Indonesia–Inggris Sepakat Garap Proyek Maritim Rp87 Triliun, Dorong Lompatan Besar Industri Kapal Nasional

AKURAT BANTEN - Indonesia dan Inggris resmi mengikat kesepakatan maritim berskala besar senilai Rp87 triliun, sebuah langkah yang disebut sebagai salah satu kemitraan pertahanan dan industri terbesar antara kedua negara dalam beberapa dekade terakhir. Kesepakatan ini mencakup pengadaan kapal perusak anti-kapal selam serta paket lengkap pengembangan industri galangan kapal nasional.
Komitmen besar ini menjadi pondasi penting bagi Indonesia untuk memperkuat postur pertahanan laut sekaligus memperluas kapasitas industri strategis dalam negeri.
Di sisi lain, Inggris melalui Babcock memastikan proyek ini mengamankan ribuan lapangan kerja di negaranya sekaligus membuka pintu investasi jangka panjang di sektor perkapalan Indonesia.
Baca Juga: Tak Perlu Khawatir! DPR Tegaskan BBM Nasional Aman Menyambut Nataru 2025-2026
Presiden Prabowo Subianto menyebut kolaborasi ini sebagai momentum baru bagi modernisasi armada dan kemandirian industri.
“Melalui kemitraan bersejarah ini, kami akan mengembangkan dan membangun kapal-kapal kami di dalam negeri, didukung oleh keahlian, pengalaman, dan teknologi dari Inggris,” ujar Prabowo.
Kerja sama tersebut dikemas dalam Program Kemitraan Maritim (Maritime Partnership Programme/MPP), yang dirancang bukan hanya untuk membeli kapal, tetapi juga memastikan alih teknologi secara menyeluruh.
Program ini melibatkan peningkatan kemampuan galangan lokal, pelatihan tenaga kerja maritim, hingga pengembangan sistem pertahanan modern berbasis desain digital, otomatisasi, dan kecerdasan buatan.
Baca Juga: Ucapkan Selamat Hari Guru, Sekretaris DPRD Banten; Terimakasih Tenaga Pendidik!
Salah satu poin terbesar dalam kesepakatan ini adalah rencana pembangunan lebih dari 1.000 kapal untuk mendukung industri perikanan nasional. Kapal-kapal ini dirancang agar menciptakan ekosistem perikanan yang lebih produktif, efisien, dan berkelanjutan.
Melalui proyek ini, pemerintah berharap ekonomi pesisir dapat bergerak lebih dinamis, ketahanan pangan laut meningkat, serta kapasitas produksi perikanan tumbuh signifikan dalam beberapa tahun ke depan.
Investasi ini juga dipandang sebagai strategi geopolitik yang memperkuat posisi Indonesia di kawasan Indo-Pasifik. Dengan kemampuan konstruksi kapal yang diperkuat teknologi Inggris, Indonesia menargetkan menjadi salah satu pusat industri perkapalan modern di Asia Tenggara.
Baca Juga: Rekrutmen Karyawan FIF Rangkasbitung Diduga Sarat Ajang Manipulasi
Kerja sama maritim ini menandai babak baru hubungan Indonesia–Inggris yang semakin erat, baik dari sisi pertahanan maupun pembangunan ekonomi strategis.
Pemerintah menegaskan proyek ini akan diawasi secara khusus agar manfaatnya dirasakan langsung oleh industri nasional dan masyarakat di wilayah pesisir.
Jika berjalan sesuai rencana, kolaborasi ini tak hanya mendatangkan kapal-kapal baru, tetapi juga membangun fondasi kuat bagi masa depan maritim Indonesia. ***
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Pilpres 2029 Berpotensi Hanya Dua Pasangan, Bagaimana Nasib Dedi Mulyadi? Ini Skenarionya
- 2Besok Jadi Sorotan! BEM UI Siapkan Demo 2 Tahun Prabowo-Gibran, Tugu Tani hingga Tugu Proklamasi Disorot
- 3Gaji PNS Bakal Lewat Kopdes Merah Putih, Siapa yang Paling Diuntungkan?
- 4Waspada! Torasera Koperasi Merah Putih Disorot, Agus Sulistriyono Ingatkan Ancaman Calo dan Kongkalikong
- 5Gila! Lamine Yamal Lampaui Statistik Messi dan Ronaldo di Liga Champions, Angkanya Bikin Melongo
- 6Lionel Messi Bikin Rekor Gila di MLS! Cetak 2 Gol, Pelatih Inter Miami Sampai Menyebutnya Alien
- 7Bukan MU atau Arsenal, 2 Klub Ini Kuasai Rekor Kemenangan Beruntun Premier League!
- 8Analisis Roy Suryo dan Dokter Tifa soal Dokumen Ijazah Jokowi Jadi Sorotan, Apa Fakta Hukumnya?
- 9PSG Hancurkan Rekor Sempurna Barcelona, Respons Hansi Flick Justru Bikin Publik Heran!
- 10Vietnam Mulai Ketar-ketir! Timnas Indonesia Segera Punya Senjata Baru, Taisei Marukawa Tinggal 2 Tahap









