Banten

Jejak KEBOHONGAN JOKOWI Selama Berkuasa Dalam Catatan Para Tokoh Politik Dan bagaimana Hasil Penelitian Ilmuwan Tentang kebiasaan Berbohong?

AA LaNyalla Mahmud Mattalitti | 20 November 2023, 22:40 WIB
Jejak KEBOHONGAN JOKOWI Selama Berkuasa Dalam Catatan Para Tokoh Politik Dan bagaimana Hasil Penelitian Ilmuwan Tentang kebiasaan Berbohong?

AKURAT BANTEN - Profesor Psikologi Kognitif Ullrich Ecker dan Postdoctoral research associate Toby Prike dari The University of Western Australia menjelaskan alasan kebohongan merupakan bagian dari keseharian manusia, tak cuma politikus, Studi di Massachusetts Institute of Technology (MIT), misalnya, mengungkap rata-rata seseorang berbohong sebanyak dua kali dalam satu hari.

"Hal ini bukannya tanpa keuntungan. Faktanya, orang yang terlalu jujur bisa saja mendapati dirinya berada dalam situasi yang canggung secara sosial," ungkap Ecker dan Prike, dalam tulisan keduanya di The Conversation.

Menurut mereka, sebagian besar kebohongan sebenarnya tidak berbahaya dan berfungsi hanya untuk menghindari ketidaknyamanan, membantu orang membuat kesan yang baik, atau membuat orang lain merasa senang, Pada kasus politikus, para peneliti menyebut kebohongan digunakan untuk membangun keyakinan palsu dan mengumpulkan dukungan.

"Sudah menjadi rahasia umum informasi palsu dapat memengaruhi cara berpikir seseorang bahkan setelah mereka menyadari bahwa informasi tersebut palsu,Tapi bukankah itu yang kita harapkan dari para politisi?" cetus Ecker dan Prike retoris.

Penelitian keduanya pun menunjukkan kebohongan memang akan mengurangi kepercayaan masyarakat terhadap isu tersebut. Meskipun, kebohongan tersebut berasal dari politikus yang mereka dukung.

"Namun hal ini tidak berarti berkurangnya dukungan pemilih atau perubahan niat memilih," kata Ecker dan Prike.

Studi Ecker dkk, yang terbit di jurnal The Royal Society 2017, menunjukkan kepada responden di AS soal kebohongan (dan pernyataan benar) yang dibuat Trump menjelang pemilihan presiden 2016, Peserta kemudian diperlihatkan hasil cek fakta atas pernyataan-pernyataan tersebut.

"Meskipun pemeriksaan fakta menyebabkan berkurangnya kepercayaan terhadap klaim yang tidak akurat itu, hal ini tidak berarti niat memilih di kalangan pendukung Trump berkurang," tutur Ecker dan Prike.

Studi lanjutan Ecker dkk pada 2019 juga mengonfirmasi hal itu. Pendukung Trump dan Sanders yang diperlihatkan pernyataan bohong, lebih banyak dibandingkan yang akurat, mengaku merasa lebih negatif terhadap politisi yang mereka dukung, "Namun hanya sedikit."

Terpisah, peneliti psikologi Bella DePaulo dari University of California menyebut kebohongan dari politikus dianggap benar karena hal tersebut adalah yang ingin masyarakat dengar.

"Kebohongan yang kami terima dari para politisi saat ini adalah kebohongan yang dipandang dapat diterima karena itulah yang ingin kami dengar," katanya, dikutip dari AP.

DePaulo menyebut kebohongan akan semakin candu ketika berhasil. Ketika kebohongan berhasil, mereka membuatnya "lebih menggoda untuk berbohong. Kebohongan dapat melekat. Mereka dapat memiliki efek yang bertahan lama, bahkan jika kebohongan itu dibantah."

"Namun kebohongan tentu saja bisa menjadi lebih jahat. Misalnya, saya dapat menyesatkan Anda agar Anda melakukan apa yang saya ingin Anda lakukan," tukas keduanya.

Bohong semacam ini bisa menimbulkan konsekuensi negatif; orang yang dibohongi merasa tertipu saat kebohongannya terungkap.

"Namun, beberapa penelitian menyatakan kebohongan semacam ini telah membantu manusia mengembangkan kemampuan untuk bekerja sama," kata Ecker dan Prike.

Lalu bagaimana Cara berbohongnya para pemimpin di Indonesia?
Kali ini yang diungkap adalah beberapa kebohongan Jokowi selama berkuasa dengan partai pendukungnya adalah PDIP, Namun sekarang mereka sudah tidak akur lagi, Tapi ada yang lucu neh, Bagaimana pernyataan Hasto ketika masih akur sama Jokowi trus bandingkan sama kondisi sekarang 2023 hahahahahhh! Oke tahan dulu Ketawanya ya!

Pernyataan Ubedilah Badrun tentang kebohongan Jokowi
Pernyataan yang dimaksud adalah klaim Presiden Jokowi bahwa Indonesia sudah 3 tahun tidak melakukan impor beras.

"Maaf Jokowi ini makin tidak punya malu lagi untuk berbohong tingkat tinggi. Mengaku sudah tiga tahun Indonesia tidak impor beras tetapi fakta dan datanya impor kok," ujar analis sosial politik Universitas Negeri Jakarta (UNJ), Ubedilah Badrun kepada Kantor Berita Politik RMOL, Minggu (28/3).

