25 Orang Tewas Akibat Serangan Israel di Rafah, Wilayah Berpenduduk Lebih Dari Satu Juta Orang

AKURAT BANTEN - Sebanyak 25 orang dilaporkan tewas, akibat serangan udara dan penembakan artileri yang dilakukan terhadap sejumlah rumah di Rafah tengah dan utara, Gaza Selatan
IDF secara masif menargetkan serangannya di Gaza selatan, sehingga berakibat kematian dan cedera dari sejumlah warga sipil.
Dilansir CNN berdasarkan keterangan pejabat medis, terdapat 25 orang, sebagian besarnya perempuan dan anak-anak, tewas dan menjadi target penembakan. Minggu (11/2/2024).
Lebih lanjut juru bicara IDF buka suara soal serangan di Rafah.
"Sebagai respons terhadap serangan biadab Hamas, IDF beroperasi untuk membongkar kemampuan militer dan administratif Hamas," ucap dia.
"Sangat berbeda dengan serangan yang disengaja Hamas terhadap pria, wanita dan anak-anak Israel, IDF mengikuti hukum internasional dan mengambil tindakan pencegahan yang layak untuk mengurangi kerugian sipil," lanjutnya.
- Baca Juga: Merinding! Tagih Janji Presiden Jokowi, Putri Wiji Thukul Bacakan Puisi Peringatan di Hadapan Ribuan Warga Solo
- Baca Juga: Yusril Ihza Mahendra: Meta Nex Menebar Hoaks, Terkait Pemberitaan Dugaan Korupsi Prabowo Subianto Dalam Pembelian pesawat tempur Mirage Bekas Qatar
- Baca Juga: Sempat Kabur ke Bekasi, Pelajar Pelaku Pembunuhan Sadis di Pandeglang Ditembak
Seperti diketahui bahwa Rafah merupakan tempat tinggal bagi lebih dari satu juta orang, setelah Israel menyatakan akan segera memasuki kota tersebut sebagai bagian dari kampanye darat melawan Hamas.
Atas pernyataan Israel tersebut, kemudian dunia internasional mulai menunjukkan peningkatan kekhawatirannya atas nasib sejumlah warga yang menempati wilayah tersebut.
Sebelumnya, Presiden Majelis Umum PBB Dennis Francis menyampaikan kekecewaan yang dalam atas rencana serangan militer Israel ke Kota Rafah, Jalur Gaza bagian selatan.
Kota itu didiami lebih dari 1 juta pengungsi yang tak tahu lagi harus pergi ke mana.
“Saya terkejut dan sangat kecewa dengan kabar serangan militer Israel ke selatan #Jalur Gaza,” kata Francis, yang juga duta besar PBB untuk Trinidad dan Tobago, dalam pernyataan di media sosial X, dikutip Sabtu (10/2/2024).
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Geger! Survei SMRC Ungkap Skor Kepemimpinan Tokoh Nasional, Mahfud MD di Puncak, Gibran Terbawah
- 2Mahfud MD Soroti OTT KPK di BNPB, Dana Bencana Diduga Bermasalah saat Warga Butuh Bantuan
- 3Tiga Hari Lagi! Wajib Halal Berlaku 18 Oktober 2026, Ini Daftar Produk yang Harus Punya Sertifikat
- 4Singgung Asap dan Oksigen, Syahganda Dikritik Pejabat Malaysia! Indonesia Didesak Minta Maaf
- 5Bikin Bangga! Persib Menang atas The Cong-Viettel, Liga Indonesia Kini Tembus 16 Besar Asia
- 6Juventus Tak Terima Kalah dari Cristiano Ronaldo! Kasus Gaji Rp190 Miliar Kini Dibawa ke Pengadilan Tertinggi Italia
- 7Lille Dihajar Arsenal 0-3, tapi Calvin Verdonk Ukir Rekor Bersejarah untuk Indonesia di Liga Champions!
- 8Tangsel Rapi, DPUPR Banten Mulai Bersihkan Kabel Internet Semrawut di Jalan Aria Putra
- 9Mbappe Ukir Sejarah saat Real Madrid Comeback 4-3! Rekor Messi Resmi Terlewati, Golnya Tambah Catatan Gila
- 10Real Madrid Menang Dramatis di Markas Roma, Mourinho Malah Tak Mau Selebrasi: Alasannya Bikin Haru!









