Banten

Pulang dari Lawatan Lima Hari Presiden Prabowo Kantongi Investasi Raksasa hingga Peran Strategis Global

Moehamad Dheny Permana | 25 Januari 2026, 12:46 WIB
Pulang dari Lawatan Lima Hari Presiden Prabowo Kantongi Investasi Raksasa hingga Peran Strategis Global

Akurat Banten - Presiden Prabowo Subianto kembali menginjakkan kaki di Tanah Air usai menuntaskan rangkaian kunjungan luar negeri ke tiga negara dengan membawa sejumlah hasil nyata yang dinilai berdampak langsung bagi perekonomian dan posisi Indonesia di panggung global.

Kedatangan Presiden disambut jajaran pejabat tinggi negara, mulai dari Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi, Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo, Kepala BIN Jenderal TNI (Purn.) Muhammad Herindra, hingga Kepala Sekretariat Pribadi Presiden Rizky Irmansyah.

Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya menyampaikan bahwa Presiden Prabowo tiba di Indonesia, dengan menggunakan pesawat maskapai nasional Garuda Indonesia setelah menyelesaikan seluruh agenda kunjungan luar negeri.

“Pada Sabtu sore menjelang malam, 24 Januari 2026, Presiden Prabowo Subianto tiba di tanah air dengan menggunakan pesawat maskapai nasional Garuda Indonesia usai merampungkan rangkaian kunjungan ke tiga negara,” ujar Teddy.

Menurut Teddy, perjalanan luar negeri selama lima hari tersebut tidak sekadar bersifat diplomatik, melainkan menghasilkan sejumlah kesepakatan konkret yang memiliki nilai strategis bagi kepentingan nasional.

Salah satu capaian utama adalah terjalinnya kesepakatan investasi sektor maritim dengan Inggris yang nilainya mencapai 4 miliar poundsterling atau setara sekitar Rp90 triliun.

Kerja sama tersebut juga mencakup pembangunan sebanyak 1.582 kapal ikan yang seluruh proses produksinya direncanakan berlangsung di dalam negeri.

Baca Juga: Pertemuan Prabowo dan Macron di Paris Bahas Arah Baru Kemitraan Strategis Indonesia–Prancis

Pemerintah memproyeksikan program pembangunan kapal tersebut berpotensi menyerap hingga 600.000 tenaga kerja, sehingga diharapkan mampu memberikan efek berganda bagi ekonomi nasional.

Di sektor pendidikan, Indonesia memperluas jejaring akademik internasional melalui kerja sama dengan 24 universitas terkemuka di Inggris Raya.

Kolaborasi tersebut difokuskan pada pengembangan pendidikan kedokteran serta bidang sains, teknologi, teknik, dan matematika atau STEM yang menjadi kebutuhan masa depan.

Dalam ranah diplomasi global, Indonesia juga mencatatkan langkah penting dengan resmi bergabung dalam Board of Peace (BOP) sebagai bagian dari upaya mendorong terciptanya perdamaian di Gaza.

Teddy menyebut keikutsertaan Indonesia dalam forum tersebut menunjukkan peran aktif dan perkembangan signifikan dalam mendorong proses pemulihan konflik.

Selain agenda diplomatik dan ekonomi, Presiden Prabowo memanfaatkan forum internasional World Economic Forum untuk memperkenalkan konsep ekonomi nasional bertajuk “Prabowonomics”.

Konsep tersebut dipaparkan di hadapan 65 kepala negara serta sekitar 1.000 CEO perusahaan besar dunia yang hadir dalam forum bergengsi tersebut.

Baca Juga: Pabrik Rahasia Tembakau Sintetis di Jakarta Barat Terbongkar, Omzet Miliaran Rupiah Terungkap

Pemerintah menilai penyampaian gagasan tersebut menjadi sarana strategis untuk memperkuat kepercayaan global terhadap arah kebijakan ekonomi Indonesia.

Lawatan Presiden juga menghasilkan peningkatan kerja sama dengan Pemerintah Prancis di berbagai sektor strategis.

Penguatan hubungan bilateral itu dipandang sebagai langkah penting dalam memperluas kemitraan internasional sekaligus memperkokoh posisi Indonesia dalam kerja sama global.

Rangkaian kunjungan luar negeri Presiden Prabowo dinilai membawa pulang oleh-oleh nyata yang tidak hanya berdampak jangka pendek, tetapi juga membuka peluang jangka panjang bagi pembangunan nasional.***

 

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.