Bukan Cuma Soal Sepak Bola! Kepergian Cristiano Ronaldo Bisa Bikin Keuangan Portugal Guncang

AKURAT BANTEN - Kepergian Cristiano Ronaldo dari pemusatan latihan Timnas Portugal ternyata membawa persoalan yang jauh lebih besar daripada konflik dengan pelatih Jorge Jesus.
Di balik drama tersebut, Federasi Sepak Bola Portugal (FPF) kini harus menghadapi pertanyaan serius: seberapa besar dampak finansial jika salah satu atlet paling terkenal di dunia benar-benar tidak lagi menjadi bagian dari tim nasional?
Ronaldo meninggalkan kamp Portugal pada 30 September 2026 setelah dirinya hanya menjadi pemain cadangan ketika Portugal menang 2-1 atas Norwegia.
Sang kapten kemudian tidak masuk rencana starter untuk pertandingan berikutnya melawan Denmark. Ronaldo merasa ada kesepakatan mengenai kesempatan bermain yang tidak dipenuhi dan memilih meninggalkan pemusatan latihan.
Persoalan tersebut kemudian berkembang menjadi kasus disipliner. Pada 10 Oktober 2026, FPF mengonfirmasi proses disipliner dan menjatuhkan skorsing preventif non-otomatis kepada Ronaldo. Artinya, belum ada keputusan final mengenai berapa lama hukuman yang akan diterimanya.
Ronaldo sendiri telah meminta maaf kepada rekan setim dan pendukung serta menyatakan siap menerima konsekuensi atas tindakannya.
Namun, FPF tampaknya tidak ingin persoalan tersebut berakhir dengan perpisahan permanen. Pelatih Jorge Jesus sebelumnya masih membuka pintu bagi Ronaldo untuk kembali.
Presiden FPF Pedro Proença juga menyebut kejadian tersebut sebagai sebuah kesalahpahaman dan menegaskan pentingnya Ronaldo bagi tim nasional.
Baca Juga: Pep Guardiola Kembali ke Etihad di Tengah Badai 114 Dakwaan Manchester City, Ada Pesan Tersembunyi?
Alasannya bukan semata-mata prestasi di lapangan. Ronaldo merupakan salah satu aset komersial terbesar yang pernah dimiliki sepak bola Portugal.
Pakar pemasaran Carlos Coelho menilai absennya pemain 41 tahun tersebut dapat mengurangi nilai merek Timnas Portugal secara signifikan.
Menurutnya, daya tarik Ronaldo membuat pertandingan Portugal mampu menjangkau audiens global yang jauh lebih besar.
Besarnya pengaruh tersebut juga terlihat dari aktivitas digital. Selama Piala Dunia 2026, 29 unggahan Ronaldo diperkirakan menghasilkan US$107 juta dalam audience media value, sementara 565 unggahan akun resmi Timnas Portugal menghasilkan sekitar US$79 juta.
Angka tersebut bukan pendapatan tunai yang diterima Ronaldo maupun FPF, melainkan estimasi nilai eksposur audiens. Karena itu, angka US$107 juta tidak bisa disebut sebagai jumlah uang yang otomatis akan hilang dari federasi.
Dari sisi keuangan, FPF sendiri bukan organisasi kecil. Federasi mencatat pendapatan lebih dari US$153 juta pada musim 2024/2025.
Anggaran musim berikutnya juga mengalokasikan sekitar US$23,5 juta untuk tim nasional senior yang bersumber antara lain dari iklan, hak siar televisi dan lisensi.
Menariknya, Portugal juga mulai menunjukkan bahwa mereka mampu meraih hasil tanpa Ronaldo.
Baca Juga: Liverpool Dihantam Badai Cedera Jelang Hadapi Man City, Isak dan Gakpo Terancam Absen!
Dalam periode ketika sang kapten absen, Portugal mengamankan kemenangan atas Denmark dan Norwegia serta memastikan tempat di perempat final UEFA Nations League.
Di sinilah dilema FPF menjadi semakin rumit. Secara olahraga, regenerasi tetap harus berjalan. Tetapi secara komersial, Ronaldo masih merupakan magnet luar biasa.
Ronaldo tercatat sebagai pencetak gol terbanyak Portugal dengan 146 gol dari 234 penampilan. Ia juga merupakan bagian penting dari sejarah keberhasilan Portugal, termasuk ketika memenangkan Euro 2016.
Kini FPF harus mencari jalan keluar yang tidak merusak kedua sisi tersebut. Portugal mungkin mampu terus menang tanpa Ronaldo. Namun, kehilangan nama sebesar CR7 berpotensi membuat nilai komersial tim nasional ikut berubah.
Baca Juga: Kekalahan dari PSG Masih Menghantui Mikel Arteta, Pelatih Arsenal: “Racun Itu Masih Mengalir”
Dengan demikian, drama Ronaldo bukan hanya tentang siapa yang bermain dan siapa yang duduk di bangku cadangan.
Ada sebuah aset global yang sedang dipertaruhkan, dan FPF harus berhati-hati agar konflik olahraga tidak berubah menjadi persoalan bisnis yang jauh lebih besar.
***
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini


Terpopuler
- 1Anies Baswedan Disarankan Masuk Kabinet Prabowo, Syahganda Sampai Sebut Posisi Menteri Ini!
- 2Data Center AI Rp3,5 Triliun di Jatiluhur Bikin Geger, Dedi Mulyadi Turunkan Pakar ITB dan UI
- 3Bukan Cuma Gibran, Ahmad Ali Ungkap Kaesang Mulai Diproyeksikan PSI Jadi Presiden
- 4Mahfud MD Bongkar Rencana Pergantian Listyo Sigit yang Sempat Tertunda, Nama Gibran Ikut Muncul
- 5CPA Days 2026 Digelar di BINUS Alam Sutera, IAPI Dorong Talenta Akuntan Publik Kuasai AI
- 6Dinsos Kota Tangerang Bantu Ibu dan Anak Penjual Tisu di Daan Mogot, Upayakan Reunifikasi Keluarga
- 7Gibran dan Kemendikdasmen Diadukan ke Bareskrim soal Suket SMA, Bola Panas Usai Putusan MK
- 89 Hakim MK Dilaporkan ke MKMK Usai Putusan Gugatan Ijazah Gibran, Ada Apa?
- 9Bukan Cuma Soal Sepak Bola! Kepergian Cristiano Ronaldo Bisa Bikin Keuangan Portugal Guncang
- 10Nasib Cristiano Ronaldo di Timnas Portugal di Ujung Tanduk: Skorsing 6 Bulan Mengintai Usai Tinggalkan TC








