Banten

25 Orang Tewas Akibat Serangan Israel di Rafah, Wilayah Berpenduduk Lebih Dari Satu Juta Orang

AA LaNyalla Mahmud Mattalitti | 11 Februari 2024, 06:31 WIB
25 Orang Tewas Akibat Serangan Israel di Rafah, Wilayah Berpenduduk Lebih Dari Satu Juta Orang

AKURAT BANTEN - Sebanyak 25 orang dilaporkan tewas, akibat serangan udara dan penembakan artileri yang dilakukan terhadap sejumlah rumah di Rafah tengah dan utara, Gaza Selatan

IDF secara masif menargetkan serangannya di Gaza selatan, sehingga berakibat kematian dan cedera dari sejumlah warga sipil.

Dilansir CNN berdasarkan keterangan pejabat medis, terdapat 25 orang, sebagian besarnya perempuan dan anak-anak, tewas dan menjadi target penembakan. Minggu (11/2/2024).

Lebih lanjut juru bicara IDF buka suara soal serangan di Rafah. 

"Sebagai respons terhadap serangan biadab Hamas, IDF beroperasi untuk membongkar kemampuan militer dan administratif Hamas," ucap dia.

"Sangat berbeda dengan serangan yang disengaja Hamas terhadap pria, wanita dan anak-anak Israel, IDF mengikuti hukum internasional dan mengambil tindakan pencegahan yang layak untuk mengurangi kerugian sipil," lanjutnya.

Seperti diketahui bahwa Rafah merupakan tempat tinggal bagi lebih dari satu juta orang, setelah Israel menyatakan akan segera memasuki kota tersebut sebagai bagian dari kampanye darat melawan Hamas.

Atas pernyataan Israel tersebut, kemudian dunia internasional mulai menunjukkan peningkatan kekhawatirannya atas nasib sejumlah warga yang menempati wilayah tersebut.

Sebelumnya, Presiden Majelis Umum PBB Dennis Francis menyampaikan kekecewaan yang dalam atas rencana serangan militer Israel ke Kota Rafah, Jalur Gaza bagian selatan.

Kota itu didiami lebih dari 1 juta pengungsi yang tak tahu lagi harus pergi ke mana.

“Saya terkejut dan sangat kecewa dengan kabar serangan militer Israel ke selatan #Jalur Gaza,” kata Francis, yang juga duta besar PBB untuk Trinidad dan Tobago, dalam pernyataan di media sosial X, dikutip Sabtu (10/2/2024).

 

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.