Banten

Utusan Presiden Prabowo, Ungkap Rencana HP Gratis untuk Warga, Bansos dan BLT Bakal Beralih ke Rekening Digital

Abdurahman | 13 Oktober 2026, 22:54 WIB
Utusan Presiden Prabowo, Ungkap Rencana HP Gratis untuk Warga, Bansos dan BLT Bakal Beralih ke Rekening Digital
Utusan Presiden Prabowo Subianto, Hashim Djojohadikusumo (Dok. Ist)

AKURAT BANTEN— Rencana pembagian ponsel gratis yang dilengkapi rekening digital bagi masyarakat menjadi perhatian. Utusan Presiden Prabowo Subianto, Hashim Djojohadikusumo, mengungkap gagasan penggunaan teknologi digital untuk mengubah mekanisme penyaluran bantuan sosial (bansos) dan bantuan langsung tunai (BLT).

Melalui skema yang direncanakan tersebut, dana bantuan pemerintah nantinya diarahkan untuk dikirimkan langsung ke rekening digital penerima melalui ponsel, bukan lagi disalurkan dalam bentuk uang tunai fisik.

Pernyataan Hashim itu disampaikan dalam Prasasti Policy Forum 2026 di Jakarta, Selasa (13 Oktober 2026).

Gagasan tersebut menarik perhatian karena menyangkut dua hal yang dekat dengan kebutuhan masyarakat, yakni akses terhadap perangkat komunikasi dan kemudahan menerima bantuan pemerintah.

Jika benar-benar diterapkan, ponsel yang selama ini digunakan untuk berkomunikasi berpotensi memiliki fungsi tambahan sebagai sarana mengakses rekening digital untuk menerima bantuan.

Namun, masyarakat masih perlu menunggu penjelasan resmi mengenai jadwal pelaksanaan, kriteria penerima, dan mekanisme pembagian perangkat tersebut.

Baca Juga: Miris! Hidup Sederhana di Tanah Abang, Eva Justru Dikaitkan dengan Aset Rp1 Miliar

Hashim Ungkap Rencana HP Gratis untuk Warga

Dalam paparannya, Hashim menjelaskan bahwa pemerintah berencana memberikan ponsel yang dilengkapi rekening digital kepada warga negara.

Ia menyampaikan gagasan tersebut ketika membahas perubahan mekanisme penyaluran bantuan tunai yang selama bertahun-tahun diberikan kepada keluarga kurang mampu.

Setiap warga negara akan diberikan ponsel yang dilengkapi dengan rekening digital, ujar Hashim Djojohadikusumo dalam Prasasti Policy Forum 2026 di Jakarta.

Pernyataan tersebut menjadi bagian penting dari rencana pemanfaatan teknologi digital untuk mendukung penyaluran bantuan pemerintah.

Melalui rekening digital yang terhubung dengan ponsel, pemerintah ingin membangun mekanisme penyaluran dana yang lebih langsung kepada penerima.

Meski demikian, pernyataan mengenai rencana tersebut belum menjelaskan secara terperinci bagaimana pembagian ponsel akan dilakukan, siapa yang menjadi sasaran prioritas, serta kapan masyarakat dapat mulai menerima perangkat tersebut.

Karena itu, rencana ini belum dapat diartikan sebagai kepastian bahwa seluruh warga akan segera memperoleh ponsel gratis.

Baca Juga: Kebakaran Rumah di Penjaringan Tewaskan 2 Orang, Petugas Damkar Ikut Jadi Korban Tertimpa Tembok

Bansos dan BLT Direncanakan Tak Lagi Menggunakan Uang Tunai Fisik

Selain membahas ponsel gratis, Hashim juga menjelaskan rencana perubahan sistem penyaluran bantuan tunai.

Menurut dia, pemerintah ingin mengalihkan mekanisme penyaluran bantuan dari uang tunai fisik ke transfer digital yang masuk langsung ke rekening penerima.

Dalam paparannya, Hashim menyatakan bahwa dana bantuan akan dikirimkan ke ponsel masing-masing penerima.

Seluruh bantuan tersebut tidak lagi akan disalurkan dalam bentuk uang tunai fisik. Sebaliknya, dana akan dikirimkan langsung ... ke ponsel masing-masing penerima, ujar Hashim.

Pernyataan itu menunjukkan arah perubahan yang ingin ditempuh pemerintah, yakni memanfaatkan rekening digital sebagai sarana penyaluran bantuan sosial dan bantuan tunai.

Jika mekanisme tersebut diterapkan, proses penerimaan bantuan berpotensi mengalami perubahan signifikan. Masyarakat tidak hanya menerima bantuan melalui mekanisme yang selama ini digunakan, tetapi juga diarahkan untuk mengakses dana melalui sistem digital.

Namun, belum ada rincian lengkap mengenai jenis bantuan yang akan lebih dahulu menggunakan mekanisme tersebut, tahapan peralihan, maupun bagaimana sistem baru akan diterapkan kepada penerima yang belum memiliki akses memadai terhadap teknologi.

