Banten

Pertemuan Prabowo dan Macron di Paris Bahas Arah Baru Kemitraan Strategis Indonesia–Prancis

Moehamad Dheny Permana | 25 Januari 2026, 12:43 WIB
Pertemuan Prabowo dan Macron di Paris Bahas Arah Baru Kemitraan Strategis Indonesia–Prancis

Akurat Banten - Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto menggelar pertemuan bilateral tertutup dengan Presiden Prancis Emmanuel Macron di Istana Élysée, Paris, yang menjadi salah satu agenda penting dalam rangkaian lawatan luar negeri kepala negara tersebut.

Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya mengungkapkan bahwa pertemuan berlangsung cukup panjang, yakni sekitar dua setengah jam, dan diawali dengan jamuan makan malam resmi yang diberikan Presiden Macron.

Pertemuan itu digelar pada Jumat malam waktu setempat sebagai tindak lanjut undangan resmi Presiden Prancis, setelah kedua pemimpin sebelumnya sama-sama menghadiri Annual Meeting World Economic Forum 2026 di Davos, Swiss.

Menurut Teddy, diskusi antara Presiden Prabowo dan Presiden Macron berjalan intens dan mencakup pembahasan strategis yang bersifat jangka panjang.

“Pertemuan tertutup kedua pemimpin tersebut berlangsung sekitar 2,5 jam diawali makan malam. Kedua pemimpin berkomitmen memperkuat kemitraan strategis di berbagai bidang yang telah dibangun sejak lama, serta menyelaraskan isu-isu global antara kedua pemimpin,” ujar Teddy.

Ia menjelaskan bahwa komitmen tersebut mencerminkan keseriusan Indonesia dan Prancis dalam menjaga hubungan bilateral yang selama ini telah terjalin erat di berbagai sektor.

Selain kerja sama bilateral, kedua kepala negara juga menyinggung dinamika isu global yang menjadi perhatian bersama, termasuk topik yang relevan dengan peran Prancis sebagai ketua kelompok negara maju G7.

Baca Juga: Wali Kota Tangerang dan Gubernur Banten Pantau Banjir di Kecamatan Priuk, Bantuan Makanan dan Posko Kesehatan Disiagakan

Dalam pertemuan tersebut, Presiden Macron didampingi oleh sejumlah pejabat tinggi, antara lain Kepala Staf Kepresidenan Jenderal Vincent Giraud, Penasihat Luar Negeri Emmanuel Bonne, serta Duta Besar Prancis untuk Indonesia Fabien Penone.

Sementara dari pihak Indonesia, Presiden Prabowo didampingi Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya dan Kepala Protokol Negara Andy Rachmianto.

Usai menyelesaikan agenda di Istana Élysée, Presiden Prabowo tidak berlama-lama berada di Paris karena kunjungan tersebut hanya berlangsung sekitar lima jam.

Dari ibu kota Prancis, Presiden Prabowo langsung bertolak kembali ke Tanah Air tanpa agenda tambahan.

Pesawat kepresidenan Garuda Indonesia-1 yang membawa Presiden Prabowo beserta rombongan terbatas mendarat di Pangkalan Udara TNI AU Halim Perdanakusuma, Jakarta, pada Sabtu sore.

Kedatangan Presiden disambut oleh sejumlah pejabat negara, di antaranya Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi, Kepala Badan Intelijen Negara M. Herindra, Kapolri Jenderal Pol. Listyo Sigit Prabowo, Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto, serta Kepala Sekretariat Pribadi Presiden Rizky Irmansyah.

Tibanya Presiden Prabowo di Jakarta menandai berakhirnya rangkaian kunjungan luar negeri yang padat sejak awal pekan.

Baca Juga: Masih Bingung Soal Desil Bansos 2026, Ini Cara Memahami dan Mengeceknya Secara Resmi

Sebelum ke Paris, Presiden Prabowo terlebih dahulu melakukan lawatan ke London, Inggris, kemudian melanjutkan perjalanan ke Davos, Swiss, untuk menghadiri forum ekonomi dunia.

Rangkaian perjalanan tersebut dinilai menunjukkan peran aktif Indonesia dalam diplomasi global sekaligus memperkuat posisi negara di tengah dinamika geopolitik dan ekonomi internasional.***

 

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.