Ubedilah lantas mengurai data dari Badan Pusat Statistik (BPS) dari tahun 2000 sampai 2019. Di mana Indonesia secara rutin melakukan impor beras, Bahkan, kata Ubedilah, jumlah impor beras pada 2018 tercatat yang paling banyak. Yakni, mencapai 2.253.824,5 ton atau senilai 1,03 miliar dolar AS.

Pada 2019, jumlah impor beras turun drastis menjadi 444.508,8 ton. Saat itu, ada 8 negara yang mendatangkan beras ke Indonesia, Sementara pada 2020, volume impor beras mencapai 356 ribu ton.

"Itu data impor yang tidak bisa dibantah. Saya kira maaf Jokowi bicaranya makin ngelantur, tidak pakai data dan semaunya sendiri. Sebaiknya semua menteri perlu siap-siap untuk "balik kanan' dari istana," pungkasnya.

Dr.Muhammad Said Didu Mengongkap kebohongan Jokowi
Cendekiawan dan peneliti Dr.Muhammad Said Didu mencatat ada 10 kebohongan yang disampaikan Jokowi dalam debat capres 2019 putaran II. Mantan Sekretaris Kementerian BUMN periode 2005-2010 dan Staf Khusus Menteri ESDM 2014-2016 ini memerinci ke-10 kebohongan tersebut, yaitu:

  1. Tahun 2018 total impor jagung 180.000 ton, padahal data impor jagung tahun 2018 sebesar 737.228 ton.
  2. Produksi sawit 46 juta ton. Faktanya produksi sawit tahun 2018 sebesar 34,5 juta ton
  3. Total produksi beras tahun 2018 sebesar 33 juta ton dan total konsumsi 29 juta ton. Konsumsi beras nasional 2018 sebesar 33 juta ton dan data produksi plus impor sebesar 46,5 juta Ton.
  4. Jokowi menyatakan telah membangun lebih dari 191.000 km jalan desa, padahal itu adalah total jalan desa yang dibangun sejak Indonesia merdeka.
  5. Jokowi menyatakan bahwa kolam bekas galian tambang sebagian telah dialih-fungsikan di antaranya untuk kolam ikan. Padahal, berbagai literatur menunjukkan bahwa area bekas tambang tidak bisa digunakan untuk apapun, karena terpapar radiasi, itu kolam di daerah tambang yang mana? bisa tunjukkan?
  6. Jokowi menyatakan telah membangun infrastruktur internet jaringan 4G 100 persen di Bbarat, 100% di tengah dan 90% di timur. Padahal, data menunjukkan kurang dari 20% kabupaten dan kota bisa mengakses signal 4G.
  7. Akses internet sudah sampai ke desa-desa, banyak produk pertanian memiliki market place sehingga mendapat harga yang bagus karena memotong rantai distribusi. Itu dapat informasi darimana dan dari siapa? karena dari keseluruhan market place online produk pertanian kurang dari 1% dan sisanya 99% offline.
  8. Jokowi mengklaim bahwa pemerintah memenangkan gugatan Rp18-Rp19 triliun akibat kerusakan lahan, namun Greenpeace meluruskan bahwa tak satupun dari gugatan itu dibayarkan.
  9. Jokowi menyatakan bahwa di negara maju butuh 10-20 tahun untuk memindahkan masyarakat dari mobil ke LRT/MRT, bisa disebutkan itu di negara mana? Jika butuh 10-20 tahun dan pembiayaan dengan hutang bagaimana status pembayarannya? kapan BEP?
  10. Presiden menyatakan sejak 2015 tidak pernah terjadi kebakaran hutan, padahal data menunjukkan bahwa pada tahun 2016-2018 telah terjadi kebakaran lebih dari 30.000 hektar lahan hutan.

Hasto membela Jokowi Mati-matian waktu masih akur
Sekretaris Tim Kampanye Nasional Joko Widodo Ma'ruf Amin, Hasto Kristiyanto menegaskan, calon presiden nomor urur 01 Joko Widodo tak melakukan kebohongan dalam debat kedua pilpres 2019. Menurut dia, kalau pun hal yang diucapkan Jokowi tak sesuai dengan realita di lapangan, hal itu bukan berarti sebuah kebohongan.

Misalnya terkait pernyataan Jokowi yang menyebut tidak ada kebakaran hutan dalam tiga tahun terakhir. Hasto mengakui masih ada kebakaran hutan yang terjadi. Namun, bukan berarti Jokowi menyampaikan kebohongan karena faktanya jumlah kebakaran hutan sudah jauh lebih berkurang.

"Ya yang disampaikan pak Jokowi adalah sebuah progres. Bagaimana sebelumnya kebakaran hutan itu membuat kita diprotes negara-negara tetangga. Itu bisa diatasi," kata Hasto. Oleh karena itu, Hasto menilai berlebihan apabila Jokowi dilaporkan ke Bawaslu atas tuduhan kebohongan publik yang disampaikan saat debat.

Ia menegaskan bahwa segenap partai koalisi dan partai pendukung siap membela Jokowi.

"Kalau dikit-dikit lapor, kami akan melindungi Pak Jokowi. Seluruh partai koalisi Indonesia Kerja jadi benteng terbaik Pak Jokowi dan Ma'ruf amin. Demikian pula rakyat," kata Hasto.

Koalisi masyarakat anti hoaks melaporkan calon presiden nomor urut 01 Joko Widodo ke Bwaslu atas dugaan kebohongan publik yang disampaikan saat debat kedua Pilpres 2019, Minggu (17/2/2019).

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.