Duet Dedi Mulyadi-Purbaya Jadi Sorotan! Syahganda Singgung Pilihan Mengejutkan Purbaya

AKURAT BANTEN – Wacana duet Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi dengan Purbaya Yudhi Sadewa pada Pemilihan Presiden (Pilpres) 2029 mulai menarik perhatian publik. Namun, di tengah spekulasi yang beredar, aktivis politik senior Syahganda Nainggolan justru meragukan kemungkinan Purbaya bersedia terjun ke panggung politik nasional.
Nama Dedi Mulyadi dan Purbaya menjadi bahan perbincangan setelah beredar meme yang memasangkan keduanya sebagai calon presiden dan calon wakil presiden pada Pilpres 2029 di media sosial.
Kombinasi dua figur dengan latar belakang berbeda itu dinilai menarik untuk dibicarakan. Dedi dikenal sebagai politikus yang memiliki pengalaman panjang di pemerintahan daerah, sedangkan Purbaya dikenal melalui kiprahnya di bidang ekonomi dan kebijakan keuangan.
Namun, apakah tingginya perhatian publik terhadap Purbaya akan membuatnya tertarik mengejar jabatan politik yang lebih tinggi?
Syahganda memiliki pandangan berbeda. Ia menilai Purbaya bukan tipe figur yang sengaja membangun popularitas demi membuka jalan menuju pencalonan presiden atau wakil presiden.
Baca Juga: Momen Langka! Ricky Harun Reunian dengan 2 Legenda Manchester United, Ternyata Demi Sang Buah Hati
Syahganda Ragu Purbaya Bersedia Duet dengan Dedi Mulyadi
Pandangan tersebut disampaikan Syahganda dalam siniar Forum Keadilan TV yang tayang pada 18 September 2026, sebelum dirinya dilantik sebagai Kepala Badan Komunikasi (Bakom) RI.
Menanggapi wacana duet Dedi Mulyadi-Purbaya, Syahganda menilai kemungkinan Purbaya maju dalam kontestasi Pilpres 2029 sangat kecil.
Menurutnya, Purbaya lebih menunjukkan karakter seseorang yang berfokus pada pekerjaan dan bidang keahliannya ketimbang mengejar posisi politik melalui kontestasi elektoral.
Syahganda bahkan membayangkan Purbaya suatu saat lebih memilih kembali mengajar atau menjalani aktivitas akademis dibandingkan sibuk membangun jalan menuju kursi calon wakil presiden.
"Enggak mungkinlah karena Purbaya menurut saya sih dia ya seperti dia bilang walau senang mancing, mungkin satu hari dia ngajar dosen atau apa gitu loh, enggak yakin saya," ujar Syahganda, sebagaimana dikutip Warta Ekonomi.
Pernyataan itu memperlihatkan bahwa keraguan Syahganda bukan semata-mata mengenai kecocokan Purbaya dengan Dedi Mulyadi, melainkan juga menyangkut karakter dan arah karier Purbaya sendiri.
Meski demikian, pandangan tersebut merupakan penilaian Syahganda. Belum ada dasar untuk menyimpulkan bahwa Purbaya telah menolak tawaran berpasangan dengan Dedi Mulyadi, sebab wacana tersebut masih berupa spekulasi dan belum menjadi pencalonan resmi.
Baca Juga: Bukan Cuma Soal Sepak Bola! Kepergian Cristiano Ronaldo Bisa Bikin Keuangan Portugal Guncang
Bukan Tipe Politikus yang Mengejar Popularitas?
Salah satu hal yang disoroti Syahganda adalah perbedaan karakter antara Purbaya dan Dedi Mulyadi.
Dalam pemberitaan Warta Ekonomi, Syahganda menilai Purbaya bukan figur yang secara sengaja memanfaatkan popularitas untuk terus menaikkan posisi politiknya hingga masuk bursa kandidat Pilpres 2029.
Sebaliknya, Dedi Mulyadi telah lama berkiprah di dunia politik. Aktivitasnya sebagai kepala daerah dan kehadirannya di media sosial membuat namanya dikenal luas oleh masyarakat.
Perbedaan itu menjadi salah satu alasan Syahganda tidak yakin Purbaya akan mengikuti jalur politik yang sama.
Ramainya nama seorang tokoh dalam perbincangan politik belum tentu berarti ia ingin maju sebagai kandidat. Dalam kasus Purbaya, Syahganda justru meragukan bahwa popularitas akan mengubah arah pilihan kariernya.
Pandangan ini menarik karena politik elektoral tidak hanya berbicara tentang siapa yang populer atau memiliki angka elektabilitas tinggi. Keinginan pribadi, kesiapan menghadapi kontestasi, dukungan partai politik, serta kesediaan membangun koalisi juga menentukan kemungkinan seseorang maju sebagai kandidat.
Dengan demikian, isu duet Dedi-Purbaya belum bisa dibaca sebagai tanda bahwa keduanya sedang mempersiapkan langkah menuju Pilpres 2029.(**)
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini


Terpopuler
- 1Anies Baswedan Disarankan Masuk Kabinet Prabowo, Syahganda Sampai Sebut Posisi Menteri Ini!
- 2Bukan Cuma Gibran, Ahmad Ali Ungkap Kaesang Mulai Diproyeksikan PSI Jadi Presiden
- 3Mahfud MD Bongkar Rencana Pergantian Listyo Sigit yang Sempat Tertunda, Nama Gibran Ikut Muncul
- 4CPA Days 2026 Digelar di BINUS Alam Sutera, IAPI Dorong Talenta Akuntan Publik Kuasai AI
- 5Duet Dedi Mulyadi-Purbaya Jadi Sorotan! Syahganda Singgung Pilihan Mengejutkan Purbaya
- 6Gibran dan Kemendikdasmen Diadukan ke Bareskrim soal Suket SMA, Bola Panas Usai Putusan MK
- 7Liverpool Dihantam Badai Cedera Jelang Hadapi Man City, Isak dan Gakpo Terancam Absen!
- 8Gaji Wantimpres Rp76,5 Juta Disebut Receh oleh Rocky Gerung, Responsnya Bikin Penasaran!
- 9Bukan Cuma Soal Sepak Bola! Kepergian Cristiano Ronaldo Bisa Bikin Keuangan Portugal Guncang
- 10Nasib Cristiano Ronaldo di Timnas Portugal di Ujung Tanduk: Skorsing 6 Bulan Mengintai Usai Tinggalkan TC








