Fenomena Bulan Super Kembali Datangkan Banjir Rob, Warga Pesisir Jakarta Diminta Siaga!

Akurat Banten - Warga yang tinggal di kawasan pesisir utara Jakarta kembali diingatkan untuk waspada.
Kali ini, peringatan datang dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta yang menyoroti potensi banjir rob akibat fenomena alam yang terjadi di akhir Juni ini.
BPBD melalui akun Instagram resminya, @bpbddkijakarta, menyampaikan seruan agar warga tidak lengah dan segera mengambil langkah antisipatif.
“Jika terjadi keadaan darurat, masyarakat bisa langsung menghubungi call center 112,” tulis BPBD dalam keterangannya.
Baca Juga: Iran Klaim Siap Hadapi Serangan AS, Trump Sebut Operasi Militer Jadi Sejarah Baru
Peringatan ini bukan tanpa alasan. Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Maritim Tanjung Priok telah mengeluarkan peringatan tentang potensi naiknya permukaan laut yang bisa berlangsung dari 24 hingga 31 Juni 2025.
Hal ini dipicu oleh fenomena Super New Moon, yakni ketika bulan baru berada di titik terdekatnya dengan bumi atau disebut perigee, yang jatuh pada 27 Juni. Kombinasi keduanya bisa mendorong air laut naik lebih tinggi dari biasanya.
BPBD menyebutkan bahwa banjir rob berisiko melanda berbagai titik pesisir ibu kota, seperti Kamal Muara, Kapuk Muara, Penjaringan, hingga kawasan strategis seperti Tanjung Priok dan Ancol.
Tidak hanya itu, wilayah di Kabupaten Kepulauan Seribu juga diperkirakan akan terdampak.
Faktanya, air pasang telah lebih dulu menunjukkan dampaknya. Pada Minggu, 22 Juni 2025, pemukiman warga di RW 22, Kelurahan Pluit, Jakarta Utara, sempat terendam.
Ketua RW setempat, Bani, mengatakan, “Air mulai masuk sekitar jam lima sore. Ini bukan yang pertama kalinya kami alami.”
Baca Juga: Prabowo Teken Aturan Baru: Saksi Pelaku Kini Bisa Dapat Keringanan Hukum, Apa Itu?
Dengan peringatan yang telah disebarluaskan, masyarakat diimbau untuk tetap tenang namun bersiap.
Menaikkan barang-barang berharga, menutup saluran air, dan terus memantau informasi resmi menjadi langkah penting untuk meminimalkan risiko.
Fenomena pasang seperti ini mungkin terlihat biasa, namun efeknya bisa merusak jika diabaikan.
Oleh karena itu, kesiapsiagaan menjadi kunci utama agar warga bisa menghadapi ancaman ini dengan lebih aman.***
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Geger! Survei SMRC Ungkap Skor Kepemimpinan Tokoh Nasional, Mahfud MD di Puncak, Gibran Terbawah
- 2Mahfud MD Soroti OTT KPK di BNPB, Dana Bencana Diduga Bermasalah saat Warga Butuh Bantuan
- 3Tiga Hari Lagi! Wajib Halal Berlaku 18 Oktober 2026, Ini Daftar Produk yang Harus Punya Sertifikat
- 4Singgung Asap dan Oksigen, Syahganda Dikritik Pejabat Malaysia! Indonesia Didesak Minta Maaf
- 5Bikin Bangga! Persib Menang atas The Cong-Viettel, Liga Indonesia Kini Tembus 16 Besar Asia
- 6Juventus Tak Terima Kalah dari Cristiano Ronaldo! Kasus Gaji Rp190 Miliar Kini Dibawa ke Pengadilan Tertinggi Italia
- 7Lille Dihajar Arsenal 0-3, tapi Calvin Verdonk Ukir Rekor Bersejarah untuk Indonesia di Liga Champions!
- 8Tangsel Rapi, DPUPR Banten Mulai Bersihkan Kabel Internet Semrawut di Jalan Aria Putra
- 9Mbappe Ukir Sejarah saat Real Madrid Comeback 4-3! Rekor Messi Resmi Terlewati, Golnya Tambah Catatan Gila
- 10Real Madrid Menang Dramatis di Markas Roma, Mourinho Malah Tak Mau Selebrasi: Alasannya Bikin Haru!









