Banten

Kebakaran Rumah di Penjaringan Tewaskan 2 Orang, Petugas Damkar Ikut Jadi Korban Tertimpa Tembok

Abdurahman | 13 Oktober 2026, 19:14 WIB
Kebakaran Rumah di Penjaringan Tewaskan 2 Orang, Petugas Damkar Ikut Jadi Korban Tertimpa Tembok
Penampakan Kebakaran di Jalan Kertajaya IV, Penjaringan Jakarta Utara, Selasa 13/10/26 (IG @liputan6)

AKURAT BANTEN– Tragedi kebakaran rumah di kawasan Penjaringan, Jakarta Utara, Selasa (13 Oktober 2026), berakhir memilukan.

Dua orang dilaporkan meninggal dunia setelah api melanda sebuah rumah di Jalan Kertajaya IV.

Di tengah upaya petugas menjinakkan kobaran api, seorang anggota pemadam kebakaran juga mengalami luka akibat tertimpa reruntuhan tembok.

Peristiwa ini menyita perhatian karena penanganannya melibatkan puluhan unit mobil pemadam kebakaran dan lebih dari seratus personel.

Namun, di balik upaya pemadaman tersebut, dua nyawa tak berhasil diselamatkan.

Baca Juga: Hakim Kena Sanksi Nonpalu 1 Tahun gegara Nikah Siri Tanpa Izin, Fakta di Baliknya Terungkap

Kebakaran Terjadi di Jalan Kertajaya IV

Kebakaran melanda rumah tinggal di Jalan Kertajaya IV, Penjaringan, Jakarta Utara, dengan titik pengenal di sekitar pintu kereta Bandengan.

Berdasarkan laporan awal, petugas menerima informasi kebakaran sekitar pukul 13.50 WIB.

Tim pemadam tiba di lokasi pada pukul 13.59 WIB dan memulai operasi pemadaman sekitar pukul 14.00 WIB.

Petugas kemudian berupaya mengendalikan kobaran api sekaligus mencegah perambatan ke area di sekitarnya.

Situasi di lokasi tidak hanya menuntut kecepatan dalam memadamkan api, tetapi juga kewaspadaan terhadap kondisi bangunan yang terdampak kebakaran.

Risiko tersebut menjadi nyata ketika seorang anggota damkar dilaporkan tertimpa reruntuhan tembok.

Baca Juga: Ronaldo Makin Menggila! Gol Voli CR7 Bawa Al Nassr Menang 3-1, Target 1.000 Gol Makin Dekat

Dua Orang Meninggal Dunia, Satu Petugas Damkar Terluka

Dampak paling memilukan dari peristiwa ini adalah meninggalnya dua orang. Hingga laporan yang tersedia pada Selasa sore, identitas kedua korban belum diumumkan.

Selain korban meninggal, seorang petugas pemadam kebakaran mengalami luka luar setelah tertimpa reruntuhan tembok. Petugas tersebut dilaporkan masih dalam keadaan sadar.

Insiden ini kembali memperlihatkan bahwa tugas pemadam kebakaran bukan sekadar menghadapi kobaran api. Mereka juga harus bekerja di tengah risiko bangunan yang melemah, material yang berjatuhan, serta kondisi lokasi yang dapat berubah sewaktu-waktu.

Meski demikian, penyebab pasti kebakaran, kronologi yang menyebabkan kedua korban meninggal, serta kondisi rumah sebelum kejadian belum dijelaskan secara terperinci dalam laporan yang tersedia.

Baca Juga: Ahmad Doli Tantang Hasyim Asy’ari Buka-bukaan! Polemik Pasal Gibran Merembet ke Jabatan Komisaris BUMN, 'Hadiah dari Siapa?'

26 Mobil Damkar dan 130 Personel Dikerahkan

Besarnya upaya penanganan terlihat dari jumlah armada dan personel yang diterjunkan. Sebanyak 26 unit mobil pemadam kebakaran dengan total 130 personel dikerahkan untuk menangani kebakaran tersebut.

Mengutip Command Centre Gulkarmat DKI Jakarta, api berhasil dipadamkan pada pukul 16.20 WIB. Status penanganan kemudian dinyatakan hijau, yang menandakan proses pemadaman telah selesai.

Pengerahan puluhan armada tersebut menunjukkan bahwa kebakaran membutuhkan penanganan serius. Meski api akhirnya berhasil dikendalikan, dampak terhadap keselamatan manusia tetap menjadi bagian paling menyedihkan dari kejadian ini.(**)

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Abdurahman
Reporter
Abdurahman
Abdurahman