Baca Juga: Hakim Kena Sanksi Nonpalu 1 Tahun gegara Nikah Siri Tanpa Izin, Fakta di Baliknya Terungkap

Apa Keuntungan HP Gratis dengan Rekening Digital?

Bagi masyarakat penerima bantuan, perubahan sistem penyaluran tentu menjadi hal yang penting untuk dicermati.

Apabila dirancang dan dilaksanakan dengan baik, penggunaan ponsel serta rekening digital berpotensi menghadirkan sejumlah manfaat.

1. Akses bantuan berpotensi lebih praktis

Penerima dapat memeriksa informasi dana melalui rekening digital yang disediakan, sesuai dengan fitur dan prosedur yang nantinya ditetapkan pemerintah.

2. Penyaluran dana berpotensi lebih terintegrasi

Sistem transfer digital dapat mengurangi kebutuhan penyerahan uang secara fisik. Namun, hasilnya tetap bergantung pada kesiapan infrastruktur dan mekanisme penyaluran.

3. Transaksi berpotensi lebih mudah dipantau

Apabila sistem menyediakan catatan transaksi yang jelas, penerima dapat memeriksa informasi mengenai dana yang masuk dan melaporkan kendala melalui saluran pengaduan yang tersedia.

Kendati demikian, manfaat tersebut belum bisa dianggap sebagai hasil yang sudah terwujud. Efektivitasnya baru dapat dinilai setelah pemerintah menjelaskan desain program dan penerapannya di lapangan.

Baca Juga: Ronaldo Makin Menggila! Gol Voli CR7 Bawa Al Nassr Menang 3-1, Target 1.000 Gol Makin Dekat

Bagaimana Nasib Warga Lansia dan Masyarakat di Daerah Terpencil?

Di balik potensi kemudahan tersebut, terdapat tantangan yang tidak boleh diabaikan.

Tidak semua masyarakat terbiasa menggunakan ponsel pintar dan layanan keuangan digital. Warga lanjut usia, masyarakat yang membutuhkan pendampingan, serta penduduk di wilayah dengan keterbatasan jaringan internet berpotensi menghadapi kesulitan jika sistem baru diterapkan tanpa persiapan memadai.

Pemerintah perlu memastikan bahwa perubahan mekanisme penyaluran tidak membuat penerima yang berhak justru kesulitan mengakses bantuan.

Sejumlah hal juga perlu diperjelas, antara lain prosedur aktivasi rekening, cara menggunakan dana, mekanisme pemulihan akses ketika ponsel hilang atau rusak, serta ketersediaan layanan bantuan bagi penerima.

Aspek keamanan tidak kalah penting. Rekening digital harus didukung perlindungan data pribadi dan mekanisme pencegahan penipuan agar masyarakat tidak menjadi sasaran pihak yang memanfaatkan program tersebut.

Jangan sampai perubahan menuju sistem digital justru menambah kesulitan bagi warga yang paling membutuhkan bantuan.

Keberhasilan kebijakan tidak cukup diukur dari jumlah ponsel yang dibagikan. Hal yang jauh lebih penting adalah memastikan dana benar-benar sampai kepada penerima yang berhak, aman digunakan, dan mudah diakses.

Baca Juga: Ahmad Doli Tantang Hasyim Asy’ari Buka-bukaan! Polemik Pasal Gibran Merembet ke Jabatan Komisaris BUMN, 'Hadiah dari Siapa?'

Kapan HP Gratis Mulai Dibagikan?

Pertanyaan mengenai jadwal pembagian ponsel menjadi salah satu hal yang paling penting bagi masyarakat.

Namun, berdasarkan informasi yang disampaikan dalam paparan Hashim tersebut, belum terdapat rincian lengkap mengenai tanggal pembagian, jumlah perangkat yang disiapkan, persyaratan penerima, maupun tahapan pelaksanaan program.

Belum dijelaskan pula bagaimana masyarakat dapat memastikan status kepesertaan mereka atau apakah terdapat kelompok tertentu yang akan diprioritaskan.

Dengan demikian, masyarakat sebaiknya tidak langsung menganggap program tersebut sudah berjalan atau seluruh warga dipastikan menerima ponsel gratis.

Kepastian mengenai jadwal, sasaran penerima, dan prosedur pelaksanaan masih perlu menunggu pengumuman resmi dari pemerintah.

Masyarakat juga perlu waspada jika ada pihak yang meminta biaya pendaftaran, uang administrasi, PIN, kata sandi, atau kode OTP dengan mengatasnamakan program HP gratis dan rekening digital.

Sebelum ketentuan resmi diumumkan, informasi mengenai program tersebut sebaiknya diperiksa melalui kanal pemerintah yang berwenang.(**)

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Abdurahman
Reporter
Abdurahman
Abdurahman