Pep Guardiola Kembali ke Etihad di Tengah Badai 114 Dakwaan Manchester City, Ada Pesan Tersembunyi?

AKURAT BANTEN - Pep Guardiola akan kembali ke Etihad Stadium setelah meninggalkan Manchester City pada akhir musim 2025/2026. Namun, kepulangannya kali ini bukan untuk berdiri di pinggir lapangan sebagai pelatih, melainkan menyaksikan mantan klubnya menghadapi Paris Saint-Germain dalam lanjutan Liga Champions.
Momen tersebut menjadi sorotan karena Manchester City tengah menghadapi salah satu periode paling berat dalam sejarah klub.
Beberapa hari sebelumnya, komisi independen menyatakan City bersalah atas 114 dari 115 dakwaan terkait pelanggaran serius terhadap regulasi finansial Premier League.
Guardiola pun seolah menunjukkan bahwa hubungannya dengan Manchester City belum berakhir. Menurut laporan sejumlah media Inggris, pelatih asal Spanyol tersebut dijadwalkan hadir di Etihad saat City menjamu PSG pada Rabu, 14 Oktober 2026.
Kehadiran Guardiola menjadi bentuk dukungan yang cukup kuat setelah dirinya sebelumnya menyampaikan sikap tegas mengenai kesetiaannya kepada klub.
Seusai putusan komisi diumumkan, Guardiola menyatakan bahwa dirinya tetap berada di belakang pemilik, jajaran manajemen, pemain, staf, pelatih Enzo Maresca, dan para pendukung Manchester City.
Kembalinya Guardiola juga memiliki nilai emosional. Ia menghabiskan satu dekade di Etihad dan menjadi salah satu sosok terpenting dalam periode paling sukses sepanjang sejarah Manchester City.
Guardiola menangani City sejak 2016 hingga akhir musim 2025/2026. Dalam periode tersebut, ia mempersembahkan enam gelar Premier League dan berbagai trofi lainnya. Ia meninggalkan klub dengan koleksi 20 trofi setelah pertandingan terakhirnya sebagai manajer.
Kini, pria yang pernah membawa City meraih treble bersejarah itu akan menyaksikan mantan timnya dari tribun.
Situasinya pun sangat berbeda dibanding ketika Guardiola masih menjadi pelatih. City sekarang ditangani Enzo Maresca dan mengawali musim 2026/2027 dengan sempurna di Premier League. Mereka meraih lima kemenangan dari lima pertandingan dan berada di posisi teratas sebelum jeda internasional.
Di sisi lain, badai hukum belum berakhir. Komisi independen menyatakan bahwa City melakukan pelanggaran serius selama periode 2009/10 hingga 2017/18.
Premier League menyebut klub menggunakan sejumlah kontrak komersial yang dianggap tidak mencerminkan kesepakatan sebenarnya, sehingga pendapatan dapat dinaikkan dan biaya ditekan.
Baca Juga: Zidane Bikin Belgia Hancur dalam 13 Menit! Timnas Prancis Comeback 4-1, Sang Pelatih Bilang Begini
Komisi juga menemukan pelanggaran terkait penyampaian laporan keuangan serta kewajiban bekerja sama dalam investigasi Premier League.
Manchester City membantah melakukan kesalahan dan telah mengajukan banding. Klub menyatakan putusan tersebut mengandung kesalahan hukum, prinsip, dan fakta.
Proses banding akan menentukan langkah berikutnya dalam kasus yang sudah berlangsung selama bertahun-tahun tersebut.
Sanksi final juga belum ditentukan. Premier League menyatakan persoalan hukuman akan diproses secara terpisah. Karena itu, kemungkinan seperti pengurangan poin, denda, pencabutan gelar hingga degradasi masih berada dalam ranah proses hukum, bukan hukuman yang sudah dijatuhkan kepada City.
Baca Juga: Zidane Bikin Belgia Hancur dalam 13 Menit! Timnas Prancis Comeback 4-1, Sang Pelatih Bilang Begini
Menariknya, Guardiola sendiri tidak pernah dinyatakan terlibat dalam pelanggaran tersebut. BBC sebelumnya melaporkan bahwa tidak ada tuduhan Guardiola mengetahui dugaan pelanggaran finansial tersebut.
Masa kepemimpinannya memang memiliki periode yang beririsan dengan rentang waktu dakwaan, tetapi kasus tersebut ditujukan kepada klub.
Kini, Guardiola memilih kembali ke tempat yang selama 10 tahun menjadi rumahnya.
Kepulangannya mungkin hanya untuk menyaksikan pertandingan, tetapi waktunya terasa simbolis. Di tengah ketidakpastian terbesar yang pernah menghantam Manchester City, salah satu tokoh yang paling identik dengan era kejayaan klub justru kembali ke Etihad.
Baca Juga: Dari Bangku Cadangan Jadi Pahlawan! Michael Olise Ungkap Instruksi Zidane yang Bikin Belgia Hancur
Dan kali ini, ia datang bukan untuk menyelamatkan City dari pinggir lapangan, melainkan untuk menunjukkan bahwa dukungan terhadap klub yang pernah membesarkan namanya masih tetap ada.
***
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Data Center AI Rp3,5 Triliun di Jatiluhur Bikin Geger, Dedi Mulyadi Turunkan Pakar ITB dan UI
- 2Bukan Cuma Gibran, Ahmad Ali Ungkap Kaesang Mulai Diproyeksikan PSI Jadi Presiden
- 3Mahfud MD Bongkar Rencana Pergantian Listyo Sigit yang Sempat Tertunda, Nama Gibran Ikut Muncul
- 4Dinsos Kota Tangerang Bantu Ibu dan Anak Penjual Tisu di Daan Mogot, Upayakan Reunifikasi Keluarga
- 59 Hakim MK Dilaporkan ke MKMK Usai Putusan Gugatan Ijazah Gibran, Ada Apa?
- 6Gugatan Syarat Pendidikan Gibran Gugur di MK, Kuasa Hukum Rayakan Putusan dengan Sujud Syukur
- 7CPA Days 2026 Digelar di BINUS Alam Sutera, IAPI Dorong Talenta Akuntan Publik Kuasai AI
- 8Gibran dan Kemendikdasmen Diadukan ke Bareskrim soal Suket SMA, Bola Panas Usai Putusan MK
- 9Dani Olmo Jadi Rebutan Bayern Munchen, €90 Juta Disiapkan tetapi Ada Satu Masalah Besar
- 10Kekalahan dari PSG Masih Menghantui Mikel Arteta, Pelatih Arsenal: “Racun Itu Masih Mengalir”









