Medvedev Sebut Iran Bisa Dapat Senjata Nuklir dari Negara Sahabat!

Akurat Banten - Ketegangan global kembali memuncak setelah Dmitry Medvedev, Wakil Ketua Dewan Keamanan Rusia, melontarkan pernyataan yang bikin gempar.
Medvedev menyebut bahwa ada beberapa negara yang siap membantu Iran dengan memberikan akses terhadap senjata nuklir.
“Sejumlah negara siap untuk memasok Iran dengan senjata nuklir mereka,” tegasnya.
Komentar pedas tersebut muncul setelah Amerika Serikat di bawah komando Presiden Donald Trump melancarkan serangan udara ke beberapa titik fasilitas nuklir Iran.
Lokasi seperti Fordow, Natanz, dan Isfahan menjadi sasaran utama dari operasi militer AS yang disebut-sebut sebagai tanggapan atas ketegangan yang memuncak di kawasan.
Baca Juga: Fenomena Bulan Super Kembali Datangkan Banjir Rob, Warga Pesisir Jakarta Diminta Siaga!
Namun menurut Medvedev, hasil dari serangan tersebut tidak terlalu berdampak signifikan.
Ia menilai, infrastruktur nuklir Iran masih bisa bertahan dan program pengayaan uranium kemungkinan besar masih terus berjalan.
“Kerusakan tampaknya minimal. Kegiatan mereka mungkin saja tetap berlanjut,” ucap Medvedev.
Ia juga mengkritik tajam langkah Presiden Trump yang dianggap inkonsisten.
Di tengah kampanye pemilu yang menjanjikan perdamaian, Trump justru dinilai memicu konflik baru yang berisiko meluas.
“Trump menyebut dirinya pembawa perdamaian, tapi kenyataannya justru dia memprovokasi perang besar,” ujar Medvedev.
Tidak hanya itu, Medvedev juga menyangsikan kemungkinan Trump menerima pengakuan internasional dalam bentuk penghargaan.
“Lupakan soal Nobel Perdamaian. Dunia tidak mendukung langkah AS dan Israel,” tambahnya.
Baca Juga: Iran Klaim Siap Hadapi Serangan AS, Trump Sebut Operasi Militer Jadi Sejarah Baru
Ketegangan ini merupakan lanjutan dari serangan Israel terhadap Iran sejak pertengahan Juni, yang kemudian memicu aksi balasan dari pihak Iran.
Kedua belah pihak sama-sama menanggung korban besar.
Iran mencatat lebih dari 400 kematian dan ribuan luka-luka, sementara Israel juga kehilangan puluhan warganya akibat gempuran balasan.
Situasi ini menjadi alarm keras bagi dunia internasional.
Dengan pernyataan Medvedev yang menyiratkan potensi aliansi nuklir baru, dunia kini berada di persimpangan antara diplomasi dan kehancuran.***
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Geger! Survei SMRC Ungkap Skor Kepemimpinan Tokoh Nasional, Mahfud MD di Puncak, Gibran Terbawah
- 2Mahfud MD Soroti OTT KPK di BNPB, Dana Bencana Diduga Bermasalah saat Warga Butuh Bantuan
- 3Tiga Hari Lagi! Wajib Halal Berlaku 18 Oktober 2026, Ini Daftar Produk yang Harus Punya Sertifikat
- 4Singgung Asap dan Oksigen, Syahganda Dikritik Pejabat Malaysia! Indonesia Didesak Minta Maaf
- 5Bikin Bangga! Persib Menang atas The Cong-Viettel, Liga Indonesia Kini Tembus 16 Besar Asia
- 6Juventus Tak Terima Kalah dari Cristiano Ronaldo! Kasus Gaji Rp190 Miliar Kini Dibawa ke Pengadilan Tertinggi Italia
- 7Lille Dihajar Arsenal 0-3, tapi Calvin Verdonk Ukir Rekor Bersejarah untuk Indonesia di Liga Champions!
- 8Tangsel Rapi, DPUPR Banten Mulai Bersihkan Kabel Internet Semrawut di Jalan Aria Putra
- 9Mbappe Ukir Sejarah saat Real Madrid Comeback 4-3! Rekor Messi Resmi Terlewati, Golnya Tambah Catatan Gila
- 10Real Madrid Menang Dramatis di Markas Roma, Mourinho Malah Tak Mau Selebrasi: Alasannya Bikin Haru!









