Banten

Jakarta Lumpuh! Setengah Juta Ojol Bersatu Padati Ibu Kota, Matikan Aplikasi & Serukan Keadilan

Moehamad Dheny Permana | 16 Mei 2025, 19:57 WIB
Jakarta Lumpuh! Setengah Juta Ojol Bersatu Padati Ibu Kota, Matikan Aplikasi & Serukan Keadilan

Akurat Banten - Ibu kota Indonesia akan menghadapi salah satu demonstrasi terbesar dalam sejarah transportasi daring.

Sekitar 500 ribu pengemudi ojek online (ojol) dari seluruh penjuru tanah air akan mematikan aplikasi secara massal dan menggelar unjuk rasa akbar bertajuk “Aksi 205”, sebagai bentuk protes terhadap aplikator yang diduga melanggar regulasi pemerintah.

Aksi ini bukan hanya akan mengguncang Jakarta, tetapi juga akan digelar serentak di berbagai kota besar di Indonesia seperti Medan, Palembang, Bandung, Semarang, Surakarta, Surabaya, Balikpapan, Makassar, Manado, hingga Ambon.

Ketua Umum Garda Indonesia, Raden Igun Wicaksono, menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat atas potensi gangguan lalu lintas yang akan terjadi, khususnya di kawasan Istana Merdeka, Kementerian Perhubungan, dan Gedung DPR RI, yang menjadi titik pusat aksi demonstrasi.

Baca Juga: Demi Saluran Air, Ketua RW 02 Pondok Kopi Dianiaya Warga Sendiri: Kisah Tragis Pengabdian yang Dibalas Kekerasan

“Kami mohon maaf kepada warga Jakarta dan aglomerasi Jabodetabek atas potensi kemacetan akibat aksi unjuk rasa akbar 205,” ujarnya.

Aksi ini akan melibatkan pengemudi roda dua dan roda empat dari berbagai organisasi, seperti APOB, GOGRABBER, TEKAB, SAKOI, dan GEPPAK, yang menyuarakan keresahan kolektif terhadap kebijakan aplikator yang dianggap tidak adil.

Tuntutan utama para pengemudi adalah penerapan tegas terhadap Kepmenhub KP Nomor 1001 Tahun 2022, yang menetapkan batas maksimal potongan aplikasi sebesar 20 persen.

Namun kenyataannya, banyak aplikator disebut memotong hingga 50 persen dari pendapatan mitra.

Baca Juga: Jangan Sepelekan! Ini Bahaya Cicak di Rumah dan 13 Cara Ampuh Mengusirnya!

 “Selama ini kami sudah bersabar sejak 2022, tetapi pelanggaran ini terus dibiarkan. Sekarang saatnya kami bersuara lebih keras,” tegas Raden.

Selain turun ke jalan, para pengemudi juga akan melakukan aksi offbid massal, yaitu mematikan aplikasi secara serentak sebagai bentuk perlawanan pasif.

Langkah ini diyakini akan sangat memengaruhi ketersediaan layanan transportasi online di berbagai kota.

Garda Indonesia berharap masyarakat memahami bahwa aksi ini merupakan bentuk desakan kolektif agar pemerintah segera turun tangan memperbaiki ekosistem transportasi daring.

Baca Juga: Terungkap! Modus Pemerasan Licik Terhadap Karyawan Baru Pabrik di Cikande, Pelaku Berhasil Diciduk!

Dengan skala aksi yang masif, masyarakat diimbau untuk menyesuaikan aktivitas, terutama di sekitar lokasi demonstrasi, agar tidak terjebak kemacetan.

Aksi 205 diprediksi akan berlangsung mulai pukul 13.00 WIB hingga selesai.

Para pengemudi berharap suara mereka kali ini didengar, dan regulasi yang ada benar-benar ditegakkan.

Mereka menegaskan bahwa aksi ini bukan bentuk perlawanan terhadap pemerintah, tetapi seruan keadilan agar keberadaan dan nasib para pekerja transportasi online tidak lagi diabaikan.***

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.