Kampung Petualangan Buluh: Wisata Seru dengan Keindahan Alam dan Sensasi Petualangan yang Menantang

AKURAT BANTEN - Kampung Petualangan Buluh, yang didirikan pada September 2022 oleh sekelompok anak muda di Desa Cijaralang, Kecamatan Cimanggu, Kabupaten Pandeglang, telah menjadi contoh cemerlang tentang bagaimana sebuah komunitas dapat menggabungkan berbagai sektor untuk menciptakan keberlanjutan yang saling mendukung.
Dengan memanfaatkan potensi alam dan budaya lokal, Kampung Petualangan Buluh tidak hanya fokus pada pengembangan pertanian tetapi juga gerakan sosial dan wisata alam yang bermanfaat bagi masyarakat setempat dan wisatawan.
Para pemuda yang mengelola Kampung Petualangan Buluh memiliki semangat kuat untuk kembali ke alam.
Mereka, mengembangkan pertanian di kawasan tersebut, menanam berbagai komoditas pangan seperti padi huma, jagung, cabai, pisang, durian, dan singkong.
Baca Juga: Fasilitasi Kuliah Kedokteran Gratis, Mahasiswa Palestina Ungkap Terimakasih Kepada Prabowo
Dengan adanya pertanian ini, KPB tak hanya memperkuat ketahanan pangan bagi komunitas lokal, tetapi juga membuka peluang bagi masyarakat untuk meningkatkan pendapatan mereka melalui hasil pertanian yang berkelanjutan.
Berbagai inovasi terus dikembangkan, fokus Kampung Petualangan Buluh juga tidak hanya berhenti pada sektor pertanian.
Komunitas ini aktif dalam berbagai kegiatan sosial yang memberikan manfaat langsung bagi lingkungan sekitar.
Pengecoran jalan, pembangunan rumah layak huni (RTLH), pembangunan mushola, hingga pemberian santunan bagi warga yang membutuhkan, menjadi bagian integral dari upaya mereka memperbaiki kondisi sosial dan kehidupan masyarakat.
Baca Juga: Tahun Baru Imlek, Ramayana Serang Hadirkan Promo Spesial dan Hadiah Angpao
Melalui kegiatan ini, KPB turut berperan dalam menciptakan perubahan positif yang berkelanjutan dalam komunitasnya.
Inisiator KPB, Sujana menjelaskan visi besar mereka, yakni bisa menjadikan tempat tersebut menjadi tempat yang menarik untuk mendatangkan wisatawan.
"Kami ingin menciptakan tempat yang tidak hanya berfokus pada pertanian dan ketahanan pangan, tetapi juga mengangkat potensi budaya lokal dan menjadikannya sebagai daya tarik wisata," ungkap Sujana yang juga menjadi penggerak di KPB.
Selain itu, Sujana juga mengaku, telah menyelenggarakan Festival di Kampung Petualangan Buluh sebanyak dua kali dan mendapat dukungan dari Kementerian Pariwisata RI serta tokoh masyarakat setempat.
Baca Juga: DPRD Lebak Minta Pembangunan Hotel Rose Dihentikan, Sebelum Kantongi Izin PBG Keluar
Festival ini menampilkan berbagai pertunjukan tradisional dan kegiatan budaya yang bertujuan untuk melestarikan kebudayaan daerah sekaligus menarik minat pengunjung.
Tak hanya budaya, KPB terus berinovasi untuk menawarkan pengalaman wisata yang unik dan menarik.
Salah satu daya tarik utamanya adalah jalur ATV (All Terrain Vehicle) yang menantang.
Jalur yang ekstrem ini memberikan pengalaman off-road yang seru bagi wisatawan, yang dapat menempuh rute tersebut dalam waktu sekitar dua jam.
Baca Juga: Toyota dan Honda Rilis Mobil Hybrid Terbaru di GIIAS 2023
Menurut Sujana, jalur ATV tersebut sudah menarik banyak pengunjung dari berbagai daerah, seperti Yogyakarta, Jawa Timur, Lampung, Batam, dan kota-kota besar lainnya.
Harganya yang terjangkau kata Sujana, menjadi daya tarik tersendiri, sehingga wisatawan dari berbagai latar belakang bisa menikmati sensasi petualangan di alam terbuka.
"Melalui berbagai inovasi yang dikembangkan, Kampung Petualangan Buluh terus berupaya untuk menjadi destinasi wisata yang ramah lingkungan, sekaligus mendukung ekonomi lokal dan memperkenalkan kekayaan budaya serta alam daerah kepada masyarakat luas," cetusnya kepada Akurat Banten.
Kampung ini, lanjut Sujana, tidak hanya menarik pengunjung, tetapi juga memberi dampak positif bagi masyarakat dengan meningkatkan kesadaran akan pentingnya keberlanjutan lingkungan dan sosial.
Baca Juga: Program Unggulan Polres dan Pemkab Pandeglang, Narkoba Jadi Target Pencegahan Utama
"Kampung Petualangan Buluh membuktikan bahwa dengan kolaborasi yang kuat antara sektor pertanian, sosial, dan wisata, sebuah komunitas bisa tumbuh dan berkembang secara harmonis," tandasnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Geger! Survei SMRC Ungkap Skor Kepemimpinan Tokoh Nasional, Mahfud MD di Puncak, Gibran Terbawah
- 2Mahfud MD Soroti OTT KPK di BNPB, Dana Bencana Diduga Bermasalah saat Warga Butuh Bantuan
- 3Tiga Hari Lagi! Wajib Halal Berlaku 18 Oktober 2026, Ini Daftar Produk yang Harus Punya Sertifikat
- 4Singgung Asap dan Oksigen, Syahganda Dikritik Pejabat Malaysia! Indonesia Didesak Minta Maaf
- 5Bikin Bangga! Persib Menang atas The Cong-Viettel, Liga Indonesia Kini Tembus 16 Besar Asia
- 6Juventus Tak Terima Kalah dari Cristiano Ronaldo! Kasus Gaji Rp190 Miliar Kini Dibawa ke Pengadilan Tertinggi Italia
- 7Lille Dihajar Arsenal 0-3, tapi Calvin Verdonk Ukir Rekor Bersejarah untuk Indonesia di Liga Champions!
- 8Tangsel Rapi, DPUPR Banten Mulai Bersihkan Kabel Internet Semrawut di Jalan Aria Putra
- 9Mbappe Ukir Sejarah saat Real Madrid Comeback 4-3! Rekor Messi Resmi Terlewati, Golnya Tambah Catatan Gila
- 10Real Madrid Menang Dramatis di Markas Roma, Mourinho Malah Tak Mau Selebrasi: Alasannya Bikin Haru!









