Man City Hantam Liverpool 3-0, tapi Kemenangan Disebut “Lelucon”: Mengapa Premier League Tak Bisa Langsung Menghukum?

AKURAT BANTEN - Kemenangan Manchester City atas Liverpool di Anfield seharusnya menjadi salah satu hasil paling bergengsi dalam perjalanan mereka di Premier League 2026/2027. Namun, kemenangan telak 3-0 tersebut justru dibayangi kontroversi besar.
Laga yang berlangsung Minggu (11/10/2026) menjadi pertandingan pertama Manchester City setelah klub dinyatakan bersalah oleh komisi independen atas seluruh dakwaan pelanggaran serius aturan finansial Premier League yang diajukan dalam kasus tersebut. City telah mengajukan banding atas keputusan itu.
Situasi tersebut membuat kemenangan di Anfield terasa berbeda. John Cross, Chief Football Writer The Mirror, bahkan menyebut ketidakpastian yang menyelimuti kasus Manchester City membuat Premier League terlihat seperti sebuah “lelucon” karena hasil pertandingan City tetap berjalan normal sementara potensi sanksi terhadap klub masih belum diketahui.
Namun, mengapa Premier League tidak bisa langsung memberikan hukuman?
Baca Juga: Real Madrid Incar David Raya, Arsenal Bisa Kehilangan Kiper Andalan di Tengah Ancaman Serius!
Jawabannya terletak pada mekanisme disipliner kompetisi. Setelah komisi independen menyatakan Manchester City bersalah, persoalan sanksi diproses secara terpisah.
Premier League memang memiliki kewenangan untuk membawa dugaan pelanggaran ke komisi independen, tetapi hukuman tidak dapat ditentukan sepihak oleh operator liga.
Menurut penjelasan resmi Premier League, komisi independen memiliki kewenangan luas untuk menentukan sanksi, termasuk denda, pengurangan poin, maupun hukuman olahraga lainnya. Klub juga mempunyai hak untuk mengajukan banding terhadap keputusan tersebut.
Karena itulah, Manchester City masih dapat bertanding dan mengumpulkan poin sembari proses hukum berjalan.
Baca Juga: Ronaldo Makin Menggila! Gol Voli CR7 Bawa Al Nassr Menang 3-1, Target 1.000 Gol Makin Dekat
Premier League menyatakan ingin proses tersebut diselesaikan secepat mungkin, tetapi tetap harus mengikuti prosedur yang berlaku.
Kontroversi semakin panas karena City justru tampil luar biasa di Anfield. Pertandingan sempat berjalan ketat tanpa gol hingga Ryan Gravenberch menerima kartu merah setelah mendapatkan kartu kuning kedua. Setelah Liverpool bermain dengan 10 orang, situasi berubah drastis.
Erling Haaland membuka keunggulan City hanya beberapa menit setelah kartu merah tersebut. Jeremy Doku kemudian menggandakan keunggulan sebelum Rayan Cherki melengkapi kemenangan 3-0.
Keputusan wasit Chris Kavanagh untuk mengusir Gravenberch menjadi salah satu sumber perdebatan terbesar.
Jamie Carragher menilai kartu kuning pertama sang gelandang Liverpool merupakan keputusan buruk, sementara kartu kuning keduanya juga memicu perdebatan.
Sebelum diusir, Gravenberch justru dianggap sebagai salah satu pemain terbaik Liverpool selama sekitar satu jam pertandingan.
Kondisi tersebut membuat sebagian pendukung Liverpool semakin geram. Terlebih lagi, pertandingan digelar hanya beberapa hari setelah keputusan komisi independen mengenai kasus finansial City diumumkan. Di tribun Anfield, City mendapat sambutan penuh ejekan dan tudingan “cheat”.
Namun, Manchester City tidak menganggap kemenangan tersebut perlu dikecilkan. Manajer Enzo Maresca membela selebrasi para pemainnya setelah laga.
Baca Juga: Bukan Cuma Soal Sepak Bola! Kepergian Cristiano Ronaldo Bisa Bikin Keuangan Portugal Guncang
Ia menegaskan bahwa memenangkan pertandingan dengan skor 3-0 di Anfield merupakan pencapaian yang memang pantas dirayakan. Kapten Ruben Dias juga menegaskan para pemain tetap percaya kepada klub dan memilih fokus pada sepak bola.
Kini, bola berada di tangan proses hukum. City telah menyatakan banding, sementara sanksi akhir belum diputuskan. Premier League sendiri menyatakan bahwa hukuman akan ditangani melalui mekanisme komisi independen.
Dengan demikian, kemenangan 3-0 atas Liverpool tetap tercatat sebagai hasil resmi Premier League. Tetapi nilai tiga poin tersebut masih dibayangi pertanyaan yang jauh lebih besar, berapa harga yang harus dibayar Manchester City jika keputusan bersalah tersebut akhirnya bertahan hingga proses banding selesai?
Untuk saat ini, belum ada pengurangan poin, degradasi, atau hukuman olahraga lain yang telah diputuskan. Dan justru ketidakpastian itulah yang membuat kemenangan City di Anfield terus menjadi bahan perdebatan.
***
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini



Terpopuler
- 1Mahfud MD Bikin Geger! 'Dicari Sampai Mati Pun Tak Akan Ada Ijazah', Ini Penjelasannya soal Gibran
- 2Anies, Ganjar, dan Mahfud Bakal Masuk Istana? Wacana Pemakzulan Gibran Ikut Jadi Sorotan
- 3Denny Indrayana Soroti Sikap Megawati soal Gibran, PDIP Bakal Bergerak atau Pilih Diam?
- 4Duet Dedi Mulyadi-Purbaya Jadi Sorotan! Syahganda Singgung Pilihan Mengejutkan Purbaya
- 5Mahfud MD Jelaskan Beda Pemakzulan dan Pidana dalam Kasus Gibran, Ini Tahapan Hukumnya!
- 6Nasabah BTN Klaim Dana Rp17 Miliar Bermasalah, Setiap Rp1 Miliar Masuk Saldo Disebut Tersisa Rp100, Ada Apa?
- 7Miris! 21 Tahun Jadi Pemulung, Lansia Ini Tak Tahu Punya Uang Pensiun Rp1,1 Miliar
- 8Terkenal Vokal, Ini Strategi Baru Abah Saiful Milah Usai Resmi Duduki Kursi Ketua DPRD Kota Tangerang
- 9Man City Dihantam Kasus Finansial, Steven Gerrard Angkat Suara: Bukan Degradasi, Hukuman Ini yang Harus Diterima!
- 10Man City Hantam Liverpool 3-0, tapi Kemenangan Disebut “Lelucon”: Mengapa Premier League Tak Bisa Langsung Menghukum?







