Man City Dihantam Kasus Finansial, Steven Gerrard Angkat Suara: Bukan Degradasi, Hukuman Ini yang Harus Diterima!

AKURAT BANTEN - Kasus pelanggaran finansial Manchester City memasuki babak yang semakin panas. Setelah komisi independen menyatakan The Citizens bersalah atas pelanggaran serius aturan finansial Premier League, legenda Liverpool Steven Gerrard ikut angkat suara.
Ia meminta hukuman berat diberikan kepada klub yang selama bertahun-tahun menjadi salah satu kekuatan terbesar sepak bola Inggris.
Gerrard bahkan memiliki usulan yang cukup ekstrem. Mantan kapten Liverpool itu menilai Manchester City seharusnya kehilangan gelar-gelar yang mereka raih selama periode yang terkait dengan pelanggaran tersebut. Menurutnya, hukuman harus benar-benar memberikan dampak kepada klub, bukan sekadar menjadi formalitas.
Pernyataan Gerrard disampaikan dalam program The Overlap. Ia mengakui dirinya berpotensi ikut terdampak jika gelar-gelar Manchester City ditinjau ulang.
Liverpool merupakan salah satu klub yang bersaing ketat dengan City pada periode tersebut, termasuk pada musim 2013/2014 ketika The Reds finis sebagai runner-up Premier League.
Namun, Gerrard tidak ingin para pemain Manchester City dipaksa mengembalikan medali secara individual. Baginya, persoalan tersebut merupakan tanggung jawab klub sebagai institusi.
Ia justru mengusulkan hukuman yang berlangsung selama beberapa musim agar efeknya benar-benar terasa.
Salah satu hukuman yang diusulkan Gerrard adalah larangan transfer serta pengurangan poin selama beberapa musim.
Ia berpendapat hukuman seperti itu lebih tepat dibandingkan sekadar menurunkan Manchester City ke Championship.
Baca Juga: Real Madrid Incar David Raya, Arsenal Bisa Kehilangan Kiper Andalan di Tengah Ancaman Serius!
Alasannya cukup menarik. Gerrard menilai degradasi justru dapat menimbulkan persoalan baru bagi klub-klub Championship karena keberadaan City akan berpotensi mengambil salah satu tempat promosi.
Karena itu, ia lebih memilih hukuman jangka panjang yang membuat Manchester City tetap berada di Premier League, tetapi harus merasakan konsekuensi olahraga dari pelanggaran mereka.
Kasus yang menjadi dasar tuntutan tersebut memang sangat serius. Pada 29 September 2026, Premier League mengumumkan bahwa komisi independen menemukan Manchester City bersalah atas seluruh dakwaan terkait pelanggaran serius aturan finansial selama periode sembilan musim, dari 2009/2010 hingga 2017/2018.
Komisi juga menemukan sebagian besar tuduhan terkait kegagalan klub bekerja sama dalam investigasi Premier League terbukti.
Baca Juga: Ronaldo Makin Menggila! Gol Voli CR7 Bawa Al Nassr Menang 3-1, Target 1.000 Gol Makin Dekat
Dalam putusannya, komisi menyatakan City menggunakan sejumlah kontrak komersial yang dinilai “sham” sehingga pendapatan klub terlihat lebih tinggi dan biaya lebih rendah daripada kondisi sebenarnya.
Komisi juga menyatakan laporan keuangan yang diberikan klub tidak menggambarkan kondisi finansial secara akurat.
Namun, ada satu catatan penting. Manchester City belum menerima hukuman final. Klub membantah temuan tersebut dan telah mengajukan banding terhadap keputusan komisi independen.
Premier League mengonfirmasi proses banding tersebut pada 2 Oktober 2026 dan menyatakan prosesnya akan berlangsung secara independen serta rahasia sampai hasilnya dapat dipublikasikan.
Baca Juga: Bukan Cuma Soal Sepak Bola! Kepergian Cristiano Ronaldo Bisa Bikin Keuangan Portugal Guncang
Karena itu, berbagai kemungkinan sanksi seperti pengurangan poin, larangan transfer, pencabutan gelar atau degradasi belum menjadi keputusan resmi.
Di tengah ketidakpastian tersebut, Manchester City justru tetap melaju di lapangan. Mereka baru saja menghancurkan Liverpool dengan skor 3-0 di Anfield.
Hasil tersebut membuat tekanan terhadap Premier League semakin besar karena publik kini menunggu bagaimana kasus terbesar dalam sejarah kompetisi itu akan berakhir.
Gerrard sendiri menginginkan satu hal: jika pelanggaran tersebut akhirnya tetap bertahan setelah banding, Manchester City harus menerima konsekuensi yang sepadan.
Bagi sang legenda Liverpool, hukuman bukan semata-mata tentang menghukum satu klub. Ini juga soal memastikan aturan Premier League berlaku sama untuk semua peserta.
Dan jika usul Gerrard benar-benar diwujudkan, Manchester City bisa menghadapi hukuman yang dampaknya terasa bukan hanya satu musim, tetapi bertahun-tahun.
***
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini



Terpopuler
- 1Mahfud MD Bikin Geger! 'Dicari Sampai Mati Pun Tak Akan Ada Ijazah', Ini Penjelasannya soal Gibran
- 2Anies, Ganjar, dan Mahfud Bakal Masuk Istana? Wacana Pemakzulan Gibran Ikut Jadi Sorotan
- 3Denny Indrayana Soroti Sikap Megawati soal Gibran, PDIP Bakal Bergerak atau Pilih Diam?
- 4Duet Dedi Mulyadi-Purbaya Jadi Sorotan! Syahganda Singgung Pilihan Mengejutkan Purbaya
- 5Mahfud MD Jelaskan Beda Pemakzulan dan Pidana dalam Kasus Gibran, Ini Tahapan Hukumnya!
- 6Nasabah BTN Klaim Dana Rp17 Miliar Bermasalah, Setiap Rp1 Miliar Masuk Saldo Disebut Tersisa Rp100, Ada Apa?
- 7Miris! 21 Tahun Jadi Pemulung, Lansia Ini Tak Tahu Punya Uang Pensiun Rp1,1 Miliar
- 8Terkenal Vokal, Ini Strategi Baru Abah Saiful Milah Usai Resmi Duduki Kursi Ketua DPRD Kota Tangerang
- 9Man City Dihantam Kasus Finansial, Steven Gerrard Angkat Suara: Bukan Degradasi, Hukuman Ini yang Harus Diterima!
- 10Man City Hantam Liverpool 3-0, tapi Kemenangan Disebut “Lelucon”: Mengapa Premier League Tak Bisa Langsung Menghukum?







