Banten

Maraknya Aksi Brutal Remaja di Jakarta Barat, Polisi Minta Orang Tua dan Sekolah Tak Lepas Tangan

Moehamad Dheny Permana | 9 Oktober 2025, 17:28 WIB
Maraknya Aksi Brutal Remaja di Jakarta Barat, Polisi Minta Orang Tua dan Sekolah Tak Lepas Tangan

Akurat Banten - Jakarta Barat tengah dihadapkan pada fenomena memprihatinkan yaitu keterlibatan pelajar dalam tindak kekerasan jalanan kian meningkat.

Dalam beberapa pekan terakhir, dua kasus pembacokan pelajar terjadi secara beruntun di kawasan Grogol Petamburan.

Peristiwa itu tidak hanya menimbulkan korban luka, tetapi juga menggambarkan bagaimana lemahnya pengawasan terhadap pergaulan remaja.

Kepala Unit Reserse Kriminal Polsek Grogol Petamburan, AKP Alexander Tengbunan, mengingatkan pentingnya peran keluarga dan sekolah dalam mencegah anak-anak terjerumus dalam tindakan kriminal.

“Jadi kita minta pihak sekolah dan khususnya orang tua untuk mengawasi anaknya,” ujarnya .

Alexander menilai, pengawasan tidak cukup hanya di lingkungan sekolah.

Aktivitas remaja di luar jam pelajaran, terutama saat malam hari, juga harus diperhatikan dengan serius.

Ia mencontohkan, anak-anak yang keluar malam membawa senjata tajam jelas perlu mendapat perhatian lebih.

“Apalagi kalau bawa atau punya senjata tajam,” tegasnya.

Baca Juga: KPK Gencarkan Penelusuran Skandal EDC BRI, Sejumlah Direktur Perusahaan Besar Diperiksa

Kasus kekerasan yang mencuat baru-baru ini bermula dari dua insiden pembacokan.

Polisi menyebutkan, patroli rutin yang mereka lakukan perlu didukung pengawasan melekat dari orang tua dan pihak sekolah agar pergaulan remaja tidak berkembang ke arah negatif.

“Pergaulan anak itu berpengaruh. Makanya perlu ditingkatkan pengawasannya,” kata Alexander.

Tidak lama berselang, seorang remaja berinisial KA (15) ditangkap atas dugaan keterlibatannya dalam aksi pembacokan di sebuah toko kelontong di Jalan Semeru, Grogol Petamburan.

Penangkapan KA dilakukan berkat kerja sama erat antara aparat kepolisian dan pihak sekolah tempatnya belajar.

“Anak Berhadapan Hukum ini diamankan hari ini, Senin, 6 Oktober 2025 pukul 14.00 WIB. Kami mengamankannya dengan cara berkolaborasi dengan pihak sekolah,” jelas Alexander.

Penyidik saat ini masih berupaya mengungkap motif pelaku melakukan kekerasan terhadap pelajar lain.

Pemeriksaan intensif dilakukan untuk memastikan latar belakang peristiwa tersebut.

“Jadi untuk pemeriksaan ABH masih dilakukan di ruang periksa. Kami masih mendalami motif penyebab anak tersebut melakukan kejahatan,” ungkapnya.

Sementara itu, korban berinisial PL (18) mengalami luka pada bagian tengkuk akibat serangan.

Baca Juga: Polres Tangsel Pastikan Tak Ada Unsur Bom di Lokasi Ledakan Gedung Nukleus Pondok Aren

Ia sempat dirawat intensif di Rumah Sakit Umum Pusat Nasional Dr. Cipto Mangunkusumo (RSCM) sebelum akhirnya diperbolehkan pulang.

“Korban setelah mendapat luka tersebut, dilakukan pengobatan di RSCM. Sambil kita melakukan permintaan visum ke RSCM,” kata Alexander.

Hasil visum akan dijadikan barang bukti dalam proses penyidikan.

“Sekarang korban sudah rawat jalan di rumah,” tambahnya.

Kasus ini menjadi alarm bagi seluruh pihak, terutama orang tua dan lingkungan pendidikan, untuk tidak abai terhadap dinamika pergaulan remaja.

Upaya pencegahan dinilai jauh lebih penting ketimbang penindakan ketika kekerasan sudah terjadi.***

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.