi dan produksi bersama,” kata Akyol lagi.

Baca Juga: Aroma Mencurigakan di Depan Toko Parfum, Polisi Temukan 4 Kg Sabu di Tangerang

Penting dicatat, Indonesia memiliki visi jangka panjang melalui program post-MEF (Minimal Essential Force).

Di sinilah letak relevansi Indo Defence yaitu memperkuat kemampuan militer nasional lewat kerja sama teknologi, bukan sekadar belanja persenjataan.

Menurut Akyol, ASELSAN fokus pada tiga bidang utama yaitu sistem komunikasi canggih, kendali persenjataan tanpa awak, dan senjata berpemandu.

“Tujuan kami jelas: menjalin kolaborasi teknologi yang menghasilkan nilai nyata bagi kedua negara,” tegasnya.

Dengan begitu, Indo Defence 2024 bukan hanya pameran, tetapi momentum strategis menuju masa depan pertahanan Indonesia yang lebih mandiri dan berdaya saing global.***

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.