Banten

4 Fakta Terbaru Kasus Anak Bunuh Ayah dan Neneknya di Jakarta Selatan, Setelah Rekaman CCTV Diamankan Polisi

Syahganda Nainggolan | 5 Desember 2024, 08:26 WIB
 4 Fakta Terbaru Kasus Anak Bunuh Ayah dan Neneknya di Jakarta Selatan, Setelah Rekaman CCTV Diamankan Polisi

AKURAT BANTEN - Kasi Humas Polres Metro Jakarta Selatan membeberkan update terkait kasus pembunuhan oleh anak di bawah umur yang terjadi di kawasan Jakarta Selatan.

AKP Nurma Dewi mengungkap anak berhadapan hukum (ABH) yang terduga kasus pembunuhan terhadap ayah dan neneknya mengaku menyesali tindakannya terkhusus saat melukai ibunya, pada Selasa, 3 Desember 2024.

Baca Juga: Wanita Setengah Telanjang Ditemukan Tewas Dipinggir Kali Cisadane Tangerang

Sang ibu diketahui mengalami luka parah akibat tertusuk sebuah pisau yang kini telah menjadi barang bukti pihak kepolisian.

"Dia (tersangka) juga berdoa agar dia bisa bertemu dengan ibu dan ibunya segera sembuh, itu yang didoakan,"ujar Nurma kepada wartawan di Jakarta, pada Selasa, 3 Desember 2024.

Selain itu, Nurma menyebut tersangka terus menangis dan meminta pihaknya untuk menyampaikan permohonan maaf kepada sang ibunda.

"Kemudian dia minta (polisi) menyampaikan permohonan maaf ke ibunya," ungkapnya.

Menyoroti kasus itu, berikut sejumlah fakta terkait keterangan sang anak yang berhadapan dengan hukum hingga bukti rekaman CCTV yang diamankan oleh pihak kepolisian.

Baca Juga: Red Sparks Kembali Menyala, Megawati dan Vanja Bukilic Tampil Dominan Menang 3-0 Atas Hi-Pass

1. Kondisi Psikologis Tersangka Mulai Stabil

Dalam kesempatan yang sama, Nurma mengungkap tersangka terus menangis dan berulang kali mengungkap penyesalannya.

Bagi yang belum tahu, anak berhadapan hukum itu terlibat kasus pembunuhan terhadap ayah dan neneknya di kawasan Cilandak, Jaksel, pada Sabtu, 30 November 2024 lalu.

Dua orang tewas, yakni APW (40) selaku ayah dan RM (69) sebagai nenek. Sementara sang ibu bernisial AP (40) dari remaja itu mengalami luka tusuk.

2. Polisi Cari Tahu Keseharian Tersangka di Sekolah

Dalam kesempatan berbeda di beberapa hari lalu, Nurma juga mengklaim pihaknya telah memeriksa sejumlah saksi terkait kasus pembunuhan remaja terhadap ayah dan neneknya di Jaksel.

"Sudah enam orang (diperiksa). Sekarang juga kita lagi meminta keterangan dari pihak sekolah," ujar Nurma kepada wartawan di Jakarta, pada Senin, 2 Desember 2024.

Baca Juga: Presiden Prabowo Tegur Gus Miftah, Gegara Menghina Pedagang Es Sunhaji

Dalam pemeriksaan ini, polisi mendalami perilaku sehari-hari tersangka ke pihak sekolah sebagai upaya mengungkap motif pembunuhan.

"Dari sekolah (soal) keseharian (tersangka) karena banyak kegiatan anak tersebut di sekolah tentunya. Dengan guru, dengan murid, itu pasti kita gali," tegas Nurma.

3. Ada Rekaman CCTV dari Rumah Tetangga

Dalam kesempatan berbeda, Nurma juga menyebut pihaknya telah menyita sejumlah bukti terkait kasus anak yang membunuh keluarganya di kawasan Cilandak, Jaksel.

Nurma mengatakan polisi telah menyita rekaman CCTV dan pisau dapur yang digunakan oleh tersangka.

"Ada CCTV yang kita dapat dan pisau dapur untuk melukai itu," ungkap Nurma kepada wartawan di Jakarta, pada Senin, 2 Desember 2024.

Kasi Humas Polres Metro Jaksel itu pun menjelaskan sejumlah barang bukti yang disita polisi akan dipakai untuk menjadi pertimbangan selama proses penyidikan.

Baca Juga: Ledakan Gas Picu Kebakaran Rumah di Bintaro Tangsel, Satu Orang Luka Bakar

4. Bareskrim Polri Bantu Penyelidikan

Direktur Tindak Pidana Perempuan dan Anak dan Pidana Perdagangan Orang (PPA-PPO) Bareskrim Polri, Brigjen Pol. Desy Andriany turut melakukan asistensi atau bantuan penyelidikan kasus remaja pembunuh ayah dan neneknya di Jaksel.

"Pihak Bareskrim Polri telah melakukan asistensi ke unit PPA Polres Jakarta Selatan," ujar Desy dalam kesempatan berbeda di Jakarta, pada Senin, 2 Desember 2024.

Desy menuturkan pihaknya telah memantau perkembangan kasus dan mengaku prihatin atas kejadian tersebut.

"Kita sambil monitor lebih lanjut perkembangan kasusnya. Yang pasti kita prihatin, nanti kita dengar perkembangan informasi lebih lanjut dari penyidik," ujar Desy.

Baca Juga: Gugat ke MK, Tim Pemenangan Airin-Ade Temukan Bukti Masif APH dan Kepolisian Diduga Menangkan Andra Soni-Dimyati di Pilkada Banten

Direktur PPA-PPO Bareskrim Polri itu pun mengungkap tersangka sedang melakukan pendampingan dengan Asosiasi Psikolog Forensik (Apsifor) Indonesia untuk mengecek kondisi psikologisnya.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.